Welcome to the Gamexeon Forum.
Page 1 of 7 1 2 3 ... LastLast
Views: 6906
Replies: 68
  1. #1
    Siluman GX Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    3,827
    Points
    852,463
    Level
    93
    Points: 852,463, Level: 93
    Level completed: 34%, Points required for next Level: 12,287
    Overall activity: 4.0%

    Post (Mitos ato fakta?) Benarkah Nabi Muhammad Buta Huruf??

    Kemampuan Nabi Muhammad dalam hal baca tulis sampai saat ini memang tetap menjadi sebuah polemik di dunia Islam. Sebagian besar umat Islam berpendapat bahwa nabi memang buta huruf, sedangkan yang lain mencoba membantah ini. Masing-masing memiliki alasan yang menurut mereka lebih kuat dibanding yang lain.
    Baik kelompok yang menolak maupun yang menerima ke-ummi-an nabi sebagai sebuah kebutahurufan sama-sama berangkat dengan menggunakan ayat yang sama dalam perdebatan mereka. Yaitu: “orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka…..”

    Berkenaan dengan hal ini Prof. Dr. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah-nya menyatakan bahwa; “Kata ummi terambil dari kata umm/ ibu dalam arti seseorang yang tidak pandai membaca dan menulis. Seakan-akan keadaanya dari segi pengetahuan atau pengetahuan membaca dan pengetahuan menulis sama seperti keadaan ibunya yang tidak pandai baca-tulis.” Selain itu, masih menurut beberapa mufasirin kata ummi ini berasal dari kata ummah yang menunjukkan bahwa masyarakat pada masa sebelum al-Qur’an turun memang dalam kondisi buta huruf. Namun Prof. Dr. Quraish Shihab menegaskan bahwa memang Rasulullah memang benar-benar ummi dalam artian buta huruf. Hal ini dikarenakan untuk menjaga otentitas al-Qur’an itu sendiri. Ini dipertegas al-Qur’an sendiri. “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).”
    Kalau dilihat melalui sejarah bangsa Arab, memang pada dasarnya, di lingkungan Hijaz, orang-orang yang pandai memang sangat sedikit sehingga mereka dengan mudah dapat dikenal. Termasuk di Makkah, ibu kota Hijaz. Tentu saja di lingkungan seperti ini, sekiranya Nabi pernah belajar membaca dan menulis pada seorang guru, tentu beliau akan terkenal saat itu. Seandainya kita tidak menerima kenabiannya, bagaimana mungkin beliau dalam kitabnya menjelaskan keummian dirinya dengan tegas? Apakah masyarakat tidak akan protes kepadanya seraya barkata, “Kamu kan pernah belajar”? Hal ini merupakan indikasi yang jelas akan keummiannya.
    Pendapat di atas tentu juga menui kritik. Salah satunya dari Syeikh al-Maqdisi, penulis buku Nabi Muhammad, Buta Huruf atau Genius?. Ia mengatakan bahwa para ulama telah melakukan kekeliruan dalam menafsirkan kata ummi dalam al-Qur’an. Al-Maqdisi tidak bisa menerima jika Nabi adalah seorang yang buta huruf dan aksara. “Bagaimana mungkin seorang yang ummi dapat memimpin dan mengajarkan ajaran Tuhan dengan baik jika ia tidak berpengetahuan dan berilmu.” Katanya.
    Untuk memperkuat argumennya al-Maqdisi menggunakan hadis yang diriwayatkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: “Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanir rahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.” Hadis ini menunjukkan bahwa nabi pandai membaca dan menulis. Jadi lagi-lagi tidak mungkin orang yang tidak dapat baca dan tulis dapat mengajar umatnya.
    Menurut al-Maqdisi kesalahan yang dibuat oleh para ulama pada dasarnya terajadi karena kesalahan pemaknaan pada kata ummi itu sendiri. Kata ummi terlalu diartikan secara letterlock oleh para ulama sehingga apa yang dihasilkannyapun juga literar seperti apa adanya. Kata ummi akan lebih tepat jika diartikan sebagai orang-orang di Arab selain Yahudi dan Nasrani. Karena kedua golongan ini menyebut orang-orang di luar diri mereka sebagai ummi. Jadi seperti itulah pemaknaan yang sesuai mengenai kata ummi ini. Dengan menafsirkan kata ummi ini dengan golongan non-Yahudi dan non-Nasrani, maka kepribadian Nabi sebagai uswatun hassanah tidak akan terkoyak.
    Namun, dari kritik inipun saya melihat bahwa al-Maqdisi dalam bukunya itu terlalu berspekulasi dengan tidak melihat kondisi yang ada pada saat itu secara detail. Meskipun pendapatnya juga tidak begitu salah dalam artian pernyataan bahwa ummi itu adalah orang-orang selain Yahudi dan Nasrani, namun, itu belum cukup membuktikan Nabi dapat membaca dan menulis atau tidak. Apalagi jika kita melihat tulisan Martin Lings dalam Muhammad yang menggambarkan kondisi sewaktu Nabi Muhammad masih kecil paska kematiannya kakeknya, beliau harus bekerja untuk mendapatkan nafkahnya sendiri dengan menggembalakan kambing. Ini dikarenakan baik kondisi ekonominya sendiri maupun pamannya, abu Thalib, dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Jadi praktis kehidupan Muhammad hanya berkutat pada pegunungan dan lereng-lereng padang rumput di Hijaz. Dan kemungkinan untuk belajar pada seorang yang pandai di Hijaz pada waktu itupun begitu kecil. Meskipun pernah diriwayatkan ia pernah belajar pada seorang Nasrani yang bekerja sebagai pandai besi, namun riwayat inipun masih diragukan.
    Namun ada satu pendapat lagi yang menurut saya menarik. Pendapat ini muncul di kalangan orang-orang Syiah yang meski tetap berpendapat bahwa Nabi memang tidak bisa membaca dan menulis namun mereka mengatakan bahwa Nabi memiliki kemampuan khusus dalam memperoleh kebenaran. Kemampuan itu mereka sebut sebagai intuisi, yaitu kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa memerlukan pengenalan langsung pada apa yang dikenalnya itu. Jadi ketika nabi mengajar dan memberi pelajaran pada para sahabat Nabi tidak perlu bisa membaca dan menulis terlebih dahulu untuk melakukan itu, karena Nabi sendiri adalah ibarat tulisan dan sumber pengetahuan itu sendiri.
    Selain itu sebuah riwayat dari Imam Bukhari yang menyebutkan bahwa, “Rasulullah bersabda: Malaikat itu mendekapku sampai aku sulit bernafas. Kemudian ia melepaskanku dan berkata, ‘Bacalah!’Kujawab, Aku tidak dapat membaca. Ia mendekapku lagi hingga akupun merasa tersesak. Ia melepaskanku dan berkata, ‘Bacalah!’ Dan kembali kujawab, aku tidak dapat membaca! Lalu, ketiga kalinya ia mendekapku dan seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata………………” Ini menunjukkan bahwa nabi memang seorang yang ummi dalam artian tidak bisa membaca dan menulis. Namun tidak menutup kemungkinan lainnya untuk terjadi, karena sejarah bisa saja diutak-atik. Maka dari itu sejarah selalu membutuhkan sikap kritis kita dalam mempelajarinya.

