
PROLOG
Big Huge Games dan 38Studios saling bekerjasama dalam mengembangkan game RPG Kingdom of Amalur: Reckoning (KOAR). Mereka berdua telah bekerja keras demi menghasilkan sebuah game RPG yang dengan dunia open ended gameplay. Para pengembang, memasarkan KOAR sebagai game yang setara ama The Elders Scrolls V (TES V) Skyrim. Sebab, salah satu staf pengembangnya diakui sebagai merupakan mantan desainer game TES III Morrowind dan IV Oblivion. Tetapi, apakah benar demikian klaim mereka itu??

STORYLINE
Cerita dalam dunia KOAR, menurut para pengembangnya, berdasarkan karangan RA Kartini eh RA Salvatore, salah seorang pengarang novel fiksi yang terkenal di negara Amerika Serikat. Namun, selama penulis memainkan game ini, sama sekali tidak terasa jika penulis sedang mendalami dan mengikuti sebuah kisah yang besar dan berliku-liku. Kisah game ini bermula di suatu lokasi laboratorium di bawah tanah, gamer akan berperan sebagai salah seorang yang seharusnya sudah mati tapi mendadak bisa kembali hidup dan sehat walafuat berkat suatu hasil percobaan yang fantastis yang dilakukan oleh seorang profesor jenius, dari ras Dwarf.
Namun, ketika gamer baru bertemu sebentar terhadap sang profesor tersebut, mendadak gamer diserang oleh sekelompok musuh yang entah datang dari mana dan tiba-tiba saja membunuhi banyak orang di dalam laboratorium tersebut, tanpa sebab yang jelas. Kemudian, karena sang profesor tersebut juga kabur dengan sangta lincahna, maka mau tak mau gamer juga harus kabur dari tempa tersebut, Maka tibalah gamer di kerajaan Amalur, dan harus mencari pertolongan agar gamer bisa menghadapi sang musuh, yang biasa disebut sebagai kaum FAE.
Dunia KOAR sangat tergantung dengan namanya child destiny eh takdir alam, jadi berbagai langkah hidup yang dijalani para makhluk hidup di dunia KOAR harus berdasarkan Fate/takdir. Di satu sisi, gamer akan mendapat keistimewaan, yakni gamer bebas dari takdir alam dan bisa menentukan banyak hal secara sesuka hati. Maka, hanya gamer seoranglah yang akan bisa menentukan takdirnya sendiri, bukan orang lain. Namun, disisi lainnya gamer harus berhadapan dengan takdir alam, yakni mau tidak mau, suka tidak suka, maka gamer harus mampu mengalahkan sang musuh besar, tanpa kecuali. Semua demi perdamaian dunia di KOAR.
Ya kira-kira semacam itulah garis besar cerita di KOAR. Untuk alur cerita yang terdapat pada misi-misi utama, misi-misi antar faksi, misi-misi sampingan, umumnya bersifat linier, tapi sebagian lagi ada yang non linier. Oleh sebab itulah alur cerita secara keseluruhan termasuk semi linier. Kurang lebih, alur ceritanya agak mirip dengan TES V, namun di KOAR agak berbeda. perbedaanya dimana, yakni alurnya terasa sangat sangat sangat membosankan. penulis merasa mengantuk pada hampir semua dialog percakapan antara sang jagoan utama dengan para NPC yang di KOAR.
Berbagai cerita latar belakang dalam dunia KOAR, sebenarnya menarik, tapi cara mereka menyajikannya terlihat sangat tidak menarik. Malah, agak terasa hambar. Critanya jadi kurang berbumbu, kurang dalam pengkajiannya. Tempat-tempat yang bisa mempersembahkan suatu cerita, seperti yang ada di TES V itu, yakni berupa buku-buku, naskah-naskah cerita, lalu kisah-kisah dari para NPC, yang semuanya terlihat super mantap, maka di KOAR ini akan sama sekali tak terlihat.
Mungkin dikarenakan, konsep awal cerita game ini diperuntukkan bagi cerita dalam game MMORPG. Memang, para pengembangnya sempat menyatakan jika game ini aslinya adalah game MMORPG. jadi, tidak mengherankan jika cara mereka menyajikannya terkesan kurang serius dan kurang pendalaman. Tapi, ya setidaknya ada cerita yang dalam di dunia KOAR walaupun cara menyampaikannya terlihat sangat kurang garam.

