Pada tulisan di penghujung bulan ini, saya akan mencoba mengajak kalian untuk melihat ke sebuah sisi berbeda dari jagad MMORPG, sebuah genre game yang banyak dicintai (atau mungkin tidak)
Sebelumnya, saya pernah menjabarkan dengan singkat mengenai bagaimana sistem berbayar dalam MMORPG. Tapi, jika belum menjelaskan apa itu MMORPG dan apa yang membuatnya berbeda dari RPG lainnya, rasanya memang kurang sip ya.
MMORPG adalah
MMORPG merupakan singkatan dari “Massively multiplayer online role-playing game.”. Melihat dari namanya saja, MMORPG memang berbeda dengan RPG. Perbedaan yang paling mencolok adalah MMORPG dimainkan bersama-sama dengan pemain lainnya dari seluruh dunia dengan memanfaatkan sambungan internet. Nah, ini adalah poin penting dari MMORPG dan yang membuatnya berbeda dengan RPG biasa.
Perbedaan MMORPG dengan RPG biasa
MMORPG tetap memiliki elemen-elemen dalam RPG. Well, misalnya kita tetap memilih job class, tetap memiliki quest, crafting, dan juga storyline (walau storyline dalam MMORPG biasanya tidak sedalam dan sekompleks RPG biasa). Namun, elemen-elemen standar RPG ini ditambahkan dengan elemen sosial, misalnya saja fitur chatting (yang memungkinan kita mengobrol dengan pemain lainnya), guild, party (team), PK (player kill), PvP (player versus player), dan juga friend list. MMORPG juga memiliki fitur pet, yakni monster atau mahluk tertentu yang menemani petualangan karakter kita dan dapat bertarung bersama dengan kita dalam melawan musuh.
Di dalam MMORPG, kita bisa melihat pengaruh dari RPG, namun tidak sekompleks dan serumit itu. Selain itu, MMORPG juga tidak memiliki ending yang jelas. Permainan baru berakhir atau ‘ending’, jika pemain memang memutuskan untuk ‘pensiun’, atau tidak bermain lagi
Pemain yang haus dengan jalinan cerita yang kuat layaknya di RPG juga harus siap-siap kecewa, karena MMORPG memang tidak menyajikannya. Saya juga cukup yakin bahwa cukup banyak pemain MMORPG yang tidak peduli dengan storyline dalam game, apalagi harus membaca potongan cerita yang dituturkan oleh NPC. Lagipula, storyline di banyak MMORPG tidak akan berpengaruh dalam gameplay dan mempengaruhi ‘ending’
Quest yang di dalam MMORPG juga biasanya simpel dan mudah dikerjakan. Pemain hanya perlu pergi ke NPC ini, menuju NPC itu, lalu membunuh sejumlah monster, dan kembali pada NPC untuk melapor, lalu quest selesai dan pemain mendapatkan sejumlah exp point atau gold. Tidak perlu buka walktrough, karena banyak MMORPG yang menyediakan fitur ‘auto-quest’, yaitu pemain bisa langsung pergi ke NPC atau monster yang diperlukan untuk penyelesaian quest, hanya dengan sekali tekan tombol. Mudah, dan sederhana.
Lalu mengapa itu menarik?
Nah, jika MMORPG hanyalah ‘versi sederhana’ dari RPG yang kompleks dan rumit itu, lalu apa yang membuatnya menarik dan tetap menyedot jutaan permain dari seluruh dunia (terlepas dari MMORPG yang gratisan)? Ada beberapa penyebab yang tetap membuat pemain MMORPG itu lengket sekali dengan MMORPG kesukaannya.
1. Persaingan
Yang pertama adalah factor persaingan. Siapa bilang dalam MMORPG kita tidak bisa saling bersaing dengan teman atau sesama pemain MMORPG? Tidak hanya bersaing di arena PvP saja, tapi juga bersaing ‘siapa yang levelnya paling tinggi’, ‘siapa yang equipmentnya paling kuat’, ‘siapa yang lebih dulu mengalahkan boss, dan lainnya.
