Welcome to the Gamexeon Forum.
Page 1 of 2 1 2 LastLast
Views: 5609
Replies: 12
  1. #1
    Destroyer Achievements:
    Three Friends Created Album pictures Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    4,626
    Points
    445,170
    Level
    67
    Points: 445,170, Level: 67
    Level completed: 74%, Points required for next Level: 3,580
    Overall activity: 4.0%

    Sejarah Gamelan Jawa dan Perkembangannya

    Bagi masyarakat Jawa khususnya, gamelan bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan kesehariannya. Dengan kata lain, masyarakat tahu benar mana yang disebut gamelan atau seperangkat gamelan. Mereka telah mengenal istilah 'gamelan', 'karawitan', atau 'gangsa'. Namun barangkali rnasih banyak yang belum mengetahui bagaimana sejarah perkembangan gamelan itu sendiri, sejak kapan gamelan mulai ada di Jawa?.

    Seorang sarjana berkebangsaan Belanda bernama Dr. J.L.A. Brandes secara teoritis mengatakan bahwa jauh sebelum datangnya pengaruh budaya India, bangsa Jawa telah rnemiliki ketrampilan budaya atau pengetahuan yang mencakup 10 butir (Brandes, 1889):

    (1) wayang,
    (2) gamelan,
    (3)ilmu irama sanjak,
    (4) batik,
    (5) pengerjaan logam,
    (6) sistem mata uang sendiri,
    (7) ilmu teknologi pelayaran,
    (8) astronomi,
    (9) pertanian sawah,
    (10) birokrasi pemerintahan yang teratur

    Sepuluh butir ketrampilan budaya tersebut bukan dari pemberian bangsa Hindu dari India. Kalau teori itu benar berarti keberadaan gamelan dan wayang sudah ada sejak jaman prasejarah. Namun tahun yang tepat sulit diketahui karena pada masa prasejarah masyarakat belum mengenal sistem tulisan. Tidak ada bukti-bukti tertulis yang dapat dipakai untuk melacak dan merunut gamelan pada masa prasejarah.

    Gamelan adalah produk budaya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur budaya yang bersifat universal. Ini berarti bahwa setiap bangsa dipastikan memiliki kesenian, namun wujudnya berbeda antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Apabila antar bangsa terjadi kontak budaya maka keseniannya pun juga ikut berkontak sehingga dapat terjadi satu bangsa akan menyerap atau mengarn bila unsur seni dari bangsa lain disesuaikan dengan kondisi seternpat. Oleh karena itu sejak keberadaan gamelan sampai sekarang telah terjadi perubahan dan perkembangan, khususnya dalam kelengkapan ansambelnya.

    Istilah “karawitan” yang digunakan untuk merujuk pada kesenian gamelan banyak dipakai oleh kalangan masyarakat Jawa. Istilah tersebut mengalami perkembangan penggunaan maupun pemaknaannya. Banyak orang memaknai "karawitan" berangkat dari kata dasar “rawit” yang berarti kecil, halus atau rumit. Konon, di lingkungan kraton Surakarta, istilah karawitan pernah juga digunakan sebagai payung dari beberapa cabang kesenian seperti: tatah sungging, ukir, tari, hingga pedhalangan (Supanggah, 2002:5¬6).

    Dalarn pengertian yang sempit istilah karawitan dipakai untuk menyebut suatu jenis seni suara atau musik yang mengandung salah satu atau kedua unsur berikut (Supanggah, 2002:12):
    (1) menggunakan alat musik gamelan - sebagian atau seluruhnya baik berlaras slendro atau pelog - sebagian atau semuanya.
    (2) menggunakan laras (tangga nada slendro) dan / atau pelog baik instrumental gamelan atau non-gamelan maupun vocal atau carnpuran dari keduanya.

    Gamelan Jawa sekarang ini bukan hanya dikenal di Indonesia saja, bahkan telah berkembang di luar negeri seperti di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Canada. Karawitan telah 'mendunia'. Oleh karna itu cukup ironis apabila bangsa Jawa sebagai pewaris langsung malahan tidak mau peduli terhadap seni gamelan atau seni karawitan pada khususnya atau kebudayaan Jawa pada umumnya. Bangsa lain begitu tekunnya mempelajari gamelan Jawa, bahkan di beberapa negara memiliki seperangkat gamelan Jawa. Sudah selayaknya masyarakat Jawa menghargai karya agung nenek moyang sendiri.
    Sumber data tentang gamelan

    Kebudayaan Jawa setelah masa prasejarah memasuki era baru yaitu suatu masa ketika kebudayaan dari luar -dalam hal ini kebudayaan India- mulai berpengaruh. Kebudayaan Jawa mulai memasuki jaman sejarah yang ditandai dengan adanya sistem tulisan dalam kehidupan masyarakat. Dilihat dari perspektif historis selama kurun waktu antara abad VIll sampai abad XV Masehi kebudayaan Jawa, mendapat pengayaan unsur-unsur kebudayaan India. Tampaknya unsur-unsur budaya India juga dapat dilihat pada kesenian seperti gamelan dan seni tari. Transformasi budaya musik ke Jawa melalui jalur agama Hindu-Budha.

