Kepada banyak teman teman ku
Apa yang kamu lakukan jika kamu disakiti ? Revenging, simply ignoring, atau forgiving ?
Apapun yang akan dilakukan, rasanya pasti berat. Revenge, ignoring, atau forgiving, semua nya hal berat yang harus di lakukan dan masing masing memiliki kebaikan dan keburukannya sendiri.
Dendam, hanya akan menimbulkan permasalahan di depan. Sesuatu yang sudah terlupakan dibelakang bisa timbul kembali karena dendam. Dengan sedikit picu emosi, ledakan dendam bisa menyebabkan saling bunuh. Dendam jelas bukan jawaban yang terbaik jika kamu disakiti.
Mengacuhkan, ignoring, bisa jadi jalan tengah bagi yang tidak ingin mendendam, juga tidak ingin memaafkannya, dari apa yang sudah saya alami ( ya saya tadinya ignoring person ), dengan mengacuhkan seseorang, life goes on beautifully. Setiap kali ada yang bikin rusuh dalam kehidupan kita, ignore. Hal ini berlangsung terus dan terus dan terus sampai akhirnya saya menyadari that i was alone. Semua orang saya ignore dan akhirnya hanya tinggal saya dan dunia. Ignoring bukan jalan terbaik jika kamu disakiti.
Forgiving, jangan kaget kalo saya bilang forgiving juga bukan jalan terbaik jika disakiti. Terlalu banyak forgiving, hanya akan menyebabkan kamu jadi tumpul. Lama lama kamu tidak tau yang mana yang salah dan mana yang benar. Dan kadangkala, dalam konten paling parah, kamu bahkan tidak tahu jika sedang disakiti. Semata mata forgiving juga bukan jalan terbaik jika kamu disakiti.
Terus bagaimana dong ?
Beberapa hal yang terus saya perdalami sampai saat ini adalah bagaimana mengembalikan rasa sakit tadi menjadi energi potensial. Siapkan list atau notepad bila perlu. Tuliskan beberapa hal yang membuatmu tersakiti dan siapa yang pernah menyakitimu. Sebelum meneruskan membaca ini.
Dengan modal list tadi, mari kita lihat satu persatu, coba lihat lagi pada masing masing item, apa masih ada yang kurang, jika tidak ada, silahkan teruskan membaca.
Kembalikan pada dirimu sendiri
Coba lihat kembali, hal apa yang menyebabkan kamu sampai disakiti. Misalnya karena sebuah ejekan, apa yang menyebabkan dia melemparkan ejekan itu padamu ? Darimana awalnya sehingga ejekan itu terjadi. Dan, apa yang telah kamu buat padanya sebelumnya sehingga dia mengejekmu sampai terasa menyakiti. Kembalikan pada dirimu, bagiamana rasanya jika kamu diperlakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan padanya. Jika relatif sakit, atau ada kemungkinan sakit, berarti kamu bersalah. Coba perbaiki hal itu.
Berbicara
Coba bicarakan pada orang yang menurutmu telah menyakitimu, mengapa dia melakukan itu, apa dasarnya, darimana logisnya pernyataan itu, pembicaraan ini jelas akan membosankan dan bikin naik darah. Pembicaraan ini kadang juga dirasa tidak perlu. Padahal, semakin kamu tidak membicarakannya, hal yang menurutmu menyakitkan itu semakin melekat padamu. Dan semakin itu melekat, semakin sensitiflah kamu dengan hal itu. Hal itu justru jadi kelemahanmu suatu hari nanti. Dan jelas kamu akan jadi bulan bulanan orang yang dapat menemukan kelemahanmu. Disakiti tanpa bisa membalas. Coba bicarakan kembali mengenai hal itu.
Melihat dari kacamata nya
Jika seseorang sampai terasa menyakitimu, pasti ada yang salah pada dirimu, menurutnya. Apakah hal yang salah itu ? Topik dimana dia mengutarakan pendapatnya yang membuat mu sakit hati, dan itu, seringkali faktanya hal itu memang kelemahan terbesarmu. Hal ini relatif, pada setiap orang, si A berkata bahwa si B kurang di satu hal. Si C berkata bahwa si B kurang di beberapa hal. Ini relatif, tapi jika kamu sudah dapat membuat nya menilaimu lebih baik, berarti kamu juga memperbaiki kelemahan terbesarmu sendiri. Coba lihat dari kacamatanya.
Menerima, bukan Menyerah
Seringkali kamu tidak sadar telah bersalah, padahal menurutmu kamu disakiti. Hal ini seringkali membuat orang jadi menyerah pada sesuatu yang dicintai nya.
Contoh, Saya sering menggantikan orang lain menyetir. Karena saya cinta menyetir. Tidak peduli mau matic atau manual, saya tetap cinta. Tapi suatu ketika, ada Oom saya yang bilang "Cara nyetirmu buruk sekali." Saya yang sudah hampir 10 tahun menyetir dan menurut banyak orang hampir tanpa cacat, tentu saja tidak terima dengan pernyataan semacam itu. Saya marah, pengen melawan, paling enggak, pengen membalas komentarnya. Tapi jika saya lakukan, berarti saya bodoh dan termakan omongannya. Sejak saat itu, saya masih terus menyetir. Tidak pernah melawan omelan dari Oom saya tadi. Sampai pada akhirnya Oom memuji saya, karena cara menyetir saya sudah meningkat baik.
Menerima makian, tapi tidak menyerah pada makian yang menyakitkan hati dan berusaha terus memperbaiki, akan membuat kamu lebih kuat dan lebih baik pada bidang itu.
Lakukan dengan hati
Coba lakukan lah hal diatas sebelum memutuskan untuk segera mengambil kesimpulan. Jangan buru buru marah, pikirkan baik baik apa kamu perlu marah. Selain bikin kepala pusing, tidur tidak nyenyak, energi juga terkuras. Apa hasil yang kamu dapatkan jika marah dengan segera ? Apa hasil yang kamu dapat dari list di depanmu saat ini ? Nothing. Zero. Kosong melompong. Coba gunakan hati dan nuranimu untuk menentukan bagian mana dari list mu sekarang yang perlu di lihat kembali permasalahannya. Coba lihat kembali kelemahanmu yang ada di list mu sekarang ini. Jika masih cukup banyak, segeralah untuk belajar melakukan hal diatas.
Segera jadikan segala kelemahan mu menjadi energi potensial yang bisa dikembangkan dengan luas. Makin banyak yang dapat kamu lakukan dengan berkembangnya kepribadian mu menjadi lebih baik. Makin banyak orang yang akan dekat kepadamu. Makin banyak pula peluang yang dapat kamu peroleh.
Jangan jadikan kelemahan sebagai jalan buntu, jadikan itu sebagai kekuatan baru.
Semoga bisa membantu, teman teman ku.



LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote
. Terkadang ego bisa mengalahkan semua logika yang ada walaupun dia tau yang dia lakukan salah, apalagi kalau tipe orangnya itu dendaman dan kebetulan dia disakiti