GAMEPLAY
Well, karena takdir alam dari KOAR ini adalah sebuah game MMOPRG, lalu sang pengembang punya ide tersendiri untuk mengembangkan KOAR sebagai game single player offline di tengah jalan. Maka , mereka pun langsung merubah haluan konsep game ini menjadi game non MMORPG. Di awal-awal ketika gamer terbangun di dalam laboratorium bawah tanah, gamer bebas memilih mau menjadi pria atau wanita, bebas memilih bentuk fisik seperti apa dan ada empat pilihan ras yang berbeda. Tapi isinya beda tipis antara yang satu dengan yang lainnya. Selebihnya, usai memilih nama karakter, maka gamer baru bisa terjun ke dalam KOAR secara penuh.
Di game ini mode pandangan yang digunakan adalah action 3rd person only, jadi cara menggerakannya mirip seperti yang ada di TES V tapi tentunya tanpa mode pandangan pihak pertama. Ketika gamer pertama kali membacok musuh-musuh, entah pake pisau atau pedang, maka akan terasa jika gerakannya sangat mulus, sangat cepat dan sangat responsif. Apalagi ketika gamer menggunakan senjata panah, arah penanda (crosshair) akan bergerak secara otomatis ke arah sasaran yang dituju.
Gamer tidak perlu susah-susah membidikkan anak panahnya ke arah musuh secara lebih tepat. Cukup dengan mengarahkan anak panah ke musuh, maka sudah pasti, kemungkinan besar arah tembakan panah tidak akan meleset. Lalu, sperti yang sudah penulis katakan di awal, bahwa gamer akan terbangun di suatu laboratorium bawah tanah. Maka di dalam peta level yang pertama itulah, gamer akan belajar setahap demi setahap, cara-cara bagaimana gamer bertarung, baik secara frontal maupun secara sembunyi-sembunyi. Bagaimana cara me-looting, menggunakan jurus-jurus sihir, membuka peti dengan lockpick, dsb.
Semuanya terlihat mudah, walalupun di beberapa sisi kontrol tikus+kibord akan ada sedikit kesulitan, yakni mirip seperti di TES V, ada beberapa tombol yang tak bisa dikustomisasi, lalu adapula yang bisa dikustomisasi. Cara menggunakan perisai sangat unik, dan semua ras yang dipilih gamer akan bisa menggunakan senjata melee dan ranged weapon serta ilmu sihir dengan sangat baik, berikut perisainya. Hmm, lalu untuk apa ada pembedaan ras-ras tersebut? Penulis sendiri kurang tahu apa gunanya perbedaan ras tersebut.
Sebab, detail kelebihan antar satu ras dengan yang lainnya, sekali lagi hanya terlihat beda tipis. Penulis hanya mengetahui bahwa tiga job class utama di KOAR, yakni warrior (might), rogue (finese) dan mage (sorcery). Ketika gamer berhasil keluar dari dalam laboratorium bawah tanah itu, maka gamer akan bertemu dengan seorang NPC terpenting yang akan mengajari bahwa gamer bisa memiliki meteran FATe, selain meteran Health+mana. meteran helath tersebut masih memakai format klasik RPG, yaitu bisa recharging sendiri dalam tempo yang lambat, atau segera meminum potion health dalam jumlah tertentu untuk memulihkan diri.
Lalu, meteran fate iitu akan penuh jika gamer semakin sering melukai musuh, maka akan masuk ke dalam FAT. Ketika meteran FATE sudah penuh, maka gamer bisa mengaktifkannya secara langsung dan secara otomatis akan masuk ke sebuah dunia bullet time ala max payne, yakni kedaaan alam disekitaranya akan berjalan sangat lambat dan gamer sendiri masih bisa bergerak bebas dalam waktu yang terbtas untuk membunuhi para musuh yang tersisa. Jika sukses, maka sebagian musuh yang sudah pasrah kalah, maka gamer akan bisa masuk ke adegan eksekusi dan akan membunuhnya berdasarkan quick time event (QTE) yang sederhana.

