2831 Views
24 Replies

Well, sebuah game yang banyak ditunggu-tunggu akhirnya keluar akhir Maret lalu. Titel kelanjutan maha-game Command and Conquer pun dirilis, kali ini EA mengangkat judul Command and Conquer 3: Tiberium Wars. Game ini boleh dibilang menakjubkan, tampaknya EA berhasil memperpanjang kesuksesan titel CnC sekali lagi. Nah, apa saja sih yang membuat game ini istimewa dan layak dimainkan? Berikut akan saya coba mengulas isi dari Tiberium Wars.
Kane Is Back [Again] !!!
OK, berbicara mengenai judul, tentu kita akan langsung mengaitkan Tiberium Wars dengan prekuel CnC sebelumnya. Yup, CnC 3: Tiberium Wars ini berupakan lanjutan dari rantai CnC sebelumnya, yaitu Command and Conquer 1 (rilis 1995, ada yang menyebutnya Tiberian Dawns), CnC: Covert Operations (1996), CnC: Sole Survivor (1997), CnC: Tiberian Suns (1999), CnC: Firestorm (2000), dan CnC: Renegade (2002).

Pada CnC perdana yang dirilis 1995 silam, sudah ada 2 faksi yang saling bermusuhan, yaitu Brotherhood of Nod dan GDI. Brotherhood of Nod adalah sebuah organisasi rahasia dan dikisahkan bersifat religius, dipimpin oleh seorang karakter legendaris, Kane. GDI merupakan singkatan dari Global Defense Initiative, sebuah pasukan militer khusus di bawah naungan PBB.
Perseteruan antara Nod dan GDI sudah berlangsung sejak sekuel pertama, dan Kane mengalami kekalahan pertamanya pada CnC pertama tersebut. Kane yang diperkirakan terbunuh, ternyata muncul lagi pada CnC: Tiberian Suns, dan lagi-lagi dikisahkan GDI menghancurkan Temple of Nod dengan senjata pamungkasnya, Ion Cannon. Kane kemudian menghilang, dan sekarang: Kane Is Back [Again] !!! Kane telah kembali untuk kedua kalinya. CnC 3: Tiberium Wars kembali menghadirkan Kane, yang siap membalas kekalahannya di masa lalu. Dalam game ini, tampaknya GDI identik dengan pasukan PBB dan Amerika, sedangkan Nod identik dengan teroris.
Sekaligus, game ini adalah judul Tiberian pertama EA sejak mengakusisi judul CnC dari Westwood. Sebelumnya, EA pernah merilis CnC: General, tetapi General tidak termasuk dalam plot cerita Tiberian.

What… An Alien Invasion??!
EA melakukan perkerjaannya dengan sangat baik dalam menyusun keseimbangan game. GDI dan Nod masing-masing punya kelebihan dan kelemahan sendiri. GDI lebih kuat dalam hal pertahanan, membangun base camp yang kuat, akan membuat Nod kesulitan untuk menghancurkan markas GDI. Pasukan Nod, lebih kuat ketimbang GDI secara umum, oleh karena itu, Nod disarankan segera menyerang markas GDI sebelum sempat membangun defense super tangguh. Pasukan termurah Nod, Fanatics (infantry dengan bom bunuh diri), mampu bergerak cepat dan menghancurkan apa saja yang ditabraknya. Tetapi, baik Nod maupun GDI sama-sama lemah dalam pertarungan udara.
Kemudian, pasukan misterius yang berasal dari luar angkasa, secara tiba-tiba mendarat di bumi dalam jumlah besar dan membuat kekacauan. Yup, pasukan alien bernama Scrin ini melengkapi peta kekuatan faksi-faksi dalam CnC 3. Scrin sangat tangguh dalam armada udaranya, sedangkan pasukan daratnya masih di bawah GDI dan Nod. Pesawat-pesawat unik Scrin memiliki daya tahan yang lebih, dan jarak tembaknya sangat jauh, sehingga sangat besar kemungkinan Anti-Aircraft Artilery milik GDI maupun Nod tidak mampu menjangkaunya.

Dengan adanya 3 faksi yang seimbang ini, tentu permainan menjadi sangat menarik, setiap pemain harus memikirkan baik-baik langkahnya, dan memikirkan strategi apa yang akan digunakan. Apakah segera menyerang dini, atau mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar kemudian melakukan bombardir secara frontal, atau justru perlahan-lahan, membangun base camp yang kuat dahulu, baru memikirkan serangan, semua terserah pemain. Banyak cara dan taktik yang bisa diimplementasikan oleh para pemain dalam medan tempur.