url yang dibaca ".$url."
final-fantasy-square-enix

Square Meets Enix: Final Fantasy

Seri Final Fantasy telah dikenal luas oleh berbagai gamer tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Tiap serinya menawarkan permainan RPG yang menarik, unik, dan membawa kita ke petualangan yang luar biasa.

Square Enix senantiasa membawa perubahan dan hal baru di setiap seri Final Fantasy yang mereka terbitkan sehingga menghasilkan game yang selalu fresh di tiap serinya. Tetapi tampaknya semenjak bergabungnya Square dengan Enix ada sesuatu yang lain, sesuatu yang berbeda dengan perubahan yang selama ini terjadi dalam seri Final Fantasy. Seperti ketika Final Fantasy X-2 terbit dengan Yuna yang berubah dari sosok perempuan lembut menjadi tomboy dan mampu bermain pistol seperti Lara Croft, perubahan yang terjadi cukup mengagetkan.

 

Final Fantasy X-2

final fantasy x 2 heroine Square Meets Enix: Final Fantasy

Seri Final Fantasy X-2 merupakan seri Final Fantasy pertama dari Square Enix dan sekaligus seri Final Fantasy pertama yang merupakan sekuel langsung. Disini dikisahkan Yuna telah berubah menjadi cewek tomboy yang suka cosplay jadi penembak (gunner), penyanyi (songstress)…. Itu adalah sebagian sistem job (dressphere) yang diperkenalkan dalam Final Fantasy X-2.

Disini Square Enix memberi kebebasan kepadamu untuk melakukan kustomisasi pada skill, job, strategi pertarungan, maupun timing untuk melanjutkan cerita utama. Berbagai area juga dapat kamu kunjungi sejak awal permainan, jadi lebih bebas daripada seri Final Fantasy lain yang biasanya perlu menunggu mendapatkan airship setelah cerita jauh berjalan.

Final Fantasy XII

final fantasy 12 cast Square Meets Enix: Final Fantasy

Kali ini Square Enix melakukan perombakan fundamental. Gaya permainannya tidak lagi random battle tetapi kini musuh terlihat ada di layar dan pertarungan dilakukan menggunakan sistem macro (gambit). Mungkin yang sering memainkan MMORPG akan merasa familier dengan sistem yang digunakan Final Fantasy XII.

Kebebasan yang ada juga tercermin pada pejelajahan, kamu bisa berjaan kesana-kemari, menunggang chocobo, maupun terbang dengan airship.

Hasil dari perombakan ini adalah game yang mendapat nilai review tinggi dan mendapat penghargaan Game of The Year dimana-mana.

 

Final Fantasy XIII dan XIII-2

final fantasy xiii tackle Square Meets Enix: Final Fantasy

Final Fantasy XIII hadir menjegal kebiasaan Square Enix yang ada selama ini. Dari biasanya yang yakin dengan eksperimennya sendiri, Final Fantasy XIII dibuat agar seperti game shooter linear (call of duty). Hasilnya sebuah game RPG yang intinya hanyalah jalan dari satu titik ke titik lain untuk melihat cutscene baru. Hal ini terus berlangsung sampai lumayan jauh sehingga kamu tidak bisa bebas melakukan hal lain.

Sistem battle juga mengalami perubahan dimana kali ini battle menjadi bebas sekaligus tidak bebas. Perkembangan tiap karakter bebas kamu tentukan tetapi aksinya di dalam battle sangat tergantung oleh AI. Hasilnya untuk pertarungan cepat maka akan seru tetapi bisa menjadi masalah ketika pertarungan berjalan panjang dan AI mulai berulah aneh seperti tidak mau mengobati ketika health sudah rendah. Tetapi bisa jadi hal ini sengaja didesain oleh Square Enix untuk mendorong pemain agar segera menyelesaikan pertarungan.

Keberadaan Final Fantasy XIII menjadi kontroversial dan mengundang banyak kritik. Square Enix mencoba menebus kesalahan mereka di Final Fantasy XIII melalui XIII-2 yang memberi kebebasan kepada pemain untuk menjelajah, bertarung, dan melakukan kustomisasi.

Final Fantasy XIII 2 600x338 Square Meets Enix: Final Fantasy

Sayangnya plot dan story menjadi korban di dalam Final Fantasy XIII-2. Hubungan antar karakter seperti Serah dengan Snow juga menjadi seperti angin lalu saja yang tiba-tiba bertiup kencang sejenak untuk kemudian kembali reda. Cerita yang disajikan sengaja dibuat tidak coherent, tetapi tidak terbungkus dan tersaji dengan baik. Padahal mereka dulu sudah pernah membuat game dengan cerita seputar penjelajahan waktu yang baik seperti Chrono Trigger dan Chrono Cross.