    gamelan_band2Data-data tentang keberadaan gamelan ditemukan di dalam sumber verbal yakni sumber - sumber tertulis yang berupa prasasti dan kitab-kitab kesusastraan yang berasal dari masa Hindu-Budha dan sumber piktorial berupa relief yang dipahatkan pada bangunan candi baik pada candi-candi yang berasal dari masa klasik Jawa Tengah (abad ke-7 sampai abad ke-10) dan candi-candi yang berasal dari masa klasik Jawa Timur yang lebih muda (abad ke-11 sampai abad ke¬15) (Haryono, 1985). Dalam sumber-sumber tertulis masa Jawa Timur kelompok ansambel gamelan dikatakan sebagai “tabeh - tabehan” (bahasa Jawa baru 'tabuh-tabuhan' atau 'tetabuhan' yang berarti segala sesuatu yang ditabuh atau dibunyikan dengan dipukul). Zoetmulder menjelaskan kata “gamèl” dengan alat musik perkusi yakni alat musik yang dipukul (1982). Dalam bahasa Jawa ada kata “gèmbèl” yang berarti 'alat pemukul'. Dalam bahasa Bali ada istilah 'gambèlan' yang kemudian mungkin menjadi istilah 'gamelan'. Istilah 'gamelan' telah disebut dalam kaitannya dengan musik. Namur dalam masa Kadiri (sekitar abad ke¬13 Masehi), seorang ahli musik Judith Becker malahan mengatakan bahwa kata 'gamelan' berasal dari nama seorang pendeta Burma dan seorang ahli besi bernama Gumlao. Kalau pendapat Becker ini benar adanya, tentunya istilah 'gamelan' dijumpai juga di Burma atau di beberapa daerah di Asia Tenggara daratan, namun ternyata tidak.
    Gambaran instrument gamelan pada relief candi

    Pada beberapa bagian dinding candi Borobudur dapat 17 dilihat jenis-jenis instrumen gamelan yaitu: kendang bertali yang dikalungkan di leher, kendang berbentuk seperti periuk, siter dan kecapi, simbal, suling, saron, gambang. Pada candi Lara Jonggrang (Prambanan) dapat dilihat gambar relief kendang silindris, kendang cembung, kendang bentuk periuk, simbal (kècèr), dan suling.

    Gambar relief instrumen gamelan di candi-candi masa Jawa Timur dapat dijumpai pada candi Jago (abad ke -13 M) berupa alat musik petik: kecapi berleher panjang dan celempung. Sedangkan pada candi Ngrimbi (abad ke - 13 M) ada relief reyong (dua buah bonang pencon). Sementara itu relief gong besar dijumpai di candi Kedaton (abad ke-14 M), dan kendang silindris di candi Tegawangi (abad ke-14 M). Pada candi induk Panataran (abad ke-14 M) ada relief gong, bendhe, kemanak, kendang sejenis tambur; dan di pandapa teras relief gambang, reyong, serta simbal. Relief bendhe dan terompet ada pada candi Sukuh (abad ke-15 M).

    Berdasarkan data-data pada relief dan kitab-kitab kesusastraan diperoleh petunjuk bahwa paling tidak ada pengaruh India terhadap keberadaan beberapa jenis gamelan Jawa. Keberadaan musik di India sangat erat dengan aktivitas keagamaan. Musik merupakan salah satu unsur penting dalam upacara keagamaan (Koentjaraningrat, 1985:42-45). Di dalam beberapa kitab-kitab kesastraan India seperti kitab Natya Sastra seni musik dan seni tari berfungsi untuk aktivitas upacara. keagamaan (Vatsyayan, 1968). Secara keseluruhan kelompok musik di India disebut 'vaditra' yang dikelompokkan menjadi 5 kelas, yakni: tata (instrumen musik gesek), begat (instrumen musik petik), sushira (instrumen musik tiup), dhola (kendang), ghana (instrumen musik pukul). Pengelompokan yang lain adalah:

    (1) Avanaddha vadya, bunyi yang dihasilkan oleh getaran selaput kulit karena dipukul.
    (2) Ghana vadya, bunyi dihasilkan oleh getaran alat musik itu sendiri.
    (3) Sushira vadya, bunyi dihasilkan oleh getaran udara dengan ditiup.
    (4) Tata vadya, bunyi dihasilkan oleh getaran dawai yang dipetik atau digesek.
    Klasifikasi tersebut dapat disamakan dengan membranofon (Avanaddha vadya), ideofon (Ghana vadya), aerofon (sushira vadya), kordofon (tata vadya). Irama musik di India disebut “laya” dibakukan dengan menggunakan pola 'tala' yang dilakukan dengan kendang. Irama tersebut dikelompokkan menjadi: druta (cepat), madhya (sedang), dan vilambita (lamban).