Apa guna QTE itu?? semakin sukses mengaktifkan QTE sebanyak 25%, 50%, 75% hingga 100% maka gamer akan bisa melipatgandakan total EXP point yang akan diterimanya. YUp, sistem EXP berdasarkan seberapa banyak gamer berhasil membunuh musuh dan besar kecil jumlah quest yang gamer tamatkan. Adegan eksekusi itu masih bisa muncul tanpa perlu gamer mengaktifkan mode bullet time terlebih dahulu. Asal sang musuh sudah bertekuk lutut secara kalah, maka gamer akan dapat opsi untuk mengeksekusinya.
Jika gamer naik level, maka gamer akan mendapatkan satu pon abiliti untuk menaikkan tingkat kemampaun pasuif gamer, misalnya dalam bidang alchemy, blacksmithing, sagecrafting (gem), lockpick, dispell, dst. Usai memilih salah satu abiliti, gamer mendapat tiga poin skill yang bebas mau ditaruh ke mana saja might(warrior), finese (rogue) dan sorcery (mage). sehabis itu, nah disinilah yanglebih menarik yakni jika gamer mau mengkombinasikan kemampuan warrior+mage, warrior+rogue, warrior+mage+rogue atau murni warrior aja, maka gamer akan bebas menentukan satu destiny yang bisa menambah bonus tertentu pada segala skill yang gamer pilih itu.
Sekilas akan terasa sangat keren sistem takdir alam itu. Namun, sesungguhnya sistem itu malah merusak gameplay secara keseluruhan. Sebab, ketika penulis mengaktifkan begitu banyak skill warrior, rogue, dan mage, akan nyata-yata terlihat bahwa ketiga job class utama itu benar-benar beda tipis pada prakteknya ketika gamer bertempur melawan para musuh yang bermunculan.
Satu contoh kecil, ketika penulis menggunakan senjata cakram yang skillnya itu hanya dimiliki oleh mage, penulis bisa menggunakan menjadi senjata gabungan melee+ranged. Namanya saja senjata cakram, maka bisa dilemparkan ke musuh ada jarak tertentu lalu akan kembali lagi ke tangan penulis secara otomatis, dan sebagaimana senjata panh maka cakram itu akan bergerak otomatis ke arah target yang di tuju, meskipun penulis mengarahkan crosshair secara ngasal. Pasti kena, tidak mungkin tidak kena.
Itu baru senjata cakram, belum senjata faeblade milik skill rogue, ataupun great sword ataupun longsword yang dimiliki oleh skill warrior. Semua senjata tersebut bisa diimbuhi oleh ilmu sihir dan digunakan untuk menyerang musuh dalam jarak dekat. Jadi terasa sekali ketiadaan keunikan antara satu job class dengan yang lainnya, beda jauh dengan yang ada di TES V, yang masing-masing job clas benar0benar unik. di KOAR, nyaris tak terlihat hhal semacam itu.
Karena desain awal game ini adalah MMORPG, maka sistemnya menjadi open ended gameplay. Gamer bebas mau menamatkan misi utama semuanya leih dahulu, atau bisa menamatkan misi-misi para faksi yang berbeda di dunia KOAR, ataupun mencari dan menemukan begitu banyak misi-misi sampingan yang bertebaran di dimana saja dan kapan saja. Misi-misi nya ya standar RPG, bunuh si A, cari si B yang anak hilang, kumpulkan sekian item, dsb.dst. Dunianya lumayan luas, gamer mau kemanasaja pun pasti bisa, asal tahan dan betah jalan-jalan kaki di dunia KOAR yang sangat kartun itu.

