Game ini dibuat oleh The Adventure Company yang sudah terbiasa membuat game game puzzle nan ruwet semacam Myst, Syberia, Keepsake dan Darkfall. Hal yang menjadi ciri khas gamenya adalah game Adventure, seperti namanya, dengan bejibun puzzle ruwet yang bisa bikin sakit hati. Bagaimana dengan The Experiment ?
Pertama kali memainkannya, The Experiment menampilkan sudut pandang tidak biasa bagi permulaan sebuah game. Biasanya kita langsung disuguhi FMV hingar bingar, kali ini kita cuma disuguhi layar tanpa HUD, malah dengan background, seolah olah kita sedang melihat sang karakter utama melalui security cam. Sampai Lea mengatakan "The camera is on. ... who's looking at me ?" What ? Berarti kita memang sedang salah satu petugas security yang mengoperasikan camera nya! Kita berperan sebagai seseorang yang terkunci di security room, terdampar di sebuah laboratorium rahasia yang hancur di pinggir laut.
Attached to you
Lea adalah karakter amnesia, yang dengan penjelajahannya di Lab underground, berusaha membuka sedikit demi sedikit masa lalunya yang tidak jelas. Semua yang dilakukan oleh Lea dapat secara aktif kita kontrol melalui kedipan kedipan lampu, pergerakan camera security, sampai mengendalikan suatu benda secara remote. Lea dapat mengerti maksud interaksi yang kita lakukan pada lampu, pintu, benda yang bisa diremote, sampai hacked computer. Dia sama jeniusnya dengan kita. Beda nya, Lea tidak memiliki kunci kemanapun, kita lah yang membuka jalannya.
Lea tidak seperti karakter biasa, dia dipenuhi dengan thoughts. Lea seringkali berbicara dengan kita dan mengharapkan jawaban kita dengan sedikit tanda, anggukan pada security cam, atau sekedar kedipan lampu. Dia sering mengajak kita untuk mereka reka, kejadian apa yang sedang berlangsung dan kira kira bagaimana pemecahannya. Semakin jauh permainan dilanjutkan, semakin kita menemukan betapa mengerikannya tempat tadi. Kita berharap untuk tidak pernah berada disana. Semakin lama berinteraksi dengan Lea, kita bisa merasakan bahwa dia juga manusia biasa yang butuh pertolongan. Dan dia juga tidak sungkan untuk membantu kita. Akhirnya, kita bisa merasakan ikatan yang kuat, antara kita dan Lea. Dia teman kita yang harus di keluarkan dari sana!!
Playing with your mind
Game ini sepertinya berusaha menyadarkan kita, bahwa manusia tidak lepas dari dosa. Semakin lama kita bermain, makin banyak masa lalu yang terkuak. Semakin banyak kita mengetahui masa lalu Lea, yang penuh dengan twist, horror dan gore. Makin kesana, The Experiment berusaha menyeimbangkan antara kesan baik dengan kesan buruk untuk karakter Lea. Semakin banyak objectives yang diselesaikan, kita akan semakin menebak nebak, apa yang sebenarnya terjadi. Silahkan siapkan notes mu untuk mengira ira, what the hell happened. Dan mungkin kamu akan terkejut melihat hasil akhirnya
Gameplay
Tidak seperti game biasanya, di The Experiment kita mengendalikan security camera dibelakang layar. Seperti yang sudah diceritakan diatas, kita menggunakan lampu dan object lainnya untuk berinteraksi dengan Lea, tidak secara langsung. Kita bisa mengakses sampai beberapa security cam sekaligus, dan kadang, kita menjauh dari Lea sama sekali, untuk melihat keadaan diluaran. Kita adalah guide Lea.
Lea selalu melengkapi kita dengan objectives baru, setelah objectives sebelumnya terpenuhi, tapi obejctive ini bisa kita rasakan sangat relevan dengan apa yang terjadi sebelumnya. Yang membuat unik, objectives ini harus dikerjakan bersama sama, antara kita dan Lea. Selalu bersama. Maka dari itu, rasa keterikatan antara kita dan Lea menjadi besar. Setelah Lea menyelesaikan objectives ( yang dia buat sendiri ) dengan bantuan kita, maka dia akan share pengetahuan yang sudah didapat. Dari sini, beragam upgrades camera seperti night vision, zoom, realtime map dan key item bisa didapat.

Model kontrol karakter yang berbeda dengan game sejenis benar benar dapat membius kita. Mengontrol Lea lebih mudah daripada mengontrol karakter di game lain. User interface berupa pseudo security cam windows membuat kita selalu awas terhadap apa yang akan ada di depan Lea.
Bagi yang pertama kali memainkannya, tidak bisa mengontrol langsung sebuah karakter mungkin akan terasa sedikit frustrating, tapi setelah biasa memainkannya, kita jadi lebih mengerti batasan kemampuan yang bisa dilakukan oleh Lea. Dan karena itu, kita bisa lebih efisien lagi dalam menyampaikan perintah untuk menyelesaikan sebuah objective.
Yang membuatnya memiliki aroma berbeda dibandingkan game adventure lain adalah, interaksi yang terjadi antara kita dengan karakter yang kita jalankan. Game ini akan sangat menyentuh sisi sentimentil dan rasa toleransi kita.
Graphics
Sebagai game adventure, game ini memiliki grafis lebih baik dibandingkan game game lain sejenis. Walaupun memang tidak bisa menyamai keindahan game masa kini, tapi atmosfer yang dihadirkan sudah cukup mencekam, apalagi saat kita menyadari bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan sementara Lea butuh bantuan dengan segera.
Penggunaan banyak kamera sekaligus untuk melihat lihat keadaan bisa sangat berpengaruh pada frame rate yang didapat. Untuk sistem saya sendiri, menggunakan 1 buah kamera masih bisa mendapatkan frame rate diatas 60, tapi setelah menggunakan lebih banyak kamera, frame rate bisa drop sampai setengahnya.
Sound
Sound sangat mendukung atmosfer yang ingin dihadirkan, lagu background yang kadang muncul juga bisa menggetarkan perasaan dengan tiba tiba. Very nice. Sound effect sedikit 'ndeso' untuk game ini. Setara tahun 2005 an lah. Bagusnya voice acting Lea, yang berinteraksi dengan kita dari waktu ke waktu tidak terdengar membosankan, dan tidak terlalu kaku rasanya.
Kesimpulan
Dengan membawakan gameplay yang sangat berbeda dari game sejenis, The Experiment memberikan kesan fresh disetiap detiknya. Banyaknya data yang harus di analisa satu persatu, kadang membuat jengah untuk memainkan game ini. Bagusnya, ke betean kita dalam menganalisa data segitu banyak bisa terbayar begitu kita mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan biasanya kita disuguhi sesuatu yang tidak terduga setelah itu. Menyenangkan.
The Experiment sungguh layak bagi kalian yang ingin merasakan getaran dan sensasi berbeda dalam memainkan game adventure. Cobain deh.
Gameplay : 8. Fresh banget untuk game adventure. Tapi masih tertumbuk di stereotip adventure.
Graphics : 7. Bisa lebih bagus, tapi segini sudah cukup untuk menghidupkan atmosfer.
Sound : 7. So-So aja lah.
Replayability : 6. Sepertinya sih cuma ada beberapa ending saja.
Total 7/10
Minimum Requirement :
OS: Windows® 98/ME/2000/XP
Processor: 800 MHz Pentium® 3
Memory: 64 MB of RAM
Video: 64 MB Graphics Card, Compatible with DirectX® 9.0c
Sound: DirectX® 9.0 Compatible
Other: Keyboard, Mouse and Speakers