    Dari Konteks keumian nabi ini saya melihat bahwa nabi mengalami beberapa fase dalam kehidupan beliau. fase pertama, saat masih kecil dan usia remaja, hingga masa-masa umur dua puluhan. Fase ini, sosok nabi adalah seorang yang memang benar dikatakan buta huruf.
    Setelah fase inilah kemudian spekulasi dapat dimunculkan. masa perkenalannya dengan Khadijah, dijadikan manager khalifah dagang wanita kaya ini. Cukup sulit dikatakan bahwa nabi buta huruf pada sosok nabi sebagai ahli dagang. meski kemudian dapat dimunculkan pula bahwa bisa saja seseorang menjadi pedagang tanpa harus bisa membaca dan menulis. namun sebagai orang kepercayaan khadijah saya pikir Nabi tidak lagi buta huruf, paling tidak beliau telah bisa membaca
    sumber: Benarkah Nabi Muhammad Buta HUruf? Poetraboemi

    KLIK LINK UNTUK MELANJUTKAN :

    Post bagian ke 2


    Post bagian ke 3

    Post bagian ke 4
    Last edited by wendy; 09-06-09 at 15:38. Reason: kasih link gitu aja wen ;)

  2. #2
    Siluman GX Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    3,827
    Points
    852,463
    Level
    93
    Points: 852,463, Level: 93
    Level completed: 34%, Points required for next Level: 12,287
    Overall activity: 4.0%
    Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad
    Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad.

    Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.

    Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam! Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?

    Bagi Syekh Al-Maqdisi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerejamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

    Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”. Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.

    Selain itu, kata “ummi” di situ juga bisa merujuk pada kata “umm” atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah “orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa”.

    Dalam buku ini, Syekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: ”Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.”

    Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf? Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini.
    sumber: Kayla Pustaka - Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad

  3. #3
    Siluman GX Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    3,827
    Points
    852,463
    Level
    93
    Points: 852,463, Level: 93
    Level completed: 34%, Points required for next Level: 12,287
    Overall activity: 4.0%
    Nabi Muhammad Buta Huruf Apa Genius?
    Akidah umum umat Islam menggariskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah “ummi”: tidak tahu tulis-baca. Keyakinan ini begitu melekat di alam bawah sadar mereka. Sehingga muncul semacam keyakinan bahwa tanpa “keummian” beliau, wahyu tidak sempurna. Apakah benar beliau “ummi” sejak kecil hingga menghadap Allah SWT? Atau sebaliknya? Beliau benar-benar jenius.

    Syek Al-Maqdisi, seorang pemikir Timur Tengah, menulis buku sangat kontroversial, ‘Khurâfatu Ummiyati Muhammad’ (Mitos Keummian Muhammad) yang diterjemahkan oleh Abu Nayla dengan judul “Nabi Muhammad: Buta Huruf atau Genius” (Jakarta: Nun Publisher, Cet. I, April 2007).

    Lewat analisis-kritisnya, Syekh Al-Maqdisi menggugurkan keyakinan umat Islam tentang keummian Nabi Muhammad SAW. Menurut beliau, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang keummian Nabi Muhammad, tapi disalahpahami. Yaitu: [1] Qs. Al-A‘râf: 157; [2] Qs. Al-A‘râf: 158. Dua ayat ini lah yang secara terang-terangan menyebut tentang “keummian Nabi Muhammad”.

    Tapi, ada ayat lain yang secara implisit menyebutkan kata “ummi” di dalam redaksinya, yaitu: [1] Qs. Al-‘Ankabűt: 48; [2] Qs. Al-Jumu‘ah: 2.

    Di dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang membantah dan menggugurkan dan membantah kebutahurufan Nabi Muhammad SAW. Diantaranya: [1] Al-‘Ankabűt: 48; [2] Qs. Al-‘Alaq: 1-5; [3] Qs. Ali ‘Imrân: 164; [4] Qs. Al-Jumu‘ah: 2; [5] Qs. Ali ‘Imrân: 75.

    Selain ayat-ayat Al-Qur’an di atas, untuk menyanggah keummian Nabi Muhammad, beliau menyebutkan fakta-fakta rasional dan sejarah. Sebagai contoh, beliau mengutip pendapat al-Zarqânî dalam “Manâhil al-‘Irfân” (I: 357) bahwa Nabi Muhammad pada akhirnya mengerti baca-tulis tepat ketika beliau telah mendapat petunjuk dan gaung firman yang dibawanya semakin menguat. Ketika itu, orang-orang Arab sudah tak mampu lagi menentang Al-Qur’an dengan membuat satu surah saja sebagai tandingannya. Dan fakta kebutahurufan Nabi Muhammad pada awal-awalnya hanyalah persoalan situasional yang diperlukan untuk membangun argumen yang kuat, dan agar mukjizat tampak lebih jelas menunjukkan kejujuran Nabi Muhammad dalam klaim kenabian dan risalahnya.

    Bukti lain adalah apa yang diriwayatkan oleh al-Shaduq dalam ‘Ilalus Syara‘i’ (Argumen-Argumen Syariat). Abu Abdillah pernah meriwayatkan, “Sebagian dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepada Rasulullah adalah kemampuan membaca, walau tidak kemampuan menulis. Dan tatkala Abu Sufyan hendak menyerahkan salah satu surat Abbas kepada Nabi yang sedang menuju Madinah, beliau membacanya. Tetapi beliau tidak mengabarkan hal itu kepada para sahabat, dan memerintah mereka untuk memasuki Madinah. Setelah sampai di Madinah, beliau baru mengabarkan isi surat tersebut kepada para sahabatnya. (Bihârul Anwar, XVI: 133).

