Serial televisi Game of Thrones yang disiarkan oleh HBO telah memasuki season kedua pada tahun ini. Ternyata pengembangan Game of Thrones RPG oleh Cyanide Studios dimulai sebelum serial televisinya muncul di televisi dan ditonton oleh para pemirsa. Tetapi usaha untuk menggabungkan aset dari film televisi tersebut kedalam game tidak menemui kendala yang berarti. Lead designer Game of Thrones RPG Sylvain Sechi menyatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah, karena unsur cerita dalam kedua media tersebut berdasarkan pada sumber yang sama. Yaitu serial novel A Song of Ice and Fire karangan George R.R. Martin.
Since we’re very faithful to the books and the show is very faithful, every media blends into that one universe.
Tidak seperti sebuah buku yang bisa memiliki berbagai bayangan atas apa yang digambarkan didalamnya, Game of Thrones versi televisi dan game tidak memiliki perbedaan yang berarti. Kedua media tersebut menghormati apa yang terdapat didalam novel A Song of Ice and Fire, karena itu ada beberapa hal yang mirip didalamnya. Tetapi yang membuat beberapa hal berbeda karena Cyanide tidak memilih semua aset yang berada dalam media film untuk dimasukkan kedalam game.
Dicontohkan bahwa ruang kerajaan di King’s Landing berbeda bentuknya antara versi film dan versi game, tetapi singgasana Iron Throne mirip didalam keduanya. Karena hal tersebut harus sesuai dengan apa yang digambarkan oleh George R.R. Martin dalam novelnya.
Tetapi yang memiliki kemiripan antara versi televisi dan versi game adalah pada karakter. Sylvain Sechi menyatakan perhatian nomor satu dalam Game of Thrones RPG adalah karakter, lebih daripada setting lokasi.
The characters are the heroes, their House is part of that hero and the likenesses of the characters and the sigils are important. We got the actors and their voices, as we felt that was important.
Musik juga tidak luput dari perhatian, karena Sylvain Sechi menilai bahwa musik yang dimainkan bagus sekali. Serta membuat orang yang mendengarkannya dapat langsung teringat pada dunia Game of Thrones, sehingga Sylvain Sechi menginginkan musik tersebut hadir dalam game.



