Tiada sistem angkot disini, adanya sistem teleport yang konsepnya agak sama dengan fast travel ala SKyrim. Walaupun di KOAR sistem pergantian siang malam berlangsung dinamis, tapi tetap saja namanya sistem teleport, selama gamer sudah menemukan stau titik lokasi terpenting, sehingga gamer bisa bebas mondar mandir antar satu lokasi dengan lainnya, secara instan tanpa terikat waktu. Semuanya melalui sistem teleport yang hanya bisa diaktifkan pada peta besar di menu KOAR.
Musuh-musuh yang ada bermacam-macam selain jenis manusia dari keempat ras yang berbeda, juga ada dwarf, banyak monster dan binatang pengganggu, dsb nya yang ketika dibunuh di satu lokasi, kemudian untuk beberapa saat kemudian akan respawn kembali, dan gamer bisa kembali menghajar mereka demi mendapat sejumlah EXP point. Batasan level karakter mencapai level 40, beda dengan yang ada di TES V yang bisa maximal level 80. Jadi gamer bisa bebas grinding EXP point.
Para penjual di KOAR termasuk pelit dan pemalas, mereka hanya me-restock item-item non armor dan non weapon saja, semacam gem, lockpikc, reapir kit, potion health,mana, poison, dll. Tapi, item armor suit dan senjata, sama sekali tiada re-stock. Misalnya, ketika gamer berada di satu kota C dan ketemu pedagang yang menjual senjata longsword tipe A1 seharga 100000 keping emas yang khusus untuk level karakter 15, maka gamer yang masih berlevel 14, harus keliling dunia KOAR untuk grinding EXP point.
Hingga, saat gamer sudah mencapai level 17, tapi senjata longsword tipe A1 itu masih ada disana dan senjata-senjata lainya berikut armor suit juga tetap muncul yang tipe an bentuk sama. Meskipun gamer bisa membeli semuanya, para pedagang takkan me-restock ataupun melakukan jualan secara acak sebagaiman game-game RPG lainnya. Maka, lupakan saja bagi gamer untuk mendapatkan senjata untuk level karakter 20. Penulis yang sudah berlevel 30, masih saja hanya menemui pedagang jualan senjata untuk karakter berlevel 18.
Baik yang ada di lokasi di satu ujung dunia KOAR hingga ke ujung dunia lainnya, sama sekali takada restock secara otomatis. Oleh sebab itulah, maka gamer perlu meracik membuat senjata dan armor suit tersendiri yang unik-unik. Jika berhasil mengumpulkan bahan-bahan yang super tepat berikut, bisa meng-imbuhi item itu dengan gem-gem terdashyat, maka gamer bisa meracik senjata dan armor dengan stat yang paling super kuar di dunia KOAR, melebihi dagangan para sales di beberapa desa ataupun kota.
Sayangnya, untuk mendapatkan hasil racikan yang terbaik itu dalam membuat senjata dan armor, maka gamer harus mencari dan mengumpulkan bahan-bahannya dari berbagai pelosok dunia KOAR. Parahnya, sistem inventory di KOAR adalah salah satu yang terburuk dalam game RPG. Bena-benar buruk rupa, ketidakjelasan item-item semacam apa sajakah yang bisa menghabiskan tempat kosong di inventory, bahan-bahan untuk meracik senjata dan armor itu bisa boros tempat, melebihi item-item lainnya.

Selain itu, juga ukuran inventorinya yang sangat terbatas dan hanya bisa di upgrade besar kapasitasnya dengan membeli backpack xtra di beberapa pedagang tertentu. JIka gamer merasa kesulitan dengan sistem inventory yang sangat terbatas itu, maka gamer bisa mencari dan memiliki rumah pribadi. Ada beberapa rumah yang bisa gamer miliki, tapi semuanya hanya bisa gamer dapatkan dengan cara menyelesaikan quest-quest tertentu. Bukan dengan cara membeli rumah seperti di dunia Fable.
Di setiap rumah, hanya disediakan satu peti khusus sebagai penyimpan semua item-item milik gamer, Tapi, sekali lagi jumlahnya terbtas dan setiap rumah saling berbagi atau saling menyambung isi kapasitas dari satu peti khusus tersebut. Artinya mirip dengan sistem penyimpanan barang (inventory) yang ada di The Witcher 1-2, yang tersimpan di satu pemilik penginapan/bar. Masalahnya, gamer itu bisa mendapatkan tidak hanya satu rumah pribadi, melainkan ada 4-5 rumah pribadi.
Tapi, sebesar apapun rumah tersebut, hanya tersedia satu peti khusus yang isinya saling menyambung antara satu rumah dengan yang lainnya. Dengan kata lain, jumlah kapasitas inventory dari peti khusus itu tidak bertambah melainkan tetap. Benar-benar desain rumah dan sistem inventory yang suoper mantap ala KOAR. Jadi apa gunanya itu rumah pribadi?? Sekali lagi penulis angkat tangan.

