|
Retro Game Nostalgia game-game tua...
Selamat datang di Gamexeon Forum !
Saat ini kamu sepertinya masih menjadi tamu saja yang hanya dapat memanfaatkan situs ini secara terbatas. Dengan bergabung bersama kami, kamu dapat menanyakan semuanya mulai dari panduan sebuah game sampai utak atik game dan hardware. Banyak fitur lain seperti blogging, fasilitas realtime feeds, video post, poll dan lain sebagainya sebagai sarana diskusi juga disertakan dan siap digunakan oleh siapapun. Registrasinya cepet dan gampang kok, nggak bertele tele, makanya itu daftar sekarang!
Kalo ada masalah mengenai pendaftaran dan lain sebagainya, hubungi kami segera.
Kalau mau lihat index forum aktif yang sedang melakukan diskusi, kamu bisa klik disini .
Kalau mau tau apa saja yang sedang berlangsung di GX secara realtime, kamu bisa klik Newpost. Nggak usah di tutup lagi, nanti dia update sendiri :)
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|
**Game Klasik yang Dianjurkan** -
19-05-06, 21:44
Yep-yep, bagi yang mempunyai saran untuk game klasik bisa post di sini dengan sedikit review. Tentunya harus ada screenshotnya juga  . Untuk diskusi silahkan ke sini. Topik ini diusahakan bersih dari reply selain review dan screenshot game klasik.
Oke, gwe duluan...game yang gwe anjurkan salah satunya adalah Wing Commander : The Kilrathi Saga buatan Chris Roberts dari Origin System. Game ini terdiri dari 3 game yaitu Wing Commander, Wing Commander 2 : Vengeance of the Kilrathi, dan Wing Commander III : The Heart Of The Tiger...yang semuanya juga buatan Chris Roberts.
Gamer generasi 80-an tentu mengetahui game ini. Ini adalah salah satu game yang berhasil membuat genre baru di dunia Video Game, yaitu Space Simulation. Jauh sebelum kemunculan X series, Freespace, X-Wing vs Tie Fighter, atau Rogue Spear dan lainnya bisa anda sebutkan di sini. Seri Wing Commander adalah pioneer untuk genre Space Simulation  , dan sangat sukses.........sebelum EA menghancurkannya di Wing Commander : Prophecy  ...
Ceritanya sebenarnya standar, Human vs Kilrathi (alien)  . Gwe sendiri tidak begitu tau bagaimana asal mulanya kejadian awalnya, karena bahkan di Wing Commander 1 pun ceritanya mereka sudah berperang. Konon, cerita awalnya hanya bisa didapatkan di novelnya yang bercerita tentang Pilgrim War.
Gwe sendiri hanya bisa mendapatkan 2 novelnya. Yang pertama judulnya adalah The Price of Freedom, menceritakan persis keseluruhan cerita yang ada di Wing Commander 4 : The Price of Freedom. Hanya saja di novelnya ceritanya jauh lebih lengkap dan lebih dalam.
Novel ke-2 baru gwe pesan dari Amazon USA (belum datang) yang berjudul False Color, yang menceritakan kebolongan cerita yang terjadi di antara Wing Commander 3 : The Heart Of The Tiger dan Wing Commander 4 : The Price of Freedom.
Back to Kilrathi Saga; WC1 sampai WC3 (bahkan sampai WC4) ceritanya dilihat dari sudut pandang seorang pilot jenius yang pandai memimpin bahkan berpolitik, dia bernama Christopher Blair. Bisa dibilang, dia semacam "Hercules" untuk umat manusia di game ini. Bahkan Kilrathi (alien) juga menghormati dia sehingga dia mendapatkan penghargaan tertinggi untuk bangsa Kilrathi, di mana nama penghargaan itu menjadi judul dari game WC3 yaitu "The Heart Of The Tiger".
Seri Wing Commander terkenal selain gamenya membuat genre baru, juga terkenal karena ceritanya yang dalam dan mengalir berkat digunakannya secara kuat feature Cut Scene dan FMV untuk mengalirkan alur cerita  . Jaman dulu, tidak banyak game yang menggunakan metode ini untuk mengalirkan alur cerita.
Sekedar pengecualian sekaligus penutup review, Wing Commander 5 : Prophecy adalah seri terburuk dari segi cerita, walaupun gameplay dan engine gamenya meningkat  . Tetapi seri Wing Commander terkenal karena campuran cerita dan gameplay, di mana WC5:Prophecy gagal mengulang sukses WC1 sampai WC4. WC5 juga satu2-nya game WC yang tidak melibatkan Christ Roberts, karena waktu itu doi sudah keluar dari Origin.
"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|

19-05-06, 21:45
Screenshot Wing Commander
Screenshot Wing Commander 2 : Vengeance Of The Kilrathi

"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|
19-05-06, 21:45
Screenshot Wing Commander 3 : The Heart Of The Tiger

