Beberapa waktu yang lalu muncul sebuah game baru di AppStore (dan juga Google Play) yang diberi judul Dead Trigger. Lalu apa istimewanya game ini? Mengingat hampir setiap hari muncul game-game baru di AppStore, dan tidak sedikit yang berkualitas.
Ada dua hal yang membuat game ini menarik untuk dibahas. Pertama, game ini dikembangkan oleh Madfingers Studios, sebuah developer yang dikenal merilis game-game berkualitas seperti Samurai II Vengeance dan Shadowgun. Yang kedua, pihak Madfingers mengatakan bahwa Dead Trigger ini merupakan game mobile dengan kualitas console! Sangat menarik, namun benarkah demikian?
Berbeda dengan game-game lain buatan Madfingers, Dead Trigger ini mengambil setting First Person Shooter, dimana musuh-musuh yang kita hadapi dalam game ini adalah monster yang kami rasa sudah cukup familiar dengan setting game yang ada saat ini, yaitu Zombie!
First Person Shooter dengan Zombie? Mungkin bayangan kalian Dead Trigger ini mirip dengan Left 4 Dead series. Hal itu ada mungkin ada benarnya, namun Dead Trigger ini memiliki beberapa kekurangan dibandingkan seri dari Valve tersebut.
Saat pertama kali kita memainkan game ini, kita langsung akan diserbu dengan berbagai zombie. Ketika kita berhasil meloloskan diri, baru akan ada unsur storyline, dimana diceritakan bahwa saat itu banyak zombie yang bermunculan, dan beberapa orang yang bertahan hidup, membuat sebuah kelompok untuk mengusir zombie-zombie tersebut. Kemunculan kita sebagai tokoh utama, membuat kelompok tadi bergantung pada kita. Cukup klise …
Disini akan muncul beberapa karakter, namun semua storyline yang ada, termasuk dengan pengenalan karakter lain, diperlihatkan secara “text based”. Storyline yang ada dalam game ini jelas bukan merupakan nilai lebih. Porsi storyline dalam Dead Trigger ini lebih berfungsi untuk memberikan informasi terkait misi yang harus kita hadapi, dibandingkan untuk membuat gamers “masuk” dalam game tersebut. Jadi bagi kalian yang sangat mementingkan storyline dalam sebuah game, Dead Trigger jelas bukan untuk kalian.
Jika storyline terasa sedikit mengecewakan, lalu bagaimana dengan gameplay dari Dead Trigger? Sebenarnya gameplay dari game ini cukup simple, yaitu membunuh zombie! Tentu terkadang ada beberapa objective yang harus kita lakukan, seperti menemukan items yang hilang, atau membawa sebuah items ke area tertentu, terkadang kita juga harus menjaga area tertentu. Tapi tetap saja, hal-hal tersebut tidak terlalu membawa variasi dalam game ini.
Untungnya, unsur shooter dalam game ini terasa cukup menyenangkan. Walaupun genre serta setting dari Dead Trigger tampak ditujukan bagi hardcore gamers, tapi sepertinya pihak pengembang lebih memfokuskan bagi casual gamers, karena seperti yang sudah dibahas, gameplay dari Dead Trigger ini cukup sederhana, yaitu membunuh zombie. Sayangnya, setelah beberapa lama, gameplay dalam Dead Trigger ini terasa repititif.
Tidak semua game yang muncul bagi mobile nyaman untuk dimainkan dengan touch screen, untungnya Dead Trigger ini termasuk dalam game yang sangat nyaman digunakan dengan virtual button. Bahkan dapat dikatakan, control dalam Dead Trigger ini terasa lebih nyaman dari beberapa game bertema First Person Shooter lain yang hadir bagi mobile, seperti N.O.V.A atau bahkan Modern Combat series.
Sayangnya, walaupun terasa nyaman untuk dikendalikan, control yang ada dalam Dead Trigger ini terasa kurang lengkap. Kita tidak diberi pilihan untuk melakukan cover, melee attack, bahkan tidak ada pilihan untuk melakukan sprint! Disini kita hanya dapat menggerakkan karakter kita, sambil melakukan shooting, aim serta reload. Zombie yang ada juga tampak sedikit tolol, mereka hanya menyerang kita dengan cara mencakar, atau mencengkeram kita. Mereka tampaknya sedikit enggan untuk menggigit kita.
Dalam menu utama, kita akan disuguhi maps dengan tampilan 3D, dimana kita dapat memilih area mana yang ingin kita mainkan. Setiap kali kita menyelesaikan misi, kita akan dapat memperoleh uang (tentu saja uang virtual), serta experience points yang dapat membantu kita melakukan level up.