GFX
Ketika melihat trailer-traile KOAR versi beta, penulis sudah bisa memperkirakan bahwa dunia KOAR itu akan sangat mirip dengan dunia MMORPG legendaris, World of Warcraft (WOW). Lalu, ketika penulis mencoba versi demo dan versi final retailnya, ternyata memang benar, dunia KOAR yang sangat warna warni cerah ala kartun itu benar-benar mirip dengan dunia WOW. Desain dunianya beda jauh dengan apa yang ada dunia Skyrim. Meskipun KOAR dan TES V adalah game yang sama-sama berating dewasa, tapi SKyrim terlihat lebih dewasa, terutama dalam hal gfx.
Di KOAR, kekerasan berdarah-darah juga nampak terlihat jelas, tp tingkat kesadisannya terasa tenggelam oleh warna warni dunia yang sangat kartun itu. Meskipun sama-sama masih berbasis DX9c, game ini memang lebih ringan daripada TES V, tapi sistem loading antar peta level, ketika memasuki indoor lalu ke outdoor dan sebaliknya, semuanya terasa sangat cepat dan mudah. Keindahan dunia KOAR masih kurang sebagus SKyrim. Desain bangunan rumah, gedung, dungeon, pepohonan, rumput, air danau, laut, para NPC, kustom senjata dan armor, semuanya benar-benar terasa kartun banget.
Dunia KOAR memang kelihatan hidup dengan adanya sistem pergantian siang malam yang dinamis. Animasi semua karakter, pepohonan dan rerumputan semuanya terlihat mulus dan luwes. Namun, kehidupan NPC nya terasa statis, semuanya hanya terkesan mondar mandir gak jelas. Para monsternya kadang juga kebanyakan terlihat statis, yakni hanya bergerak di satu lokasi saja. Detail dan texture game terlihat biasa-biasa saja.

SOUND
Musik-musiknya sebagian menarik, sebagian tidak. Cara NPC berbicara dan gaya bersuaranya membuat penulis cepat mengantuk, jadi lebih mudah untuk langsung meng-skip saja semua pembicaraannya. Model dialog dan text mirip seperti yang ada di seri Dragon Age. Tapi, desainnya tidak menarik berikut para pengisi suara dari NPC. Adegan pertarungannya lumayan seru, denting adu pedang senjata lumayan terdengar jelas tapi tidak begitu menarik. teriakan para musuh yang kesakitan, berbagai cutscene yang ada, semuanya terlihat biasa-biasa saja. Nothing special. Oh ya, sang jagoan utama itu bisu, jadi yang terus berkicau ya para NPC saja.

REPLAYBILITY
Mengingat game RPG KOAR ini pada dasarnya adalah MMO, penulis malah berharap banyak bahwa game ini akan bisa memberikan begitu banyak hal yang menarik dan super mantap, sebagaiman game-game MMORPG pc yang bisa dipaksa secara offline. Memang, sehabis menamatkan semua misi utama, gamer masih bisa bebas jalan-jalan di dunia KOAR. Jadi, gamer bisa menyelesaikan berbagai misi-misi antar faksi dan misi-misi sampingan yang bertebaran begitu banyak di dunia KOAR, berikut ada banyak item-item rahasia dan sangat langka, yang tersembunyi di sudut-sudut peta level tertentu.
Namun, begitu memperhatikan sistem inventorynya yang buruk rupa, berikut para pedagang yang malas berjualan item-item armor+senjata, dan rumah-rumah pribadi yang tiada gunanya banyaknya itu, membuat penulis sering bertanya, untuk apa susah payah berkeliling dunia jika akan ada banyak item-item yang tak bisa disimpan, sebagai akibat sistem inventory yang sangat terbatas itu. Hal itu ditambah dengan sistem user interface yang sangat tidak praktis. Di menu inventori, gamer harus meng-klik sekian banyak opsi baru bisa memilih senjata dan atau armor yang diinginkannya.
Awalnya sih tidak akan terasa, tapi lama kelamaan akan melelahkan, untuk menggonta ganti senjata dan armor di KOAR akan menjadi ribet banget. Tidak sepraktis sebagaimana TES V ataupun Diablo II. Belum lagi, arah pandang yang terbatas dalam menggerakan karakter, yakni susah melihat keatas dan tidak bisa melompat sembarangan. Benar nasib sang jagoan yang malang. Intinya, gamer bebas menjelajahi dunia KOAR, membunuh musuh secara terus-terusan, namun di balik itu semua ada keterbatasannya.

LONGEVITY
Meski bernasib malang, namun gamer bisa bebas jalan-jalan, entah untuk melakukan apa saja, selama hingga ratusan jam. Sang pengembang sendiri malah mengklaim jika gamer menamatkan hampir semua misi di KOAR, bisa memakan waktu hingga 200jam. Jadi, bagi gamer yang memang benar-benar berniat mau menyelesaikan semua quest yang ada, dipersilahkan untuk nongkrong terus di depan layar monitor, untuk menamatkan begitu banyak quest.

