Kamis 12 Maret 2009, Jam: 9:40:00
Ada yang bilang, sering hubungan intim merupakan obat mujarab sakit jantung. Mbah Karjo, 62, dari Sleman (DI Yogyakarta) menelan mentah-mentah nasihat itu, dengan selingkuh bersama Ny. Darsiti, 50, wanita tetangganya. Tapi sial, baru di atas perut langsung tewas gara-gara jantungnya kambuh!
Tahun 1968-an majalah bahasa Jawa Kembang Brayan terbitan Yogyakarta pernah memuat ertikel kecil di halaman satu berjudul: Tamba sing nyenengake (obat yang menyenangkan). Isinya adalah, sebuah resep untuk para penderita penyakit jantung. Katanya: sering hubungan intim akan menyembuhkan penyakit jantung. Tapi majalah itu menekankan pada akhir tulisan: ning kudu karo bojone dhewe (tapi harus dengan istri sendiri).
Ini agaknya obat yang mengilhami Mbah Karjo warga Kalitirto Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Sudah lama memang dia menderita gangguan jantung. Tanda-tanda awalnya adalah: dada sakit seperti ditusuk-tusuk, sesak napas, mudah letih, serta telapak tangan berkeringat. Dan pada Mbah Karjo ada gejala khusus, dada sering berdebar-debar, terutama ketika membaca tagihan rekening PLN sampai jutaaan rupiah!
Kalau soal obat sih, dia tak pernah telat minum seperti Fasarbid 5 dan Isosorbide Dinitrate. Tapi belum juga sembuh total, sehingga pengobatan alternatif juga pernah dicoba. Namun sama saja, tak begitu mengubah kedaaan, bila tak mau disebut tidak manjur. “Heran saya. Bukan pejabat tinggi negara, bukan pula sedang diusut KPK, kenapa saya kena penyakit jantung?”, begitu Mbah Karjo pernah mengeluh.
Akhirnya Mbah Karjo ketemu teman lama, yang kemudian menganjurkan untuk sering berhubungan intim sebagaimana yang dikatakan di majalah lama tersebut. Celakanya, orang itu juga tidak memberi penjelasan secara rinci. Sedangkan Mbah Karjo sendiri, tanpa bertanya lebih lanjut langsung saja mencoba mempraktekkan secara hantam kromo. Maklumlah, Mbah Karjo ingin segera terbebas dari penyakit yang sangat menyiksa itu.
Hantam kromo dikatakan, sebab pensiunan PNS ini tak menyalurkannya pada istri sendiri, tapi justru wanita lain. Kebetulan dia memang punya wanita tetangga idola, namanya Darsiti. Meski usia sudah kepala lima, tapi perempuan ini masih nampak STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak). Karenanya, bila selama ini sekedar main lirik-lirikan mata dan remas-remasan tangan, Mbah Karjo minta hubungan yang lebih hakiki dan bermakna, begitu.
Setan memang selalu bersama orang-orang khilaf. Buktinya, Ny. Darsiti menanggapi tantangan gila lelaki tetangganya tersebut, meski dia sendiri di rumah juga masih punya suami. Agaknya “eyang putri” ini ingin tahu, sampai di mana keberanian Mbah Karjo. Masak selama ini beraninya hanya mencolek pantat di kala sepi, atau mengeruk telapan tangan ketika bersalaman. “Saya ingin tahu bahwa Mbah Karjo bukan hanya retorika belaka,” kata Ny. Darsiti.
Akhirnya Minggu pagi Rabu (11/3) dulu keduanya janjian di sebuah hotel klas melati di bilangan Prambanan. Di sebuah kamar nenek pedagang dan kakek pensiunan itu pun berkoalisi ranjang dengan serunya. Tapi malang, belum juga selesai di ronde pertama, tubuh Mbah Karjo langsung oleng dan ambruk di perut Ny. Darsiti. Kejang sebentar, dan nyawapun lepas dengan wajah membiru. Polisi dan dokter yang mengurusnya kemudian menyimpulkan, Mbah Karjo mati terkena serangan jantung! Yang paling memalukan, selingkuh kakek nenek ini menjadi pembicaraan segenap warga.
Yah si kakek, sekali selingkuh langsung dikutuk Tuhan.
(KR/Gunarso TS)
seharus nya dari dulu yg beginian di buat si sony yah tapi lebih baik lambat dari pada dak ada sama sekali penting nih untuk daerah...
Mengisi baterai dengan mengandalkan engkol tangan