  2. #2
    Coder Achievements:
    Three Friends 1 year registered Created Album pictures Tagger First Class 25000 Experience Points
    Array
    Posts
    290
    Points
    31,234
    Level
    18
    Points: 31,234, Level: 18
    Level completed: 71%, Points required for next Level: 1,016
    Overall activity: 0%
    wew...wew... chiet ne menggeluti bidang kebudayaan yah...

  3. #3
    Martial Artist Achievements:
    Three Friends Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    501
    Points
    149,533
    Level
    39
    Points: 149,533, Level: 39
    Level completed: 69%, Points required for next Level: 2,417
    Overall activity: 34.0%
    Gamelan emang OK! Demen boss
    Last edited by ast-cs; 30-01-10 at 10:37.

  4. #4
    Macan Garong Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Created Album pictures Tagger First Class
    Awards:
    Discussion Ender
    Array
    Posts
    44,924
    Points
    9,209,047
    Level
    100
    Points: 9,209,047, Level: 100
    Level completed: 0%, Points required for next Level: 0
    Overall activity: 19.0%
    BUMP...............

    gamelan masa kini, apakah kaum muda masih menyukai gamelan ini??

  5. #5
    Weapon Maker Achievements:
    Three Friends Recommendation Second Class Created Album pictures Tagger First Class Veteran
    Array
    Posts
    3,888
    Points
    1,182,308
    Level
    100
    Points: 1,182,308, Level: 100
    Level completed: 74%, Points required for next Level: 5,642
    Overall activity: 12.0%
    sekarang kebanyakan penggemarnya malah dari orang2 luar negeri...........

  6. #6
    Patcher Achievements:
    Three Friends Your first Group Recommendation Second Class Veteran Tagger First Class
    Array
    Posts
    1,846
    Points
    485,425
    Level
    70
    Points: 485,425, Level: 70
    Level completed: 69%, Points required for next Level: 4,425
    Overall activity: 61.0%
    banyak cara untuk mengembalikan minat anak muda terhadap gamelan dan budaya tradisional, seperti fusion kaya beberapa karya Om Guruh sukarnoputra dan Sujiwo Tejo...
    Last edited by Rise_of_nation_masterz; 05-08-10 at 17:20.

  7. #7
    Weapon Maker Achievements:
    Three Friends Recommendation Second Class Created Album pictures Tagger First Class Veteran
    Array
    Posts
    3,888
    Points
    1,182,308
    Level
    100
    Points: 1,182,308, Level: 100
    Level completed: 74%, Points required for next Level: 5,642
    Overall activity: 12.0%
    @rise of: cara seperti efektif ya bro ditengah derasnya teknologi yg trus berkembang?

    btw jaman sekarang kaya kebalikan..........yg dari luar negeri malah menggemari hal berbau tradisional.........sedangkan dinegara kita sendiri malah
    banyak yang meminati teknologi digitall n meninggalkan hal2 berbau tradisional.......

  8. #8
    Weapon Maker Achievements:
    Three Friends Recommendation Second Class Created Album pictures Tagger First Class Veteran
    Array
    Posts
    3,888
    Points
    1,182,308
    Level
    100
    Points: 1,182,308, Level: 100
    Level completed: 74%, Points required for next Level: 5,642
    Overall activity: 12.0%
    @rise of: cara seperti efektif ya bro ditengah derasnya teknologi yg trus berkembang?

    btw jaman sekarang kaya kebalikan..........yg dari luar negeri malah menggemari hal berbau tradisional.........sedangkan dinegara kita sendiri malah
    banyak yang meminati teknologi digitall n meninggalkan hal2 berbau tradisional.......

  9. #9
    Patcher Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Tagger First Class Veteran 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    1,691
    Points
    978,287
    Level
    99
    Points: 978,287, Level: 99
    Level completed: 92%, Points required for next Level: 1,663
    Overall activity: 0%
    Kalo nggak salah sih mempelajari Gamelan itu lebih sulit daripada belajar Gitar, Bass dan Drums ... (CMIIW), makanya orang Kita agak malas untuk bisa memainkan Gamelan..., sedangkan Orang Luar menganggap suatu tantangan untuk bisa memainkan Gamelan ini.

    Ane aja coba belajar Suling Sunda aja salah terus ....

  10. #10
    Weapon Maker Achievements:
    Three Friends Recommendation Second Class Created Album pictures Tagger First Class Veteran
    Array
    Posts
    3,888
    Points
    1,182,308
    Level
    100
    Points: 1,182,308, Level: 100
    Level completed: 74%, Points required for next Level: 5,642
    Overall activity: 12.0%
    @mad75: keep trying bro.......... soal sulit ato ga tergantung kemauan n niat ......... buktinya banyak orang bule bisa jadi dalang.........he he he



 
Page 1 of 2 1 2 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141