    Hemat saya, buku ini sangat menarik untuk ditelaah. Selain argumennya kuat dan kukuh, kandungannya sangat ringkas dan padat. Sehingga, pembaca tidak merasa bosan. Di samping itu, kritiknya benar-benar tajam dan “to the point”. Secara pribadi, saya semakin yakin bahwa Nabi Muhammad itu benar-benar genius: bisa tulis-baca pasca-kenabiannya. Karena memang tidak mungkin dia memerintahkan umatnya untuk membaca, sementara beliau tidak faham tulis-baca.
    sumber: ?Mencoba Jujur, Adil, dan Benar? - ?Nabi Muhammad: Buta Huruf atau Genius?

  4. #4
    Siluman GX Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    3,827
    Points
    852,463
    Level
    93
    Points: 852,463, Level: 93
    Level completed: 34%, Points required for next Level: 12,287
    Overall activity: 4.0%
    komen seseorang mengenai artikel ini
    mungkin juga........... tapi................

    agak bingung nih.......... dengan cerita turunnya surat Iqra 1-5

    ketika disuruh membaca oleh malaikat Jibril, Rasullulah menjawab "saya tidak bisa membaca"...... bahkan sampai 3 kali.... baru setelah Jibril membacanya lebih dulu, lalu Rasullulah mengikutinya.

    menurut pendapat sayah (hanya kesimpulan dari pengamatan sayah)
    saya yakin Rasullulah bisa membaca setelah menerima wahyu. sebelum itu, kemungkinan besar buta huruf.

    Rasullulah dikenal karena kejujurannya dan keamanah-nya serta kecerdasan emosional dan pemikirannya bukan karena kecerdasan dan kemampuannya dalam baca tulis.

    namun sayah juga tidak menampikan bahwa Rasullulah mungkin bisa membaca huruf-huruf tertentu, kalimat tertentu tapi tidak banyak. atau bisa dibilang sedikit sekali yang ia tahu tentang tulisan arab, sehingga dikategorikan sebagai buta huruf.

    maka ketika di gua hira...... Rasullulah menjawab sayah tidak bisa membaca diartikan bahwa tulisan arab yang ada sudah tulisan yang cukup rumit (walaupun ini adalah tulisan biasa bagi yang sudah bisa baca dan tulis)
    sanggahannya
    Nabi Muhammad itu bisa membaca. Karena :
    1. Keturunan bangsawan karena suku Quraisy itu hampir seluruhnya bangsawan termasuk dia dan pamannya, ga mungkin seorang bangsawan itu buta huruf!!
    2. Turunnya surat Al-alaq dengan perantar Jibril yang berbunyi "iqra" "bacalah" sampai 3x itu menitik beratkan pada membaca kondisi negri Mekaah pada saat itu yg masyarakatnya penuh dengan kemaksiatan. Karena rasulullah waktu itu menjawab "ma ana bi qori" ma = dengan apa, ana = saya, bi qori = membaca, jadi rasulullah berkata "ma ana bi qori", Dengan apa saya membaca!! karena logisnya waktu Allah menurunkan wahyu itu hanya berupa kallam atau perkataan dengan perantara jibril jadi tidak berupa tulisan atau pun yg berbentuk fisik jadi bukan saya tidak dapat membaca!!
    3. Dia itu menjadi orang kepercayaan Siti Khadijah, dan Siti Khadijah itu seorang pedagang besar. Siti khadijah itu berdagang itu melingkup antar Negara yaitu sampai keluar Jazirah Arab, dan rasulullah itu seorang Managernya Khadijah yg mengatur perdagangan dan tidak mungkin seorang manager itu luput dari yg namanya TULIS MENULIS, dan tidak mungkin jg seorang yg bisa menulis itu buta huruf.
    4. Dia itu bukan sekedar Pemimpin Agama tapi dia juga sebagai pemimpin Negara. Karena beliau yg menuliskan tinta emas di madinah yg menjadikan Madinah sebagai Negara Islam Pertama Didunia. Di madinah itu beliaulah sebagai PRESIDENNYA. beliau yg menata sistem pemerintah disana dengan Hukum Islam. Masa seorang Presiden Buta huruf.!!
    sumber: Benarkah Nabi Muhammad Buta Huruf??

    lalu bagaimana menurut kalian? peace.. ^^

  5. #5
    Kotaro Minami Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Created Album pictures Tagger First Class
    Array
    Posts
    3,985
    Points
    36,325
    Level
    20
    Points: 36,325, Level: 20
    Level completed: 10%, Points required for next Level: 3,525
    Overall activity: 0%
    Nabi Muhammad mengalami "metamorfosis" dlm perjalanan hidupnya, dari seorang yg ummi (buta huruf) menjadi seorang yg genius. Dari yg buta huruf menjadi pandai baca tulis. Dalam masa pemerintahannya beliau banyak mengirimkan surat2 tulisan beliau yg dikirimkan ke raja2 non-muslim untuk diajak dlm seruan ajarannya.

