Studio film animasi milik Steve Jobs yaitu Pixar, kembali akan merilis film animasi terbaru mereka yang berjudul Wall-E. Pixar yang merupakan studio animasi terdepan di Hollywood telah dengan konstan menghasilkan film-film animasi bermutu sejak tahun 1995 (Toy Story) dan di tahun 2008 ini mereka akan melanjutkan tradisinya dengan merilis Wall-E. Wall-E akan disutradarai oleh Andrew Stanton, sutradara yang berada dibalik kesuksesan film Finding Nemo, film yang sukses meraih Oscar tahun 2003 untuk kategori Best Animated Feature. Bekerjasama dengan Walt Disney Pictures sebagai distributornya, Pixar akan merilis Wall-E pada bulan Juni nanti tepatnya tanggal 27 Juni.
WALL-E
WALL-E berkisah tentang 'kehidupan' sebuah robot kecil bernama WALL-E. WALL-E diprogram sebagai robot yang bertugas untuk melakukan tugas bersih-bersih di bumi, oleh karena itulah dia diberi kode
Waste
Allocation
Load
Lifter -
Earth-Class (WALL-E). WALL-E hidup di bumi di masa depan dimana pada masa itu peradaban manusia telah hancur akibat perilaku konsumerisme yang parah dan tidak terkontrol, sehingga planet bumi menjadi begitu kotor akibat banyaknya sampah dan limbah, menjadikan bumi sebagai planet yang tidak layak huni.
Buy 'n Large
Untuk mengatasi problem sampah dan limbah ini, manusia harus meninggalkan bumi selama 5 tahun untuk tinggal di planet lain sembari menempatkan jutaan robot kecil pembersih (WALL-E) untuk membuat planet bumi menjadi bersih dan dapat dihuni kembali. Namun ternyata program pembersihan planet bumi ini gagal sehingga manusia pun menon-aktifkan semua robot kecuali satu robot pembersih yaitu Wall-E sang tokoh utama cerita, yang ternyata lupa dinon-aktifkan. Akhirnya Wall-E pun terpaksa melakukan semua tugas bersih-bersihnya seorang diri di bumi dengan hanya ditemani oleh kecoa-kecoa bumi.
Tetapi WALL-E bukan sekedar film animasi sains fiksi biasa, ini adalah film yang juga menceritakan tentang cinta.

Setelah 700 tahun tinggal sendiri di bumi, keadaan berubah secara drastis bagi WALL-E akibat kedatangan sebuah robot bernama EVE. Wall-E, yang adalah sebuah robot 'jantan' (male), ternyata jatuh cinta dengan EVE, sebuah robot 'betina'(female).

EVE
EVE (Extraterrestrial Vegetative Evaluator) adalah robot yang ditugaskan memantau kerja Wall-E di bumi. Tidak seperti WALL-E yang sudah 'hidup' beratus-ratus tahun sehingga memiliki 'perasaan' yang halus, EVE baru saja 'hidup' sehingga ia tidak mengenal apa yang dinamakan 'perasaan'. Tetapi bukanlah cinta jika tidak diperjuangkan

WALL-E tidak putus asa dan......cerita berlanjut nanti setelah filmnya dirilis..
WALL-E : Do you love me...(?)
EVE : ...........................
Wait..wait...this is not Moviexeon..?
It's Gamexeon..
Back into the game then.. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Dirilisnya game Wall-E tentunya sudah bukan kejutan lagi, karena seperti biasanya film-film animasi produksi Pixar selalu diikuti dengan dirilisnya versi game dari film aslinya.
Luxo si maskot Pixar
Sejak tahun 2001 yang lalu dimulai dari game Monster, Inc., pembuatan game adaptasi dari film Pixar dipegang oleh THQ yang sudah kita kenal karyanya melalui game Company of Heroes dan mulai tahun 2004 THQ menjadi pemegang lisensi tunggal untuk game-game keluaran Pixar. Namun sayangnya track record THQ untuk game-game adaptasi ini tidaklah sebaik track record mereka untuk game Company of Heroes misalnya, rata-rata game-game adaptasi buatan THQ ini paling besar skornya hanya mencapai angka 7 di situs-situs luar negeri, berbanding terbalik dengan nilai review filmnya yang selalu mendapat rating tertinggi di genre-nya (3D animation).