Mungkin anda sudah sering mendengar anjuran untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulut dengan menjaga kebersihannya. Namun, 61,5% penduduk Indonesia menyikat gigi sesuai anjuran. Masalah yang sering terjadi karena kelalaian ini mungkin adalah gigi berlubang, tapi tahukah anda bahwa dari gigi berlubang dapat menyebabkan penyakit sistemik seperti stroke, jantung, dan kelainan prematur.

Kita menjaga kesehatan dengan memperhatikan apa yang diasup oleh tubuh kita dan apa yang diasup oleh tubuh tentu melalui mulut dan gigi. Mulut merupakan gerbang dari kesehatan dalam tubuh kita. Setiap hari makanan yang kita konsumsi tidak bisa terlepas dari gula padahal gula inilah yang menyebabkan timbulnya gigi berlubang.

Di dalam mulut terdapat bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri jahat ini yang kemudian memproduksi asam dari gula yang menempel pada gigi sehingga menimbulkan plak. Plak inilah yang menyebabkan penyakit pada gigi. Di saat tersebut terjadi proses demineralisasi yaitu terangkatnya mineral pada gigi, oleh karena itu sangat dianjurkan untuk menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung flouride setelah makan. Flouride adalah zat yang dapat menggantikan mineral gigi yang terangkat.

Menggosok gigi tidak sesuai anjuran atau bahkan tidak menggosok gigi sama sekali, menggunakan tusuk gigi bisa mengakibatkan infeksi pada gigi dan gusi. Infeksi pada gigi dan gusi bisa menyebar ke dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit sistemik.

Infeksi pada gigi dan gusi merangsang timbulnya mediator radang yang disebut sitokin. Bila sitokin ini terhirup salurang inhalasi yang terinfeksi dapat menimbulkan peradangan paru. Sitokin dapat menyebabkan regulasi gula darah terganggu pada penderita diabetes. Bila masuk ke dalam aliran darah dapat mengakibatkan stroke dan jantung koroner.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghindari itu semua selain menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut. Yaitu dengan menggosok gigi dua kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur, flossing (menggunakan benang gigi untuk mengambil sisa makanan yang menyangkut di gigi), kumur dengan air bersih atau obat kumur antiseptik, tidak makan manis berlebihan, dan periksa ke dokter gigi enam bulan sekali.