|
Ruang Kesehatan jadilah gamer sehat :D
Selamat datang di Gamexeon Forum !
Saat ini kamu sepertinya masih menjadi tamu saja yang hanya dapat memanfaatkan situs ini secara terbatas. Dengan bergabung bersama kami, kamu dapat menanyakan semuanya mulai dari panduan sebuah game sampai utak atik game dan hardware. Banyak fitur lain seperti blogging, fasilitas realtime feeds, video post, poll dan lain sebagainya sebagai sarana diskusi juga disertakan dan siap digunakan oleh siapapun. Registrasinya cepet dan gampang kok, nggak bertele tele, makanya itu daftar sekarang!
Kalo ada masalah mengenai pendaftaran dan lain sebagainya, hubungi kami segera.
Kalau mau lihat index forum aktif yang sedang melakukan diskusi, kamu bisa klik disini .
Kalau mau tau apa saja yang sedang berlangsung di GX secara realtime, kamu bisa klik Newpost. Nggak usah di tutup lagi, nanti dia update sendiri :)
|
|
|
|
|
Ability Maker
Posts: 3,002
Join Date: Mar 2007
Location: The World
Rep Power: 39
Points: 86,752, Level: 30 |
Level up: 48%, 3,098 Points needed |
|
emosi mudah terpegaruh? -
14-08-08, 02:30
alo, ada yang kuliah psikologi?
aku emosina kok mudha terpengaruh ya.
lagi nonton film sebel --> gw diajak bicara/chat juga jadi marah2
noton film swedih --> gw jadi sensi, pengennya nangis terus
lagi chat publik ada orang lain marah --> aku ikut emosi (ikut marah, atau takut, atau sedih)
lagi main game (cod4) ada yang bikin emosi, misal cheat gw marah in game --> di real ya gw diajak ngomong ikut nada marah2 emosi
ini gimana pengendaliannya yah?
biasanay sih kalo pas "ingat" / "sadar"
saya ucap Astagfirullah lalu minum air banyak.
cuman itu lebih ke arah peredaman, dari udah meleda.....
jadi ada yang tahu gimana biar ga meledak gitu emosina? bikin gw ga terpegaruh influence emosi dari luar.
thanks.
|
|
|
|
|
|
|
|
El Comandante
Posts: 4,112
Join Date: Jan 2008
Location: Safe House Kutai Kartanegara
Rep Power: 69
Points: 152,317, Level: 40 |
Level up: 5%, 7,533 Points needed |
Status : Velox Et Exactus
|
14-08-08, 03:34
Amarah Adalah Anugerah
“Hanya seseorang yang mampu marah yang bisa betul-betul bersabar.”
Seseorang yang tidak bisa merasakan amarahnya, tidak bisa disebut penyabar; hanya karena dia tidak bisa marah. Sedang seorang yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.
Apakah bersabar itu sulit..??, tepat sekali, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar ditengah perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas (marah).
”Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.”
Kita lebih sering menderita karena akibat dari kemarahan kita, ketimbang karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan amarah itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.
Hanya dengan kesadaran –tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi kita dalam kemarahan- yang akan menuntun kita menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat kita merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap hal yang membuat kita marah itulah yang menjadikan kita tampil sabar.
”Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.”
Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidak memuliakan, pasti ia menghinakan. Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila kita merasa tenang. Ia akan selalu memperbaharui kekuatannya untuk membuat kita memperbaharui level kemapanan kita.
Bila kita berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan kita untuk meninggalkan level kemapanan kita yang sekarang -untuk menuju sebuah level kemapanan baru yang lebih tinggi. Tetapi, bila kita berlaku sebaliknya, maka yang didapat adalah kemunduran dari level kemapanan kita.
”Reaksi terhadap penyebab amarah, adalah penentu kualitas diri kita.”
Untuk marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil. Maka seberapa besar-kah kita menginginkan diri kita nantinya?
Some people said.... siapa pun yang membuat kita marah, telah mengalahkan kita. Pengamatan itu tepat-hanya bila kita mengijinkan diri kita bertindak dengan cara-cara yang merendahkan diri kita sendiri karena kemarahan yang ditimbulkan. Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang merendahkan dan mengecilkan diri.
“Kita sering merasa marah karena orang lain berperilaku persis seperti kita.”
Orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar, kemungkinan adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.
Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian... kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk tidak berperilaku seperti telah kita lakukan. Dan dengan hal tersebut, bukankah kemarahan kita juga bisa menjadi penunjuk jalan bagi kita untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah kita tuntut dari orang lain, yang sementara masih belum kita lakukan?
Lalu, mengapa kita berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa kita belum memperbaiki diri?
”...tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat kita marah dan berlaku rendah...”
Bahwasanya orang-orang yang berupaya mengecilkan kita adalah orang-orang kecil yang sebenarnya. Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan sikap hormat kepada diri sendiri. Bilapun orang besar marah kepada kita, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sedangkan orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.
Kita mengetahui dengan jelas ”nilai-nilai kebesaran” yang dijanjikan orang lain untuk kita. .... Maka tak ada salahnya... untuk memulai menanamkan nilai-nilai tersebut kepada orang lain.