2. Pencapaian
Bahkan tanpa fitur ‘achivement’, sebuah MMORPG sudah memilikinya dengan caranya sendiri. Pencapaian di sini sifatnya personal, dan sering kali hanya untuk ajang pamer. Hal ini yang juga menjelaskan mengapa banyak pemain betah melakukan grinding dan farming, karena ada sesuatu yang ingin mereka raih dari proses tersebut. Misalnya, pemain ingin cepat-cepat naik level hingga bisa masuk ke map tertentu maka dia melakukan grinding, atau pemain ingin sebuah set equipment yang langka maka dia melakukan farming dengan harapan monster itu bisa menjatuhkan item yang dia inginkan.
Jika itu semua sudah tercapai, ada sebuah kepuasan pribadi yang akan didapatkan. Kepuasan ini hanya bisa dimengerti dan berlaku pada sesama pemain dari MMORPG yang sama.
Kombinasikan kedua factor tersebut, maka cukup untuk membuat pemain tenggelam dalam MMORPG. Kedua hal itu bisa terwujud karena adanya interaksi sosial dalam MMORPG. Tanpa adanya fitur sosial dalam MMORPG, bagaimana caranya pemain itu bisa ‘membanggakan’ hasil yang sudah ia peroleh? Ayolah, akui saja bahwa banyak pemain MMORPG yang begitu bangga dan puas jika mereka sudah memperoleh level tinggi dan set item yang bagus
Kesimpulannya?
Maka, walaupun MMORPG hanya merupakan “pengulangan” dan hanyalah sesuatu yang monoton, serta versi sederhananya dari sebuah RPG yang kompleks dan rumit, game ini tetap menantang pemain untuk terus bermain dan tetap bermain. MMORPG juga bisa menjadi sesuatu yang rumit dan penuh perhitungan saat pemain harus dengan teliti menghitung setiap point yang didistribusikan untuk character stat dan skill mereka, dan tambahkan itu dengan memilih set equipment yang bagus dan kuat.
Tentu, harus saya akui tidak semua gamer bisa menjadi pemain MMORPG akut, karena genre ini sangat membutuhkan pengorbanan, dari segi kantong hingga waktu. Mungkin juga alasan para MMORPG gamer ini kurang bisa dipahami sebagian besar orang (bahkan dari kalangan gamer non-MMORPG juga). Well, saya memang tidak ingin membenarkan para pemain MMORPG, namun setidaknya saya ingin memberikan penjelasan dan sudut pandang mereka, alasan mengapa mereka begitu jatuh cinta dengan MMORPG.
Tetapi… para pemain MMORPG harus selalu ingat untuk menjaga kesehatan, dan juga relasi sosial di dunia nyata ya. Jangan sia-siakan hidup kalian hanya untuk grinding dan farming saja, karena itu semua tidak kekal..
Happy gaming.















wah thanks git, sekarang sadar saya kenapa selalu nggak pernah bisa main MMO dalam waktu lama. paling level 20-an sudah stop.
1. Persaingannya persaingan level
2. Pencapaiannya juga pencapaian level
3. Storynya tepat seperti yang dijelaskan di artikel,
4. Quest yang monoton banget
Nah… makanya gw SEBAL sama Battlefield 3. Karena memiliki 1 2 3 4 unsur yang kusebut itu wkwkwkkw
dan pantes gw dulu suka main RF sampai bisa level 40. Karena aku nggak melakukan 4 hal diatas.
karena aku mainnya full cheat, meski bosen juga akhirnya, dan lebih seru pas nge hack nya sih. Terus cari cari glitch, lihat area area yang harusnya ga bs dimasuki.
rasa deg degan nya asik
@twitter-112385594:disqus
pantes gw dulu tiap main RO dan Nexia selalu max level kecil doank. Kebanyakan ngobrol doank wkwkwk.
enakan ngobrolnya daripada main-nya.
abisnya musik di RO asik asik sih buat bersantai.Nexia expresinya aneh2 dengan musik aneh aneh
teng teng teng treng teng teng
ada tuh, emoticon paling aneh sepanjang saya maen MMORPG yang ada di Nexia. klo ga salah, keywordnya itu 'K', terus ada sound effect kaya suara kentut, dan muka karakter kita kayak sebel gitu. hahaha..
opel mirip kayak temen saya waktu maen RO. dia nda suka grinding lama2, makanya dia ngebot terus dan cari2 celah terus biar ga disapu ama GM. dia sih ngakunya sering kena 'sapu' ama GM, makanya dia punya banyak char bayangan untuk ngelindungin char aslinya.