"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|

22-05-06, 13:37
Seri Close Combat terdiri dari 5 seri yang terkenal sebagai RTS (Real Time Strategy) dengan setting Perang Dunia II (PDII). Close Combat terkenal salah satunya adalah karena menerapkan variabel realistik di bidang armor tank. Tidak hanya sekedar perbedaan armor di kiri, kanan, depan, dan belakang  , tetapi bahkan sampai ke tingkat sudut penetrasi dan jarak efektif "Anti Armor weapon"  . Di game ini, jangan heran kalau seorang prajurit GI yang bawa Bazooka bisa mengalahkan tank Tiger hanya karena prajurit itu berada di lantai 3 suatu rumah  , dan memang kenyataannya tank Tiger bisa dikalahkan kalau Bazooka ditembak ke atap tank Tiger.
Dengan kata lain, Hit Point tidak dikenal di game ini.
Feature ke-2 yang amat jarang diimplementasikan di game RTS PDII modern adalah efek psikologi. Efek ini mensimulasikan kondisi psikologi prajurit-prajurit di game Close Combat. Jadi, di game ini, tidak ada lagi istilah seorang prajurit berani mati menantang tank dengan persenjataaan rifle  , atau sudah diihujani dengan mortar tapi mentalnya tidak terpengaruh  . Close Combat juga menggunakan sistem regu (1 regu terdiri dari 2-8 orang tergantung jenis regunya), dan setiap regu ada pemimpinnya layaknya aslinya. Setiap kematian pemimpin suatu regu, akan membuat keseluruhan psikologi regu itu menjadi berantakan.
Close Combat 3 : Russian Front, adalah salah satu dari ke-5 seri tersebut. Setiap seri tidak berbeda banyak dari seri2 sebelumnya dari segi grafik dan gameplay. Hanya berbeda dari segi sejarah, yaitu di medan perang Rusia  , dan Campaign Systemnya, yang di CC3, menggunakan sistem "next map". Artinya, peta-peta peperangan sudah disusun layaknya main Unreal Tournament Death Match, hanya bisa maju kalau nggak mundur  .
Medan perang Rusia, terkenal sebagai medan yang paling ganas dan paling banyak menyedot resource Jerman. Di situ juga terkenal sebagai medan perang yang paling banyak adu tank. Maka, jangan heran kalau di game CC3 ini lebih banyak mengatur-ngatur tank daripada seri2 sebelumnya atau sesudahnya  . Sayangnya CC3 memperlihatkan kekurangan engine game Close Combat, yaitu kurang mampunya menampilkan perang massal. Masalah ini sangat kelihatan di game Close Combat V : Normandy yang petanya sangat luat tapi unitnya sangat sedikit.
Untuk versi lebih advanced-nya dan lebih serunya juga lebih bikin stress kepala-nya  , elu-elu pade bisa memainkan game yang berjudul Combat Mission : Barbarossa to Berlin  ...

"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 2,027
Join Date: May 2005
Location: Flöwer Cìty Båndòéng
Rep Power: 8
Level up: 10%, 87 Points needed |
|
01-06-06, 16:15
Quote:
Jadi, di game ini, tidak ada lagi istilah seorang prajurit berani mati menantang tank dengan persenjataaan rifle , atau sudah diihujani dengan mortar tapi mentalnya tidak terpengaruh
|
kurang setoedjoe tuh..
di Russian Front, infantrynya kalo stress bisa BERSERK.. maju sendirian, ngamuk, walau pasti mati..
& don't forget ada "Crazy Ivan"? (sorry nama tepatnya lupa.. bener gak?)
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|
02-06-06, 09:49
Euh...dibilangin jangan post di sini juga  ...
Yeye, gwe lupa ama feature satu itu...karena Berserk adalah prajurit yang sudah stress tapi bukannya mundur malah maju  ...tapi jarang banget ada prajurit kayak gitu...karena biasanya kalau sudah stress malah kabur ke belakang  ...;
Tenkyu untuk koreksinya  ...
"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 4,025
Join Date: Aug 2004
Rep Power: 13
Points: 23,733, Level: 16 |
Level up: 17%, 1,917 Points needed |
|
11-08-07, 09:29
- Now I run
And set my eyes on You
I lay my life at Your feet
My heart and my plans
And my futures in Your hands
Now my soul
Rests like the stars above
For I know that the best is yet to come-
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 2,264
Join Date: Jul 2004
Location: jakarta
Rep Power: 10
Points: 23,191, Level: 16 |
Level up: 17%, 2,459 Points needed |
|
12-08-07, 12:48

Did you remember when everything still comes in HD?
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 4,025
Join Date: Aug 2004
Rep Power: 13
Points: 23,733, Level: 16 |
Level up: 17%, 1,917 Points needed |
|
12-08-07, 13:55
Blair jadi instruktur.
btw
bandingin FMVnya WC3 dan 4 sama CnC 3 =    katro CnC3nya.
- Now I run
And set my eyes on You
I lay my life at Your feet
My heart and my plans
And my futures in Your hands
Now my soul
Rests like the stars above
For I know that the best is yet to come-
|
|
|
|
|
|
|
|
Senior Member
Posts: 6,792
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 21
Points: 38,065, Level: 20 |
Level up: 21%, 1,785 Points needed |
|
12-08-07, 14:05
Maksudnya katro?  ...
@Radeonator
Itu bukannya lupa, tapi waktu gwe buat topik ini gwe belum dapat WC4 ^^;; Sekarang sih sudah, tapi elu aja deh yang review  ...no time ^^;;
"I find it unforgivable that climbers can treat their fellow mountaineers with such callous disregard. It has nothing to do with whether or not rescue appears to be possible but everything to do with humane, caring individuals who can see the passing of a life for what it is, and not simply an incovenient obstacle to realising egoistic ambitions....If climbers 'cannot afford morality', and ethical behaviour becomes too expensive, then has the sport become prostituted?" 1997: 198, 200.
|
|
|
| |