Share
216 Views
2 Replies

Banyak sekali game yang diangkat dari film yang secara komersil laku di pasaran, namun hasilnya belum tentu sama. Sebagian dari mereka merana lantaran kurangnya keseriusan produser menggarap lahan tersebut, yang bisa jadi, game tersebut awalnya memang hanya disediakan sebagai bagian dari kelengkapan promosi saja. Game Harry Potter ini juga tak luput dari persoalan serupa. Tanpa sutradara David Yates dan mendapat rating Entertainment Software Rating Board (ESRB):E, yang artinya hanya untuk anak-anak 10 tahun ke atas. Kategori ini lebih banyak menampilkan kartun, fantasi atau kekerasan tingkat terendah, termasuk juga penggunaan bahasa. Anak-anak Anda akan aman mengonsumsi game ini. Agar lebih menarik, pengisi suara karakter dalam game ini dilakukan oleh pemain aslinya seperti Rupert Grint sebagai Weasley dan Tom Felton sebagai Draco Malfoy. Namun, penggemar Daniel Radcliffe maupun Emma Watson harus siap kecewa karena mereka absen mengisi suara Harry Potter dan Hermione.
Dari segi permainan, tak banyak yang berubah dari seri terdahulu. Tongkat sihir dapat digunakan menggunakan kombinasi gerakan mouse begitu juga dengan pengendalian sapu terbang. Toh EA tetap memberikan ruang dan waktu bagi gamer untuk berlatih mengontrol mouse tanpa harus menjadi bosan. Kalaupun bosan, Anda tak bisa berbuat apapun karena Anda memang harus menyelesaikan tugas menangkap Golden Snitch tersebut saat berlatih mengendalikan sapu terbang. Anda mungkin akan mulai merasa bosan jika mulai masuk ke pelajaran ramuan yang terkesan terlalu panjang dan berbelit-belit. Dan Anda tetap tak bisa menghindari hal tersebut, sama seperti Harry Potter yang selalu malas mengikuti pelajaran ini, kecuali saat ia mendapat buku penuh coretan milik Snape muda. Unsur paling kental dalam permainan ini adalah Combine and Match sehingga Anda tidak akan mendapati jantung yang berdebar-debar. Permainan Quidditch maupun pertandingan sihir merupakan hal yang paling menyenangkan.

Sebagai informasi tambahan, pertandingan sihir dalam ‘Dueling Club’ cukup berbobot, lawan tidak berperan seperti robot yang kaku namun juga bisa menghindar dan menunggu waktu yang tepat untuk membalas. Hal yang paling membedakan Harry Potter and The Half Blood Prince dengan seri sebelumnya adalah penggunaan grafis Shader Model 2.0c yang menghasilkan gambar lebih nyata. Berhubung efek Shader Model 2.0c ini paling terasa dalam wujud air, maka efek yang paling terlihat adalah saat mencampur ramuan dalam air di dalam panci.
Sebagai penutup, secara keseluruhan game ini kurang lebih sama seperti seri terdahulunya, hanya ceritanya saja yang berbeda dengan sedikit penambahan kualitas grafis, dan variasi permainan. Apabila Anda penggila gender fast paced action, agaknya harus menjauhi game ini. Namun, sebagai alat hiburan, Harry Potter and the Half Blood Prince mampu mengembalikan arti hiburan itu dengan sangat baik.
Tak terlalu banyak berubah, namun bisa menjadi alternatif hiburan anak-anak.
Persyaratan Sistem (minimum):
OS: Windows XP / Windows Vista / Mac OSX
Processor: Intel Core or AMD64 1.8Ghz
RAM: 256MB (512GB untuk Vista)
Video: DirectX9
DirectX: 9.0c
Hard Disk: 5 GB
INFO : HWM Magazine September 2009