  6. #6
    GX Elite Staff Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Created Album pictures Tagger First Class
    Array
    Posts
    10,195
    Points
    1,391,224
    Level
    100
    Points: 1,391,224, Level: 100
    Level completed: 96%, Points required for next Level: 1,026
    Overall activity: 0%
    NO comment ilmu wa belum cukup
    Tapi apapun jawabannya
    MUHAMMAD ADALAH RASULULLAH !!!

  7. #7
    Gunslinger Achievements:
    Three Friends Your first Group Recommendation First Class Veteran Created Album pictures
    Array
    Posts
    9,764
    Points
    3,504,320
    Level
    100
    Points: 3,504,320, Level: 100
    Level completed: 21%, Points required for next Level: 29,930
    Overall activity: 40.0%
    wew harus pake timeline nih pertanyaannya

    maksutnya apakah Nabi itu buta hurup sebelum atau sesudah menerima wahyu pertama?

    atau kontexnya membaca bukan secara harfiah saat menerima wahyu pertama?

    maap ga ilmu gw juga blom nyampe situ, musti nanya2 para ulama yang tau dulu nih

    Peace

  8. #8
    Infiltrator Achievements:
    Three Friends Veteran Tagger Second Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    985
    Points
    698,731
    Level
    84
    Points: 698,731, Level: 84
    Level completed: 60%, Points required for next Level: 6,719
    Overall activity: 0%
    Iqro...
    itukan kata yang terucap pada saat Nabi muhamad di goa Hiro...
    Baca adalah sumber ilmu.
    Sebelum itu mungkin saja... tapi setelah itu ya bisa lah...
    Maaf kalo salah pengetahuan agamanya masih kurang sayah mah....

  9. #9
    Otaku Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Created Album pictures Veteran Created Blog entry
    Array
    Posts
    3,792
    Points
    806,778
    Level
    90
    Points: 806,778, Level: 90
    Level completed: 83%, Points required for next Level: 3,072
    Overall activity: 0%
    Blog Entries
    5
    aduh.... gue gak berani comment macam - macam , dia itu sebelum jadi nabi & rosul memang gak bisa baca , tapi waktu dia menyendiri di gua Hira' dia diajari baca ama malaikat Jibril

  10. #10
    Siluman GX Achievements:
    Three Friends Recommendation First Class Veteran Tagger First Class 50000 Experience Points
    Array
    Posts
    3,827
    Points
    852,463
    Level
    93
    Points: 852,463, Level: 93
    Level completed: 34%, Points required for next Level: 12,287
    Overall activity: 4.0%
    kalo aku sih lebih percaya kalo Nabi Muhammad itu seorang yg tidak buta huruf.
    dan tentu saja Muhammad itu Rasul, karena semua yg terkandung dalam Al quran adalah banyak berbagai bidang ilmu pengetahuan dan matematika kriptografi yg manusia dan jin sepintar apapun tak akan bisa membuatnya.

    cuma masalahnya. Nabi Muhammad itu apakah bener buta huruf sebagaimana mayoritas umat muslim meyakininya??

    belum tentu yg kita dengar dan kita lihat itu benar, belum tentu juga yg mayoritas itu benar dan minoritas itu salah.
    teori itu bisa putar balik sifatnya, tapi kalo Al quran sudah merupakan hukum pasti, tidak ada keraguan didalamnya.
    nah coba aja baca buku yg kukasi sumber nya itu, bagaimana Al Quran mengatakan ttg ke ummian Muhammad, dan sekali lagi ada dua tafsir berbeda mengenai arti kata Ummi. seperti dulu teori Adam manusia pertama ^^
    saran ku juga baca juga sejarah perjalanan nabi Muhammad dari berbagai sumber, dari situ nanti kalian bisa deh menarik kesimpulan mengenai artikel ini ^^



 
Page 1 of 7 1 2 3 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141