FlatOut Ultimate Carnage adalah kelanjutan dari franchise Flatout sebelumnya, sebuah game racing dengan ribuan object yang dapat dihancurkan diseluruh lintasan, termasuk mobil mu dan mobil lawan. Semakin hancur, nilai yang didapat akan semakin banyak. Tidak itu saja, FlatOut Ultimate Carnage hadir dengan banyak minigame yang bertujuan melemparkan supir mu kesegala arah. Yang jelas, sedikit banyak seri Flatout bisa memancing tawa, terutama bagi kamu yang maniac dengan kehancuran
FlatOut Ultimate Carnage datang sekitar 1 semester lebih lambat daripada versi console nya, sekarang kita lihat apa saja yang berubah dari rilis sebelumnya.
Gameplay
Pertama kali menjajal FlatOut Ultimate Carnage yang pertama kali terlihat adalah peningkatan grafis nya. Grafisnya ditingkatkan dengan brutal sehingga penyok2 pada mobil bisa terlihat lebih detil lagi ketimbang Flatout 2. Memainkan FlatOut Ultimate Carnage ini diluar dugaan, hampir seperti memainkan kembali Flatout 2. Area area yang ada di FlatOut 2, dikembalikan lagi di FlatOut Ultimate Carnage ini. Beberapa map saja yang terlihat baru, itupun termasuk bagian dari map map yang ada sebelumnya, hanya saja inverted course.
Map map lama ini ditingkatkan lagi tingkat interaktivitas nya, banyak sekali hal hal yang tadinya nggak bisa di hancurkan di rilis sebelumnya, seperti tiang rumah, tiang listrik, pagar rumah, sekarang bisa dihancurkan. Pohon2 besar yang tadinya selalu berdiri kokoh tanpa tanding, sekarang dengan beberapa kali hantam, bisa roboh. Dalam beberapa map lama, selain ditingkatkan level kehancurannya, ditingkatkan juga jumlah props yang ada. Sebagian besar fungsinya bisa dibilang sebagai jalan untuk menghancurkan lawan mu ( atau kamu ) dengan cara menghantamkannya ke props baru yang telah di tambahkan.
Kamu bisa juga menghancurkan lawan dengan menabraknya plus, gunakan nos. Mungkin dia akan mental. Mungkin..
Mayat Berserakan
Flatout Ultimate Carnage terbagi menjadi 2 bagian besar, masih sama seperti flatou sebelumnya, yaitu mode racing dan minigame.
Pada mode Racing, kita bisa mendapatkan beberapa jenis racing, mulai dari Derby, Race, Street, dan Grand Finals.
Derby adalah tempat dimananya bermula, dimana semuanya masih cupu, dengan mobil mobil murah bekas yang gampang hancur.
Race berada di antara Derby dan Street, lebih luxurious dari pada Derby, tapi masih kurang keren ketimbang Street. Race adalah tempat mobil mobil biasa balapan.
Street merupakan puncak bling bling dari seluruh mobil yang ada. Mobil mewah dengan kecepatan tinggi bisa didapatkan disini dan digunakan untuk balapan, tentu saja dengan cara harus di unlock terlebih dahulu dengan menyelesaikan mode sebelumnya
Grand finals hanya menyediakan 4 race, yang pasti membuat lelah otak dan tangan
Minigame nya mulai dari melempar driver ke ketinggian, melompati lingkaran api, bowling, soccer, baseball, dan masih banyak lagi ( banyak banget! ) sudah cukup untuk membuat kita terus memainkannya. Gw tadinya cuma mau coba sebentar, terus bikin review. Bam, ternyata gw main seharian LOL.
AI dan Balancing
AI karakter disini berkembang jauh, di Flatout dan Flatout 2 kita hampir nggak menemukan lawan yang sepadan untuk saling menghancurkan. Semua hanya lempeng dan berusaha menyelesaikan balapan secepat mungkin. Pada FlatOut Ultimate Carnage, mereka berkembang jadi lebih liar dan melakukan segala hal untuk mencapai kemenangan. Tidak jarang mobil kita akan di hantam lawan dari samping, kadang kadang malah di boxing dengan 3 hit tubrukan demi menabrakkan kita ke pohon atau menjatuhkan kita ke jurang. Tidak jarang pula karakter satu dan yang lain saling serang. Pada Flatout sebelumnya, semua lawan bersifat kompak dan saling bantu untuk menghadang kita, tapi disini, semua karakternya berdiri sendiri, nggak ada itu istilah saling bantu.
Tetep rusuh !
