Bagi Anda yang senang memainkan game-game First-person Shooter seperti Doom 3 dan Quake 4, maka Anda pasti juga akan menyukai game baru yang satu ini. 3D Realm telah bekerja keras untuk menyempurnakan game terbarunya yang juga merupakan game First-person Shooter. Game ini diberi judul “Prey”. Fitur-fitur apakah yang ditawarkan oleh 3D Realm dalam game terbarunya kali ini? Mampukah Prey bersaing dengan game-game terkenal seperti Doom 3 dan Half-Life 2?
Dalam Prey, Anda akan bermain sebagai seorang pemuda dari ras American Indian yang bernama Talon. Talon harus menghadapi ancaman yang datang dari kaum alien.
Sesuai dengan judulnya, game ini bukanlah suatu permainan yang dipenuhi oleh humor, melainkan dipenuhi oleh ketegangan dan aksi-aksi yang heboh. Sama seperti Doom 3, dalam Prey Anda juga akan menyaksikan banyak sekali darah. Anda akan melihat kehadiran darah di sepanjang permainan.
Perbedaan yang dimiliki Prey dibandingkan game-game action seperti Doom 3 dan Quake 4 adalah dalam hal environment mechanics. Kalau pada Doom 3 dan Quake 4, Anda harus menjelajahi koridor-koridor kecil dan besar yang saling berhubungan di sepanjang permainan. Akibatnya, processor harus bekerja keras untuk merender seluruh koridor yang berhubungan dengan tempat karakter Anda berada. Akhirnya, permorfance dari komputer akan terasa kurang baik (game terasa kurang lancar ketika dimainkan). Berbeda halnya dengan Prey. Dalam game ini, hampir semua koridor yang Anad temui berukuran cukup besar, bahkan lebih besar dari koridor milik Doom 3. Secara otomatis, Anda hanya mampu melihat satu koridor saja karena ukurannya besar. Koridor-koridor yang tidak dapat dilihat oleh Anda maupun komputer tidak akan dirender, sehingga akan meningkatkan performance game tersebut. Karena ukuran koridor yang cukup luas, maka Anda akan melihat banyak sekali obyek-obyek di dalamnya, sehingga lingkungan sekitar Anda akan terasa sangat mengesankan. Apalagi dengan adanya efek-efek kelas atas, seperti pencahayaan yang sangat berkualitas dan terasa sangat realistis, atau shadow yang terlihat nyata.
Para gamer seringkali bertanya, “Apa gunanya para developer game action menyediakan rocket launcher yang berukuran besar, tetapi tidak dapat digunakan untuk menghancurkan obyek-obyek yang berhubungan dengan dunia game tersebut?” Dalam Prey, impian para gamer akan terwujud. Dengan kekuatan tembakan yang cukup, Anda mampu menghancurkan obyek-obyek yang menghiasi lingkungan sekitar karakter Anda. Anda bisa menghancurkan tembok dan membuat jalan pintas Anda sendiri, atau Anda juga bisa menjatuhkan kayu-kayu di atas Anda dan menggunakannya sebagai tempat berlindung. Obyek-obyek yang ada di dalam dunia “Prey” dapat Anda manfaatkan secara maksimal, sesuai dengan keinginan Anda.

Anda harus membawa karakter Anda untuk menjelajahi tempat-tempat yang penuh dengan alien, termasuk kapal induk milik alien. Di sepanjang permainan, Anda akan menemukan sejumlah portal yang akan membawa Anda ke area selanjutnya secara instan. Penyediaan portal tersebut dimaksudkan supaya koputer Anda tidak perlu merender terlalu banyak area sekaligus. Dengan adanya portal, maka komputer Anda hanya perlu merender satu atau dua area saja, sehingga Anda akan menyaksikan kehadiran bermacam-macam obyek yang dapat Anda hancurkan.
Dalam menjelajahi dunia 3D Prey yang sangat mengesankan, Anda akan menemukan berbagai macam senjata. Contohnya, Leech Gun yang mampu menyerap beberapa macam amunisi, salah satunya jenis tembakannya adalah seperti lightning gun dalam Unreal Tournament 2004. Bedanya, musuh yang terkena tembakan ini akan terpental ke belakang, kemudian terjatuh dan terbakar di tanah hingga beberapa saat, kemudian musuh tersebut akan mati. Pemandangan heboh seperti itu sangat jarang dijumpai dalam game action lainnya.
Selain aksi-aksi brutal yang sangat mengasyikkan, Anda juga akan menjumpai sejumlah puzzle yang perlu Anda pecahkan sebelum melaju ke area berikutnya. Anda akan menemukan beberapa ‘passcode locks’ yang bisa dibuka dengan cara menemukan kode yang tepat. Untuk menemukan kode tersebut, Anda perlu menjelajahi area sekitar Anda dengan sangat teliti. Anda juga akan menemukan beberapa aksi keren lainnya, seperti gravity switcher, spirit-walking, dan wall-walking. Aksi-aksi tersebut juga akan Anda jumpai ketika Anda sedang berusaha menyelesaikan suatu puzzle. Untungnya, Prey tidak menyajikan puzzle-puzzle rumit yang membuat para pemain menjadi stress. Puzzle yang ada tidak sulit untuk dipecahkan. Walaupun demikian, puzzle yang ada masih terasa cukup menantang.
Untungnya, tingkat kesulitan dalam game ini mampu menyesuaikan diri dengan kemampuan pemain. Jika pemain mampu mengalahkan musuh dengan sangat mudah, maka tingkat kesulitan akan meingkat sesuai dengan kemampuan pemain sehingga musuh-musuh yang muncul berikutnya menjadi lebih sulit untuk ditaklukkan. Contohnya, ketika Anda sedang berjalan di tembok melintasi ‘wall-walk track’, sekelompok Grunt yang melihat kedatangan Anda akan segera mematikan wall-walk track tersebut sehingga Anda akan terjatuh. Jadi, Anda tidak akan merasakan kehadiran musuh-musuh yang terlalu bodoh dan mudah dikalahkan.
Anda tidak perlu khawatir, karena Prey akan menyajikan mode single-player yang cukup panjang dan sangat menantang, apalagi dengan adanya sejumlah puzzle dan penyesuaian tingkat kesulitan. Para developer game ini juga tidak lupa untuk menyajikan mode multiplayer. Dalam mode multiplayer, Anda dapat menggunakan semua senjata yang juga Anda temui dalam mode single-player. Tetapi, juga disediakan beberapa macam senjata tambahan yang hanya bisa Anda gunakan dalam mode multiplayer.
Kesimpulannya, Prey merupakan game First-person Shooter yang pantas untuk ditunggu oleh para gamer. Dengan kualitas grafis yang lebih heboh dari Doom 3 dan Quake 4, serta permainan yang sangat menarik, Prey akan mampu bersaing dengan game-game First-person Shooter terkenal lainnnya.