Uang yang kita peroleh tadi dapat kita gunakan untuk membeli berbagai items serta senjata bagi karakter kita. Cukup banyak senjata yang ditawarkan oleh pihak pengembang. Mulai dari handgun dengan tipe Colt 1911, shotgun dengan tipe RMGT 870, AK 47, UZI, P 90, hingga senjata-senjata berat bertipe Minigun. Setiap senjata yang ada memiliki stats yang berbeda-beda pula, mulai dari damage hingga range.
Pihak Madfingers juga menawarkan berbagai items untuk membantu kita, seperti money booster, yang membuat kita akan memperoleh uang lebih banyak, atau speed booster untuk membantu kita bergerak lebih cepat (mungkin ini salah satu alasan mengapa mereka tidak memberikan pilihan sprint dalam game ini).
Secara default kita hanya diijinkan untuk membawa satu buah senjata dalam setiap misi, jika kita ingin membawa lebih banyak senjata, kita harus membeli Weapon Slot. Tentu saja pihak pengembang memberikan pilihan bagi kita untuk memperoleh tambahan uang dengan melakukan in-game purchase. Tapi kami rasa hal itu tidak terlalu perlu kita lakukan. Selain itu, kita juga dapat melakukan berbagai cara untuk memperoleh uang tambahan dalam game ini, seperti melakuan follow di account milik Madfinger, melakuan like di Facebook pages milik mereka hingga lain sebagainya.
Untungnya pihak Madfingers tidak membuat fitur in game purchase ini menjadi sebuah keharusan yang menjengkelkan. Memang kita akan memperoleh kemudahan jika memperoleh uang secara cepat untuk mendapatkan items, namun tanpa melakukan in game purchase pun kita masih dapat menamatkan game ini.
Salah satu hal yang paling mengecewakan dari game ini adalah tidak adanya pilihan untuk melakukan multiplayer (paling tidak hingga saat ini). Jadi unsur replaybility yang ada tidak terlalu tinggi. Tentu saja kami berharap pihak Madfingers akan memberikan fitur multiplayer di update mendatang, karena game-game semacam ini sangat fun untuk dimainkan secara multiplayer.
Dari segi grafis, Dead Trigger mungkin merupakan salah satu game yang memiliki kualitas grafis yang paling mempesona di iDevice. Terkait dengan pernyataan pihak pengembang yang mengatakan kualitas grafis dalam Dead Trigger ini sama dengan console, mungkin masih harus diperdebatkan, namun yang jelas, dalam mobile gaming, Dead Trigger ini sulit dicari tandingannya dari segi grafis.
Lightning yang ada tampak menganggumkan, demikan juga dengan detail zombie serta environment yang ada. Senjata-senjata yang kita gunakan juga tampak begitu realistis. Pihak Madfinger juga memberikan beberapa efek yang membuat game ini menjadi semakin tampak indah, seperti Ragdoll effect, dimana kita dapat melihat zombie yang kita bunuh terkulai dengan lemas, serta water simulation, yang membuat tampilan game ini terasa semakin realistis ketika karakter kita melewati area yang dipenuhi air. Sayangnya, walaupun kedua efek tadi berjalan dengan baik di iPhone 4 dan iPad 2 (dimana game ini direview), tapi kedua efek tadi hanya dapat hadir bagi Android device yang menggunakan Tegra 3.
Sound dalam game ini juga sangat baik. Mulai dari suara ledakan hingga suara-suara tembakan yang dikeluarkan oleh senjata kita terdengar cukup realistis. Musik yang ada juga terdengar pas, dan akan mampu memacu andrenaline kita saat memburu zombie. Terkadang kita juga dapat mendengar suara dari karakter kita yang terdengar sedikit sombong saat berhasil membunuh zombie.
Madfinger tampaknya berhasil membuat sebuah game yang cukup menarik, baik bagi casual gamers maupun bagi hardcore gamers. Casual gamers dapat merasakan unsur fun, dan memperoleh kemudahan dengan melakukan in game purchase, sementara hardcore gamers mungkin lebih memilih tantangan dengan berusaha menamatkan game ini tanpa melakukan pembelian tadi.
Tentu saja masih banyak kekurangan dari Dead Trigger, seperti gameplay yang terasa repetitif, serta tidak adanya unsur multiplayer. Namun dengan harga “hanya” $0.99 ditambah dengan berbagai hal menarik, seperti grafis yang mengesankan, sangat sayang rasanya bila game ini dilewatkan.
GX Scorecard

Grafis menawan | Control responsif | Fun untuk dimainkan
Minim variasi | Tidak ada mode multiplayer | Storyline yang dibawah standard
























Perbedaan grafis nya kalau menggunakan tegra dengan ipad gimana bos ? Bisa dicontohkan ?