Perkembangan AI juga disertai dengan perkembangan cara nyetir mobil nya, Katie Jackson nyupir dengan serampangan, sementara karakter semacam Jack Benton masih menyetir dengan sangat mulus. Hampir tanpa nabrak dan hanya berkonsentrasi pada cara mencapai finish secepat mungkin. Sofia Martinez yang tadi nya menggunakan semi truck buat balapan dan hancur2an, sekarang di rubah menjadi menggunakan mobil kecil. However, skill mengemudi nya tetap sakti seperti di Flatout 2. Katie Jackson, yang dulunya menggunakan mobil kecil dan paling sering nabrak, sekarang menggunakan semi truck yang tadinya digunakan oleh Sofia Martinez. Sekali ditabrak Katie Jackson di kecepatan tinggi, mobil kita bisa hancur. Untunglah Katie Jackson nggak lulus uji SIM.
Balancing karakter yang sudah dilakukan, cukup membuat permainan lebih berwarna, ditambah lagi dengan ada nya alter-ego kita, yang sama sama mulai race selalu di belakang, tapi hampir selalu finish di depan. She's fast and hot as hell. Lei Bing namanya. Karakter ini selain menjadi lawan kita, juga bisa dijadikan patokan kapan kita harus belok dan dengan cara bagaimana di sebuah level agar bisa secepat Lei Bing, or faster.
Balancing pada kecepatan juga cukup wajar. Jika di Flatout 2 sangat sulit bagi kita untuk membalap 1 lawan saja, karena semua nya punya skill balapan yang sama, disini masing masing karakter di bedakan secara jelas. Karakter karakter pria biasanya ngebut dengan cukup mantap, tanpa banyak pikir untuk menghancurkan lawannya. Kebalikan dari pria, hampir semua wanita suka untuk menjerumuskan karakter lain ke tembok atau jurang.
Yang Bermasalah
Selain masih tetap asik untuk dimainkan, Flatout UC masih memiliki masalah yang mirip dengan Flatout 2. Magnetic Cars, dimana mobil mobil yang kita tubruk tidak terlalu bergeser dari tempatnya, sementara kalau kita yang ditabrak, langsung mental ke alam baka, masih ada. Meskipun kita hajar pakai nos, jangankan mental, bergeser saja enggak. Kayaknya masing masing mobil itu seperti beton yang berjalan.
Pada setiap balapan kita selalu ada di belakang, padahal sudah di selesaikan balapannya dan cuma pengen mengulang, tapi tetap saja selalu ada di belakang
Upgrades juga uniknya, mendapatkan balancing, upgrade pada kecepatan akan mengurangi handling, upgrade pada handling mengurangi kecepatan dan daya tahan mobil. Upgrade daya tahan mobil mengurangi handling dan kecepatan. Agak membingungkan, uniknya, dengan mengupgrade total semua jenis upgrade yang mampu di dapat pada sebuah mobil, yang ada bukan penambahan pada statistiknya, tapi statistik mobil yang tetap ! Karena sekali lagi, upgrade di balancing ~.~ . Ini agak aneh sih menurut gw, jadi kamu harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu ( padahal kamu juga sudah mengorbankan uangmu). Maka dari itu, jangan heran, pada kecepatan sangat tinggi, mobilmu nggak akan bisa belok sedikitpun. Handling nya hampir 0.
Cheap Charater macam Lei Bing sebenarnya bisa di atasi. Tapi Lei Bing benar benar karakter cheap. Dimana semua orang menggunakan mobil standar, Lei Bing nongol dengan mobil mirip Subaru WRX dengan kecepatan yang sama gila nya. Ini hampir selalu membuat Lei Bing jadi nomer 1 di segala event. Hanya kita yang bisa mengalahkannya, dengan mobil kita yang full upgrade pada kecepatan.
Graphic
Grafiknya nice. Menggunakan AA 4x ternyata membuat 3870 VPU recover
Detil mobil bagus, detil debris, jalanan, juga refleksi pada air sangat bagus. Hati hati dalam memasuki daerah berair atau berpasir, fps bisa drop sampai ke level satuan jika menggunakan FSAA.
Sound
Seperti biasa musik nya ngerock abis, bikin mood untuk tabrak2an naik. Disamping itu nggak ada yang istimewa dari suara suara mobil dan tabrakannya, voice act juga nggak istimewa.
Kesimpulan
Adiktif dan fun. Kalau bisa mengatasi handling nya yang mengerikan dan menghindari kontak langsung dengan lawan yang bisa menghancurkan mobilmu sekali sikat, game nya ok. Tambahan banyak minigame ternyata benar benar bikin lupa waktu. Mungkin terlalu kasar dan jahat, tapi apalagi tujuannya kalo nggak buat seneng seneng ?
Gameplay > 8
Graphic > 7
Sound > 7
Replayabilty > 10
Total Score : 8