^^ aku mungkin beruntung, sepanjang memakai cheat belum pernah kesapu GM.
padahal kalau misalnya bot RF itu udah ngawur banget aku bot nya.
Apalagi waktu awal update Red Army atau apa gitu, yang pas dikasi anti cheat baru. Kan cheat pada gabisa tembus.
nah abis gw ubek2 akhirnya gw tembus, MERDEKA. Yang "fly" di RF cuman aku doank wkwkwk.
langsung aku bot sekalian aja sambil "fly" kwkwkw puas besoknya pas aku mainin ga perlu grinding. Tinggal gw pake ngobrol2 aja char nya

Gak tau juga gw stop/pensium mmorpg mulai ngerasa kantong dikuras… dari segi grinding. MMOFPSpun ketularan wakakakakak
iya, kita kudu bijak klo maen MMORPG. saya uda pernah ngalamin kayak gitu karena kantong dikuras abis2an buat ngebagusin char.. dan ternyata gamenya malah tutup. ahahaha. klo diinget2 lagi masa itu, antara sebel dan senang jg. senangnya karena dengan kejadian itu kayak 'warning' buat saya agar ga boros dan terperangkap lagi di hal yang sama.
Sebenarnya di samping dari fitur-fitur yang ditawarkan oleh MMORPG kebanyakan. Satu hal yang paling menarik dan paling mendasar adalah sisi interaksinya.
Akan sangat menyenangkan bertemu, berkenalan, dan berinteraksi dengan player lain dalam game yang merespon secara positif. Itu yang dulu gue temui ketika bermain di server luar. Saling bertukar item dan saat memberi secara berlebihan, mereka mengembalikan sisa item yang diminta, bahkan ngga jarang justru memberikan kita item bonus sebagai tanda ucapan terima kasih. Terkadang hal itu justru sangat jarang kita temui di dunia nyata. Haha
Kapanpun dan dimanapun tempatnya, orang baik tetaplah orang baik
betul, MMORPG itu bisa 'hidup' karena ada interaksi sosial antar pemainnya. genre yang membutuhkan komunitas.. Saya sering liad MMORPG yang hancur karena pemainnya sendiri yang menghancurkannya dengan merusak komunitas, dari ngomong kasar, suka tipu2, dan tentu sahja cheat berlebihan.
Itu screenshot…panel (atau apapun namanya yg floating dilayar itu) paling penuh yang pernah gw lihat =)) Icon bejibun, quickslot dll nya itu loh wakakakaka
sebetulnya yang kayak di screenshot itu ga setiap saat terjadi. haha. paling hanya momen2 tertentu aja..
awkakwkakw Game mmorpg paling kompleks dan fleksibel emang dipegang World of warcraft(yg pantes megang game MMORPG), liat aja gambar diatas yg ngerti tampilan add on banyak gitu cuma playernya sendiri, orang laen pasti gk ngarti awkawkawkak ,itu kenapa penulis make skrinsut2 dari WoW bwt artikel ini
bener. kadang cuma pemainnya sendiri yang ngerti dengan karakter mereka. mau quickslotnya penuh keisi, tp hanya pemiliknya yang bisa gerakin aja.
itu dia yg bikin gw sampe skarang ga paham main WoW… mabok kebanyakan ina ini itu..
)
btw gw setuju banget dengan kalimat para pemain MMORPG harus jaga kesehatan.. gw dulu maen MMORPG bisa 12-20jam sehari… hasilnya sekarang kalo duduk ga ada senderan dalam 30mnt pundak sakit parah kayak urat ketarik gara2 dulu pas main game duduk mulu gak gerak sama skali… T_T