Share
603 Views
25 Replies
Negara China baru-baru ini menyalahkan video games atas berbagai permasalahan yang terjadi negaranya, termasuk Drugs, Teen pregnancy dan juga pembunuhan.
Dalam sebuah program titled "Confenssion of a Murderer - Focus on ****ography and Violence in Online Games" melaporkan bahwa 80% para kriminal yang berada di penjara melakukan kejahatan awalnya dikarenakan video games, khususnya online games. Bahkan dikatakan ada seorang napi yang membunuh lima orang hanya karena kecanduan akan online games. Bahkan beberapa waktu yang lalu pihak pemerintah China sempat melarang game World of Warcraft di negara tersebut.
Lebih lanjut mereka juga menyebutkan bahwa sebuah online game yang berjudul "Audition" menyebabkan banyak gadis untuk berhubungan badan dengan orang-orang yang dia temui, dan menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, dan berujung kepada aborsi. Selain itu mereka menyebutkan bahwa para gamer remaja biasanya menjadi tergantung pada obat-obatan terlarang, seperti metamphetamines (di Indonesia lebih dikenal dengan Shabu-shabu), untuk membantu mereka memainkan game lebih lama.
Quote:
|
"He himself killed five people, and the reason he took the path to crime was addiction to violent online games"
|
Menurut survey China memiliki pengguna internet terbesar di dunia, dengan sekitar 338 juta user, dan 210 juta diantaranya memainkan online games.
China: Violence, drug addiction, teen pregnancy -- blame it on video games