Tampaknya semenjak Square bergabung dengan Enix, mereka menjadi semakin berani bereksperimen dengan berbagai hal baru seperti unsur gameplay baru,  metoda penceritaan baru, dan penjelajahan yang baru meski hasilnya tidak selalu diterima dengan baik oleh media maupun oleh ganmer. Tetapi ada hal penting yang menarik dari Square Enix, selain berani bereksperimen mereka juga mau mendengarkan kritik, masukan, komplain dari gamer. Sesuatu hal yang jarang kita temukan pada game dari perusahaan besar dengan budget besar, biasanya mereka mengambil jalan aman dan hanya menambahkan sesuatu diatas dasar yang sudah ada.

 

Final Fantasy: Luminous Era

agnis philosophy 600x337 Square Meets Enix: Final Fantasy

Square Enix menampilkan sebuah real time tech demo yang memukau pada E3 yang lalu. Berkat ditenagai oleh Luminous Studio dapat ditampilkan sebuah tayangan memukau dan kaya efek yang kabarnya sudah dapat dijakanlan di PC jaman sekarang. Kemudian tidak lupa dengan tayangan gameplay Final Fantasy versus XIII yang menunjukkan adanya alam yang luas serta kota yang dapat dijelajahi.  Bahkan Yoichi Wada sebagai bos Square Enix  menegaskan bahwa kota yang ada di Final Fantasy versus XIII akan membuatmu kaget.

Kedua pameran ini menunjukkan keinginan Square Enix untuk membuat game baru yang bagus dalam sisi visual maupun dalam animasi aksi dan desain level. Tampaknya melalui Luminous Studio mereka dapat kembali menuangkan kreatifitas serta ide-ide baru ke dalam Final Fantasy.

2029
Author: Bayu Bramantya
Hello, i'm a web developer. Found bugs, germs or monsters on Gamexeon.com?Tell me @ twitter | blog | gaming | Google+
url yang dibaca ".$url."
SUDAH ADA 18 COMMENT. TAMBAHKAN COMMENTMU DISINI

Ada yang kurang, sejak Square dan Enix bersatu, Final Fantasy jadi makin mesum pakaiannya

orangpelupa says:

pancen bro pancen, apalagi kalau merger dengan Team Ninja :p

konsen ke luminous yah…
apa cerita bakal jadi korban? ato tetep dengan peran2 yg kemayu dan emosional tapi ga menyenangkan? (coba bedain emosionalnya dgn si Cyan Garamonde di FF VI) Sepertinya cerita antar karakter di FF makin alay hahahaa…CMIIW

Anyway..gw setuju n seneng aja FF suka dikustom sama SE, tp semoga mereka inget kl yg mmbesarin nama mereka (sekaligus menjatuhkan) tu FF hahaha..

orangpelupa says:

sama desain karakternya makin ga jelas aja mana yang cowo mana yang cewe :p

cewe cakep, cowok cantik :p

skydrive27 says:

klo cwek sexy & cwok garang udh jadi ikonnya WRPG,haha
sempat berpikir KPOP bisa sukses di asia gara2 nyontek konsep cwok cantiknya square,haha

tp klo FFXIII kmrn cwok gk ada yg khas dari square, snow brewok,sazh jauh di katakan ganteng,hope sesuai standar tp cebol, hahaha

Chris Yang says:

FF XII itu emang kayak mmorpg pada battlenya. saya aja sampe kaget pas pertama kali nyoba

asd says:

gak ngarti….

FFXII gw paling benci weapon ultimate weaponnya… susah ampun, salah 1 aja selamanya ga dpat ~~ sedangkan FFXIII males mainnya… udah tamat tinggalin de… ga perduli apa2 gw ~~

FFXII ngalahin ultimate weaponnya malah bisa ditinggal tidur, kan udah ada sistem gambit.

skydrive27 says:

FFXII mnrt ane malah ribet, bner kek game MMORPG versi offline.

Klo FF skrng gk masalah si linier asal story panjang & menarik, klo yg FFXIII series sih liniernya bikin pendek tamatnya, padahal battle sistem & tokohnya udh lumayan menarik.

Tutorial 10 jam, storyline 30jam-an =)) Tapi klo mau senjata bagus semua sih, bisa abis sampe 80jam buat grinding duit sama materialnya hahahaha

skydrive27 says:

kok tut smp 10jam?? keknya cm bbrp menit di awal2 doang,haha
klo ane mainnya easy mode, gk perlu grinding sih..story mode 25jam tamat, tp sidequest baru separuh. males sidequest cm gitu2 doang

orangpelupa says:

game yang sidequestnya bagus itu apaan ya.

sideques yang kita bukan cuman jadi tukang pos

setuju ama ff12,
saking gak linearnya-open world, sampe sekarang gw belum jg namatin ni game…

coba aja ff13 kek gini…

FF12 blom tamat ?

Main di emulator ane, soalnya klo capek tinggal save state terus tinggal. Apalagi lawan boss yang punya 55 bar darahnya =))

blom,
maen sampe pertengahan keknya dulu, terus di diemin
sampe akhirnya ps2 mokat

skrg isonya masih ada di pc, cuma mainin lagi di emu blum ada niat

url yang dibaca ".$url."
url yang dibaca ".$url."

Switch to our mobile site

77 q 1.343