Saat ini kamu sepertinya masih menjadi tamu saja yang hanya dapat memanfaatkan situs ini secara terbatas. Dengan bergabung bersama kami, kamu dapat menanyakan semuanya mulai dari panduan sebuah game sampai utak atik game dan hardware. Banyak fitur lain seperti blogging, fasilitas realtime feeds, video post, poll dan lain sebagainya sebagai sarana diskusi juga disertakan dan siap digunakan oleh siapapun. Registrasinya cepet dan gampang kok, nggak bertele tele, makanya itu daftar sekarang!
Kalo ada masalah mengenai pendaftaran dan lain sebagainya, hubungi kami segera.
Kalau mau lihat index forum aktif yang sedang melakukan diskusi, kamu bisa klik disini .
Kalau mau tau apa saja yang sedang berlangsung di GX secara realtime, kamu bisa klik Newpost. Nggak usah di tutup lagi, nanti dia update sendiri :)
African Photo Safari: Wild Earth, dari judulnya, sudah jelas game ini berhubungan dengan foto memfoto di alam liar. Yup, tepat sekali, kali ini Ubisoft dan Super X Studios mengajak para gamer untuk menjelajah alam Afrika yang begitu luas dan kaya akan satwa liar. Game ini, bisa dibilang merupakan simuasi kehidupan di hutan, so bagi yang belum pernah atau tidak ingin pergi ke Afrika, tapi penasaran dengan apa yang ada di situ, so game ini mungkin bisa jadi solusinya. Seperti apakah game yang akan menempatkanmu sebagai juru foto ini? Berikut akan coba saya paparkan isi dari game ini.
Simple Objective, Nice Experience
Kamu akan menerbitkan beberapa buah artikel, nah untuk itu, kamu perlu mengambil gambar yang dibutuhkan demi kelengkapan artikel tersebut. Dalam game ini, disediakan sebelas macam artikel, di mana saru artikel berarti satu level. Kamu akan berperan sebagai seorang juru foto, dan akan ditemani oleh seorang rekan wanita, plus seorang pengamat dunia satwa Afrika.
Misi yang dibebankan bervariasi, ada kalanya kamu perlu mengikuti kawanan gajah, memperhatikan tingkah laku jerapah dan babi hutan, atau berpetualang ke sebuah pulau cantik di tengah danau. Apapun yang kamu temui, semua bisa diambil gambarnya sesuka hati, tidak perlu kuatir karena kamu tidak akan kehabisan peluru.
Dalam game ini tidak ada health bar, karaktermu tidak bisa mati digigit harimau atau diterjang kawanan hyena. Sebagai gantinya, akan ada meteran yang menunjukkan tingkat kehati-hatianmu. Kalau hewan-hewan merasa keberadaanmu terlalu dekat atau mengganggu, mereka akan bereaksi dan mengusirmu pergi dari lingkungan mereka. Dan kalau sudah begitu, meteran tadi akan berkurang. Kalau sampai habis, maka tamatlah perjalananmu, dengan kata lain, stop... kamu sudah mengganggu para hewan, jangan teruskan pencarian gambarmu.
Interface game ini sangat simpel. Keyboard akan berfungsi untuk navigasi, tentu saja dengan tombol default game first person, yaitu WASD. Kemudian kamu bisa menunduk agar tidak terlihat oleh hewan-hewan yang kamu intai. Mouse digunakan untuk mengarahkan kamera, kemudian left click untuk menjepret gambar, dan scroll untuk melakukan zooming (zoom in dan zoom out).
Daftar foto yang kamu jepret akan masuk ke dalam scrapbook, dan di situ kamu bisa melihat-lihat kembali semua gambar yang pernah kamu ambil. Setiap foto yang dijepret akan diberi caption otomatis, sesuai dengan nama peristiwa yang difoto. Misalnya kamu mengambil gambar zebra sedang berlari, maka foto akan otomatis diberi caption ”Running Zebra”.
Nah, dari situ, kamu bisa mencocokkan foto yang diambil dengan foto yang diminta. Di kiri atas akan muncul objective foto yang diambil. Objective utama akan ditulis dalam font yang lebih besar, disusul objective tambahan di bawahnya dengan tulisan yang lebih kecil. Objective tambahan tidak perlu diselesaikan semuanya, tetapi untuk mendapatkan artikel akhir yang lengkap, ada baiknya kamu menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari setiap gambar yang diminta. Misalnya dibutuhkan 50 foto, dan 20 di antaranya adalah foto yang tergolong objective utama, jadi kalau ada 40 objective tambahan, kamu cukup menyelesaikan 30 saja.
