Gabe Newell, seorang yang dulu pernah berkerja di Microsoft dan kemudian mendirikan perusahaan baru bernama Valve yang kini menjadi perusahaan game yang sangat kaya dan sukses terjun di berbagai bidang bisnis. Bagaimana sosok Gabe di mata pekerjanya? Apakah dia bos yang baik?
Ternyata tidak, dia sama sekali bukan bos. Paling tidak hal itulah yang dirasakan oleh Jason Holtman yang merupakan Business Development Director dari Valve.
Bagi Holman, Gabe adalah seorang yang sangat pintar dan merupakan kontributor yang luar biasa bagi Valve. Orang-orang dapat dengan terbuka berbicara dengan Gabe. Dia selalu berjalan kesana-kemari, duduk bersama suatu kelompok, dan berbicara. Dia benar-benar memberikan ide-ide dan pemecahan masalah nyata. Bila merasa tidak setuju dengan apa yang diungkapkan Gabe, maka kamu juga dapat dengan mudah berkata tidak ataupun memberikan berbagai data dan pendapat lain.
Holman kemudian menyampaikan bahwa Valve benar-benar tidak memiliki bos. Hal ini bukanlah suatu bahasa marketing, tetapi memang kenyataannya seperti itu.














Tidak ada bos secara horisontal memang menguntungkan, semua akan lebih akrab, bekerja sesuai dengan hobi dan melakukan apapun tanpa disuruh dan juga mengandalkan nilai pribadi. Akan tetapi secara vertikal biasanya berantakan. Berani jamin kalau di valve pasti banyak yang mengeluhkan ketangkasan penyelesaian sebuah project dan juga banyak ketidak efisienan waktu, sehingga penyelesaian project molor.
Yups
–> http://www.gamexeon.com/cara-valve-mengambil-kepu… beliau juga mengakuinya bahwa hal ini memang nggak efisien
Ah, begitu liat akhir teks, jadi membingungkan.
Di Valve memang tidak ada istilah boss maupun bawahan. Yang ada hanyalah rekan kerja.