Splinter Cell : Conviction
Developer : Ubisoft Montreal
Publisher : Ubisoft
Engine : LEAD Engine (heavily modified Unreal Engine 2.5)
Released : Q1 2008
Genre : Stealth Action based
Mode (s) : Single player & online multiplayer
Platform (s) : PC Windows & XBox 360
Splinter Cell : Conviction adalah game seri ke-6 dari serial Splinter Cell. Melanjutkan kesuksesan dari serialnya, Splinter Cell : Conviction masih menceritakan tentang kehidupan seorang agen rahasia NSA yaitu Sam Fisher.
Storyline
Game ini mengambil setting waktu dua tahun setelah akhir dari kejadian di Splinter Cell : Double Agent dimana Sam berhasil menginfiltrasi dan menghancurkan kelompok teroris JBA. Seusai misi menghancurkan JBA, Sam malah menjadi incaran para agen NSA dan FBI. Sam pun kemudian menghilang dari Third Echelon.
Sekarang Sam telah berumur 53 tahun, tepatnya tahun 2010. Sam terpaksa keluar dari persembunyiannya karena harus menolong temannya di NSA yang sedang mendapat ancaman, yaitu Anna Grimsdóttír.
Saat Sam kembali ke Third Echelon, dia lalu mengetahui kalau Third Echelon sedang berada di dalam situasi yang kacau karena pengaruh birokrasi dan intervensi dari pihak-pihak yang berkuasa di pemerintahan. Dan cerita selanjutnya Sam dikejar oleh pihak yang berwenang (polisi).
Gameplay
Gameplay dari Splinter Cell : Conviction ini akan berbeda dari seri-seri sebelumnya dimana kali ini Sam harus melakukan aksi stealth-nya dengan cara yang lain dari biasanya. Sam tidak bisa lagi mengandalkan kegelapan untuk bersembunyi, melainkan ia harus mampu berbaur dengan lingkungan dan keramaian. Ia harus berpikir lebih cepat dari biasanya, tidak seperti di seri-seri terdahulu dimana Sam bisa bersembunyi dulu di balik kegelapan dan berpikir tentang langkah selanjutnya.
Di game Splinter Cell : Conviction ini, Sam diberi lebih banyak kebebasan untuk menjalankan misinya. Tidak seperti dulu dimana ia selalu diberi bimbingan dan informasi intelijen di setiap langkahnya. Kali ini Sam bebas mengeksplorasi lingkungan game untuk mencapai objectives-nya.
Sam juga tidak lagi seperti agen 007 yang lengkap dengan gadgetnya, Sam tidak berbekal apa-apa selain kemampuan bela diri dan senjata hasil curian dari polisi. Kemampuan bela diri Sam di game ini juga lebih menonjol.
Selain menggunakan ilmu bela diri-nya, Sam juga dapat memanfaatkan segala obyek yang ada di lingkungannya untuk melawan dan menghadang polisi-polisi yang mengejarnya.
Interaktivitas Sam dengan lingkungan game merupakan inovasi yang baru di seri Splinter Cell : Conviction dimana ia mampu memanfaatkan hampir semua obyek untuk kepentingannya. Sebagai contoh ia dapat memblokade sebuah pintu dengan cara memindahkan lemari dibalik pintunya. Sedangkan dalam hal combat, Sam bisa sebagai contoh melemparkan sebuah printer yang berat ke muka lawannya.
Untuk urusan stealth, Sam harus berhati-hati terhadap orang-orang di keramaian, karena mereka bisa melaporkan Sam kepada polisi apabila ia bertingkah laku tidak biasa.
Semua fitur-fitur diatas tadi, mendukung atmosfir game dimana Sam adalah seorang buronan yang mencoba untuk membongkar kebusukan di Third Echelon sekaligus menolong temannya Anna dan ia harus menghindar dari kejaran polisi.
Overview
Splinter Cell : Conviction menghadirkan peran yang baru bagi Sam Fisher yaitu sebagai seorang buronan yang harus menghindar dari kejaran pihak yang berwajib. Pemanfaatan lingkungan game sebagai senjata juga merupakan hal yang refreshing di game ini. Tidak lupa juga storyline yang masih misterius hingga kini juga merupakan satu hal yang perlu dicermati, karena masih banyak hal yang misterius tentang tuduhan yang dialamatkan kepada Sam.
Game ini awalnya direncanakan akan rilis di bulan November, namun ditunda hingga kuartal pertama tahun 2008. Semoga dengan penundaan tadi game ini bisa lebih dipoles untuk memuaskan hati para penggemar serial Splinter Cell.