BONUS
Andai beruntung, maka gamer bisa mendapat DLC khusus yakni beberapa armor suit tipe tertentu berikut jenis senjata-senjata teruniknya, semuanya satu set. Lalu, ketika gamer memakai semuanya akan mendapat bonus-bonus tertnetu yang akans angat berguna di awal-awal level karakter masih rendah. Namun, saat gamer terus menaikkan level karakter maka bonus-bonus tersebut hanya memenuhi tempat kosong di inventori. Gamer harus segera menyingkirkan dan jual kembali ke para pedagang setempat.

EPILOGUE
Penulis sendiri sudah kehilangan minat besar untuk menjelajahi dunia KOAR lebih lama karena berbagai kekurangan yang mencolok mata itu. Game ini ternyata pada banyak sisi, sangat terlihat inferior jika penulis membandingkannya dengan TES V. Belum lagi KOAR ini tak mudah di modifikasi sebagaimana SKyrim yang sudah mendukung penuh mods-mods pihak ketiga sejak lama. Sayang, padahal game KOAR ini yang aslinya MMORPG, seharusnya mampu menampilkan hal-hal terbaiknya. Ditambah lagi, EA mau menjadi penerbit game ini. Tapi, penulis tidak melihat kebesaran EA itu sama sekali di game ini.
Minimum System Requirements
OS : Windows XP with Service Pack 3 / Windows Vista with Service Pack 2 / Windows 7 with Service Pack 1
CPU : Intel Core2 Duo (or equivalent) running at 2.2GHz or greater / AMD Athlon 64 X2 5000+ (or equivalent) running at 2.6GHz or greater
RAM : At least 1 GB for Windows XP / At least 2 GB for Windows Vista and Windows 7
GFX : NVIDIA GeForce 8800 GT 512MB or better / ATI Radeon HD3650 512MB or better (Supporting Pixel Shader 3.0 & Minimum Resolution Supported is 1280×720)
HDD : At least 10.5 GB of free space
DX : 9.0c Compatible
OTHER : CD/DVD ROM drive (required for installation only), 8x or faster CD/DVD drive
Recommended System Requirements
OS : Windows XP with Service Pack 3 / Windows Vista with Service Pack 2 / Windows 7 with Service Pack 1
CPU : Intel Core 2 Quad (or equivalent) running at 2.4GHz or greater / AMD Phenom X4 (or equivalent) running at 2.6GHz or greater
RAM : At least 3 GB for Windows XP / At least 4 GB for Windows Vista and Windows 7
GFX : NVIDIA GeForce GTX260 1GB RAM or better / ATI Radeon HD4850 1GB RAM or better (Supporting Pixel Shader 3.0)
DX : 9.0c Compatible
OTHER : You will also need an internet connection for product activation/registration.
Detail DVD
Developer : 38 Studios, Big Huge Games
Publisher : Electronic Arts (EA)
Rating : Mature (M)
GX Scorecard

Sistem senjata+armor hasil buatan kerajinan tangan sendiri yang bagus | Gaya pertempurannya lumayan seru | Desain dunia kartun yang sangat berwarna warni
Cerita utamanya bikin mengantuk | Sistem inventory yang sangat buruk | Sistem user interface yang sangat tidak praktis | Tiada sistem random jualan senjata+armor yang bagus














![Gran Turismo 6 720p60.mp4_snapshot_02.09_[2013.05.19_11.14.28]](http://i1.wp.com/gamexeon.com/wp-content/uploads/2013/05/Gran-Turismo-6-720p60.mp4_snapshot_02.09_2013.05.19_11.14.28.jpg?resize=300%2C170)



Begitulah ini game, sejak awal gw maen juga terasa kurang sreg. Dan memang sistem tokonya menyebalkan.
Eh tampilannya koq jadi beda sih????
tampilan apa yang beda ?
wah, reviewernya pasti pake enb bwt mod grafiknya kali tuh. jadi keliatan beda ama aslinya.
)
)
kalo kata gw jika tergantung ama sistem tokonya malah bikin gak kreatif. 100% blacksmithing! kata Ken Rolston disitulah letak gameplay-nya
gw kasih game ini poin 8,5 deh pokoknya. kalo gw ngasih poin 6 sama dengan gw nggak bisa maen dengan kreatif
hmm, skor gameplay nya sdh dpt angka 8 toh??… ehehehe…