PlayStation 3 hadir di tahun 2006 sebagai console yang sangat lengkap. Kamu bisa menggunakannya untuk memainkan lagu dalam kualitas sangat tinggi dari keping SACD, menyaksikan tayangan film di Blu-ray, bahkan menggunakannya sebagai Linux PC. Kemudian secara bertahap berbagai fitur yang ada di PlayStation 3 dihapuskan oleh Sony sampai akhirnya pada PlayStation 3 Slim tidak bisa memainkan SACD, tidak bisa menjalankan Linux, dan menggunakan top loader manual untuk memasukkan Blu-ray.
Penasaran seperti apa perjalanan PlayStation 3 dari penuh fitur menjadi minim fitur?
2006 – Most Feature Packed PlayStation 3 EVER
Pada tahun 2006 Sony menerbitkan PlayStation 3 CECHAxx yang dilengkapi dengan sangat banyak fitur. Memang fitur dual HDMI dan dual Gigabit Lan yang ada pada prototype PlayStation 3 telah dilupakan tetapi ternyata tetap masih banyak fitur yang terbit.
Lihat saja adanya port untuk card reader, empat buah port USB, dukungan OtherOS, dan tentunya CPU serta GPU PlayStation 2. Cukup dengan menginstall Linux maka PlayStation 3 yang kamu miliki disulap berubah menjadi sebuah PC. Kamu bisa menggunakannya untuk mengetik dokumen, print, dan berbagai kegiatan PC lainnya. Ketika ingin bermain game PlayStatino 3 maka cukup reboot ke Game OS.
Selain bisa memainkan game PlayStation 3, console versi lama ini juga dapat memainkan game PlayStation 2 dengan baik berkat ditanamkannya CPU dan GPU PlayStation 2 di dalam Mainboard PlayStation 3.
Untuk audiophile dapat memanfaatkan kemampuan PlayStation 3 versi tua ini untuk memainkan SACD.
Sayangnya sama seperti PC, PlayStation 3 ini boros listrik sehingga ditenagai oleh Power Supply 380 Watt. Kemudian meski Sony telah melengkapinya dengan sistem pendingin yang canggih dan besar, PlayStation 3 versi ini rawan rusak dengan penyakit yang dikenal sebagai YLOD (Yellow Light of Dead).
2007 – Goodbye Dukungan Penuh PlayStation 2
Secara umum PlayStation 3 versi CECHCxx memiliki fitur yang mirip dengan versi CECHAxx. Hanya saja sekarang untuk menjalankan PlayStation 2 dilakukan dengan kerjasama antara hardware dan emulasi.
Fabrikasi yang digunakan untuk CPU dan GPU masih tetap pada 90nm dan berbagai hal lain seperti Other OS dan port USB serta card reader masih tersedia. Begitu juga dengan Power Supply Unitnya yang masih bertenaga 380 Watt.
Kemudian di tahun yang sama terbit versi CECHGxx yang sama sekali tidak memiliki CPU maupun GPU PlayStation 2. Hasilnya semua game PlayStation 2 menjadi tidak dapat dimainkan dan baru pada tahu 2012 kembali bisa memainkan beberapa game PlayStatio 2 setelah Sony menerbitkan Emulatornya.
Pada versi CECHGxx sudah terjadi pemotongan fitur dengan dihapuskannya card reader dan port USB yang dikebiri dua buah sehingga dari aslinya empat buah hanya tersisa dua buah saja. Untungnya karena digunakan fabrikasi 65nm di GPU, konsumsi daya sistem secara keseluruhan menjadi turun dan relatif lebih tahan dari penyakit YLOD (Yellow Light of Death).
2009 – Goodbye Other OS
Akhirnya Sony menerbitkan PlayStation 3 yang lebih ramping dari pendahulunya dengan versi CECH-20xxx. Disini fitur OtherOS telah dihapuskan sehingga kamu tidak dapat menggunakan PlayStation 3 sebagai PC.
Selain fitur Other OS, masih ada fitur lain yang dipotong seperti hilangnya kemampuan untuk memainkan SACD dan tombol yang peka sentuhan. Berbicara mengenai tombol, di revisi terbaru PlayStation 3 ramping ini telah dihapuskan lampu-lampu LED di berbagai tombol. Memang LED harganya murah, tetapi mungkin Sony menghitungnya di kali sekian juta unit sehingga menjadi penghematan yang besar.
2012 – Goodbye Slot Loading Blu-ray Drive
Akhirnya di 2012 akan hadir PlayStation 3 yang sekali lagi lebih ramping daripada pendahulunya. Tentunya selain ramping ukurannya juga ramping fitur yang dimilikinya.
Apa saja yang hilang?
Hmm, yang hilang di PlayStation 3 versi terbaru ini bukan hal yang mempengaruhi gameplay tetapi mungkin akan membuat sebal maupun risih beberapa orang.
Hilang sudah slot loading Blu-ray drive yang ada di PlayStation 3 karena digantikan oleh top manual loading Blu-ray drive yang ditutup semacam plastik melengkung dengan motif garis-garis.
Keputusam yang diambil Sony ini memang pasti menurunkan biaya produksi tetapi rasanya telah melenyapkan kesan elegan dan premium dari PlayStation 3 ketika masih menggunakan slot loading blu-ray drive. Yah paling tidak keuntungannya sekarang jika PlayStation 3 mengalami kerusakan dan blu-ray game terjebak didalamnya maka dapat dengan mudah dipaksa buka dan dikeluarkan.



















hmm kapan keluar? di website sony masih slot loading tuh
Top loading is the best menurut gw, mudah bersihin optik (just in case optiknya rewel), ga ada yang namanya disc kejebak, lebih reliable karena ga ada mekanik buat insert/eject discnya. Cuma ya jeleknya kurang elegan aja sih hehehe
top loading itu kaya PSX? aku lebih suka yang gitu…. (Pendapat pribadi
)
kayaknya sih gitu, bakal mirip PS2 slim nih mungkin..