Terdapat beberapa objective yang membutuhkan sedikit kecepatan. Salah satunya adalah mengambil gambar singa yang mengejar mangsanya. Kamu harus segera mengambil posisi yang pas dan segera mengambil gambar. Kalau singa sudah berhenti mengejar mangsanya, maka misi tersebut tidak bisa diselesaikan. Nah, untuk itu, usahakan segera mencari apa yang menjadi tugas utamamu, apalagi pemandumu akan banyak membantu dan memberi aba-aba. Dia akan memberitahumu bahwa ada singa yang sedang mengincar mangsa, ada anak gajah tua yang sedang menyendiri, dan lain sebagainya.
Setelah menamatkan sebuah level, akan ada pemberitahuan bahwa artikel sudah siap dilihat. Maka ketika kamu mengklik tombol navigasi, otomatis game akan diminimize, dan browser internet akan terbuka. Akan ada sebuah halaman HTML dengan artikel berjudul sama dengan level tadi, lengkap dengan berbagai informasi, plus gambar yang kamu dapatkan tadi sepanjang permainan. Nah, kalau kamu banyak melewatkan gambar-gambar yang tidak penting tadi, maka akan banyak kata-kata ”Photo Not Available” pada artikelmu. Dalam artikel ini, ada beberapa pengetahuan dasar mengenai alam, spesifikasi hewan-hewan, serta tingkah laku mereka.
Salah satu yang mungkin menarik adalah game ini mengandung unsur pendidikan. Jadi kalau dimainkan bersama keluarga, game ini tampaknya pas. Sembari berkeliling Afrika, rekan pemandu kita akan banyak bercerita. Dalam cerita yang telah diplot ini, terdapat berbagai macam informasi mengenai kehidupan satwa liat di kawasan benua hitam ini. Pemandu akan menceritakan bagaimana gajah hidup bergerombol, bagaimana kuda nil menandai wilayahnya, apa maksud dari tindakan-tindakan unik para hewan, dan lain sebagainya. Terdapat puluhan bahkan lebih dari seratus informasi yang bisa didapatkan dari game ini. Apakah game akan menggantikan sekolah?
Standard Graphic :-s
Berbicara soal grafis, game ini tidak terlalu istimewa. Lingkungan memang dirender secara full 3D, tetapi kualitas rendernya tidaklah mengesankan. Daratan akan terlihat sangat kasar dan low-res. Selain itu, lekuk-lekuk relief tanah terlihat kaku di beberapa tempat.
Desain pepohonan juga terkesan monoton, setelah berjalan beberapa saat, kamu akan mendapati pohonnya kurang lebih sama, bahkan sama persis. Efek aliran air, baik di sungai, muara, maupun air terjun, terlihat tidak indah dipandang, apalagi kalau kamu mendekatinya, akan terlihat aneh.
Untuk hewan, secara umum sudah lumayan, bisa dibilang mirip dengan aslinya. Demikian pula dengan pergerakan dan tingkah laku para hewan, sudah bisa dibilang sangat luwes dan tergolong realistis. Sayangnya, saat ada interaksi antara beberapa hewan, kadang terjadi clipping (hewan satu dan lainnya saling menembus). Tentu saja hal demikian membuat game kadang terlihat kurang sedap.
Nice Sound!
Untuk sound, berbeda dengan grafisnya. Sound Safari Photo Africa bisa dan layak diacungi 2 jempol. Kicauan burung, aliran sungai, deburan air terjun, dan serangga-serangga yang berderit di hutan lebat pada saat malam hari, semua terdengar keren, benar-benar mensimulasikan keadaan hutan yang sesungguhnya.
Tapi hal yang paling wah dari sisi sound ini adalah suara hewannya. Masing-masing hewan mengeluarkan suara-suara yang unik. Bahkan, pada keadaan yang berbeda, mereka akan mengeluarkan bunyi-bunyi yang berbeda pula. Seolah-olah hewan-hewan ini saling bercakap-cakap dan memberikan isyarat.
Game for Leisure Only...
OK, bisa ditarik kesimpulan, game ini hanya cocok untuk mengisi waktu senggang. Bagi orang-orang yang menginginkan selingan di tengah-tengah kerja mereka yang menumpuk, Safari Photo Africa: Wild Life bisa jadi solusinya. Permainan yang simpel dan fun, sembari menikmati simulasi hutan Afrika, menjadi sebuah nilai unggul dari game ini. Well, just think about it before you buy!
Score
Grafik : 6
Sound : 8
Gameplay : 7
Value : 7
Reviewer : 7
Jumlah CD : 1 keping
System Requirement:
Processor 800 MHz, Memory 256 MB, VGA 32 MB, HD Space 500 MB
Publisher : Ubisoft
Developer : Super X Studios
Genre : Simulasi
Release Date : 2 Mei 2006