Teknis Game
Mengusung tema next-gen gaming dan di-backing oleh Microsoft dalam pengembangannya, Alan Wake pun menuntut next-gen rig untuk mampu memainkannya.
-----------------------------------------------------------------------



Remedy Entertainment selain berpartner dengan Microsoft, juga berpartner dengan Intel dan Havok. Sampai saat artikel ini dibuat, belum diketahui siapa 3rd party graphics company yang akan berpartner dengan Remedy Entertainment.
-----------------------------------------------------------------------

Microsoft selaku partner dalam pengembangannya, telah membuat game ini menjadi eksklusif hanya pada 2 platform, yaitu Windows VISTA & XBoX 360. Namun spekulasi yang beredar, mengatakan bahwa kartu grafis berbasis Direct X 9 masih mampu untuk menjalankan game ini.
-----------------------------------------------------------------------
Mengusung tema next-gen gaming dan di-backing oleh Microsoft dalam pengembangannya, Alan Wake pun menuntut next-gen rig untuk mampu memainkannya.
Dalam pertemuan Intel Developer Forum di San Fransisco pada musim gugur tahun 2006, Alan Wake didemokan di hadapan 2000 peserta forum dengan Paul Otellini (CEO Intel) dan Markus Maki serta Lasse Seppanen (CEO & Lead Production Remedy Entertainment).
Game tersebut didemokan dengan menggunakan komputer custom dari Falcon Northwest (produsen komputer custom untuk gaming) dengan spesifikasi Intel QX6700 yang dioverclock sebesar 1 GHz menjadi 3,73 GHz dan sebuah nVidia 7900 GTX, dan game berjalan dengan sangat mulus dan menakjubkan.
Markus Maki mengatakan bahwa Alan Wake memang didesain untuk multi-core CPUs, dia mengatakan juga bahwa hampir tidak mungkin sebuah single-core processor mampu meng-handle semua pekerjaan yang dibutuhkan oleh game Alan Wake.
Satu2nya prosesor single-core yang dikatakan Markus mampu untuk menjalankan Alan Wake adalah prosesor Pentium 4 dengan enabled Hyperthreading, namun dengan penurunan kualitas grafis yang mencolok. Selain itu masih belum diketahui tentang single core CPU lainnya.
Game ini didesain untuk di-handle oleh 5 thread, dengan 3 thread diantaranya meng-handle process "kelas berat". Belum diketahui apa saja thread yang "kelas berat" itu, namun satu hal yang jelas adalah Physics, dimana dikatakan bahwa untuk menghandle Physics dengan performa yang optimal, dibutuhkan 1 dedicated CPU core.
Berikut ini adalah 5 thread yang dibicarakan sebelumnya diatas :
1) Rendering
2) Audio
3) Streaming
4) Physics
5) Terrain Tesselation
Dari 5 thread tersebut, hanya Physics saja yang dikatakan dapat di-dedikasikan untuk 1 core CPU. Begitulah kira2 gambaran dari engine game keluaran Remedy Entertainment, yang dikatakan akan lebih baik dari engine Unreal.
Demo di IDF membuat pengunjung berdecak kagum tatkala Markus mendemonstrasikan simulasi angin topan, yang memporakporandakan Bright Falls. Disitu Physics bekerja sempurna mensimulasikan efek2 angin, ledakan, debu, asap, retakan2 dan hancurnya bangunan.
Physics disini di-support oleh teknologi dari Havok, dimana seperti yang kita tahu Havok tidak memerlukan card tambahan untuk memproses Physics. Namun memang kelas berat sekali Physics dalam game ini, dimana pada demo di IDF tersebut dibutuhkan kerja 80% dari satu dedicated core QX 6700 3,73 GHz.
Satu hal lagi tentang Physics. Card keluaran dari Ageia yaitu Ageia PhysX tidak disupport oleh game ini. Game ini murni hanya membutuhkan CPU. FYI, sekarang Havok sudah dimiliki oleh Intel.
-----------------------------------------------------------------------
Berikut ini beberapa dari teknologi grafis yang akan di-implementasikan di game Alan Wake :
1) Complete modeling of atmospheric scattering
2) Fully Volumetric Shadows that are projected through the entire world.
3) Volumetric Lights
4) Full Weather Modeling
5) Day/Night Time Cycles
6) Ambient Occlusion
7) Normal Mapping
8) High Dynamic Rendering
9) Bloom
10) Depth of Field
11) Loads of different pixel-shader effects.
Selain itu Viewing Distance pun di-set cukup luas, yaitu sejauh 2 Km in-game maps.