* kutipan dari millis (Sumber: Mario Teguh, MSTS 13.07.2006)
Tonton acara beliau di metro tv hari minggu pukul 19.00 ... dijamin maknyus 
|
|
|
|
|
|
|
|
Womanizer
Posts: 53,870
Join Date: Dec 2004
Location: Jakarta
Rep Power: 246
Points: 1,001,612, Level: 100 |
Level up: 0%, 0 Points needed |
Status : Work hard, play hard, sedekah harder!
|
14-08-08, 05:39
@orangpelupa, usia berapa ?
terus kesehariannya gimana sebelum jadi emosian ?
gw juga sering marah2 kok apalagi kalo baca berita perilaku public figure yang lucu lucu
Waktu usia 15-18, gw mudah marah, gampang main tangan dan maki maki di depan orang banyak, barengan dengan kedewasaan, setelah usia 18an gw juga masih suka marah, tapi semuanya cenderung disimpan di dalam hati.
Sekarang Gw juga masih cenderung suka marah, let's say, waktu dijalan, kena asap mobil / motor,
Nonton film kalo sedih juga nangis,
Nonton film kalo kaget juga sering bilang "asu get-get-i",
Di bohongi rekan kerja juga kecewa,
Tapi nggak perlu gw ungkapkan secara langsung ( kecuali gw lagi mabok, itu tanpa sadar ).
Patokan gw kao ada orang yang gw lihat marah2, itu selalu gw kembalikan ke diri, ada yang salah atau tidak di diri gw, langsung instropeksi. Cara yang gw tempuh ternyata malah membantu gw melupakan amarah, soalnya otak gw nggak konsen di amarahnya, tapi di sebabnya.
Many people make mistake, dan dari situ biasanya kita kecewa dan ikut marah. Tapi buat gw, kalo bisa gw ga ikut marah, tapi belajar dari poin kesalahan itu, sehingga gw gak ikut2an salah di lain hari nya.
Tapi ya kadang kadang ada kala nya juga gw mabok, tau tau marah dengan sebab sepele. Biasanya sih karena sudah kecapekan, ky waktu marah sama si boysnocry kemarin
Hm.. terlepas dari agama ya, tapi puasa ( yang benar ) itu bisa jadi pelajaran kok buat management emosi. Coba puasa senin kamis aja, terus jalani keseharian seperti biasa. Anger management nya jadi cukup ok kok.
Puasa itu :
Menahan Nafsu. Nafsu terdiri dari lapar, haus, keinginan, emosi, logika.
Di coba aja 
|
|
|
|
|
|
|
|
Gamexeon Boss
Posts: 5,722
Join Date: Jun 2005
Location: Sidoarjo
Rep Power: 29
Points: 251,715, Level: 51 |
Level up: 19%, 8,235 Points needed |
|
14-08-08, 07:59
klo <20 ya mayan wajar lah, masih labil 
klo ude >21 ntar dewasa2 sndiri 
Inet is my campus, Google is my teacher, Wikipedia is my book - Iwe 2007
Nothing can make money as good as money itself - Iwe 2008
jangan ngejunk selain di freechat
|
|
|
|
|
|
|
|
Residual Self Image
Posts: 7,434
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 42
Points: 105,280, Level: 33 |
Level up: 47%, 3,470 Points needed |
|
14-08-08, 08:04
^
tebul2  . kalau sudah karakter, susah betulinnya tuh.
Machines aren't capable of evil. Humans make them that way. Lucca - Chrono Trigger.
There is no such thing as idle time. Any time one person is watching TV, another person is reading, studying, exercising, and otherwise getting ahead of the loser in front of the TV. Any time spent in front of TV is time that's putting one further and further behind. Ken Rockwell - KenRockwell.com.
|
|
|
|
|
|
|
|
Utility Master
Posts: 2,492
Join Date: Jul 2005
Location: Melbourne/VIC
Rep Power: 49
Points: 92,217, Level: 31 |
Level up: 39%, 3,733 Points needed |
Status : hatiku setengah punya orang, setengah lagi Bebas lepas wakakaka
|
14-08-08, 08:05
"Another anticipated tittle from Rockstar Games"
|
|
|
|
|
|
|
|
Ability Maker
Posts: 3,002
Join Date: Mar 2007
Location: The World
Rep Power: 39
Points: 86,752, Level: 30 |
Level up: 48%, 3,098 Points needed |
|
14-08-08, 11:13
wiiw thanks bantuannya!!
sedikit lebih paham sekarang
btw aku baru aja 20thn
|
|
|
|
|
|
|
|
El Comandante
Posts: 4,112
Join Date: Jan 2008
Location: Safe House Kutai Kartanegara
Rep Power: 69
Points: 152,317, Level: 40 |
Level up: 5%, 7,533 Points needed |
Status : Velox Et Exactus
|
14-08-08, 11:34
Quote:
Originally Posted by odhiex
|
itu motivator kondang lho yg ngomong
kadang gw juga rada nggak ngertos, setelah dipikir2, direnung2 kan baru rada faham  
oh iya jangan lupa ya ditonton acara nya di metro TV habis nonton kita bakal tersenyum nyadar diri gitu 
|
|
|
|
|