Share
370 Views
11 Replies
TOKYO - Penanganan virus avian influenza (flu burung) di Indonesia menjadi pelajaran penting bagi Jepang. Terutama cara melibatkan masyarakat untuk sadar akan bahaya virus mematikan itu. Negeri Sakura tersebut sekarang mengandalkan sinetron yang rutin diputar di televisi.
''Program drama mulai dikembangkan setelah melihat proses di negara-negara lain, termasuk Indonesia,'' ujar Osamu Hayakawa, direktur Biro Kerja Sama Internasional Deplu Jepang, kepada Jawa Pos di Tokyo kemarin (17/2).
Menurut dia, rating drama anti-flu burung itu sangat tinggi. ''Untuk jenis drama dengan muatan pendidikan cukup populer bagi masyarakat Jepang,'' katanya. Sinetron berjudul Pandemic tersebut rutin diputar di NHK TV pada jam tayang utama (prime time).
Ceritanya tentang imigran gelap yang masuk ke Jepang. Dia ternyata membawa bibit virus flu burung yang menulari seorang sopir taksi. ''Sopir itu lantas menularkannya ke penduduk Tokyo,'' jelasnya.
Sejak 2005, Jepang bergabung dalam International Partnership on Avian and Pandemic Influenza (IPAPI). Bahkan menjadi donor terbesar kedua setelah AS dengan total bantuan USD 315 juta. Jepang juga mendanai penyediaan tamiflu untuk 1,5 juta penduduk di Asia. ''Indonesia dalam monitor aktif kami,'' tegasnya.
Ueda Naoko, direktur Divisi Penyakit Infeksi Japan International Cooperation Agency ( JICA), menegaskan pemerintah Indonesia sangat kooperatif dalam kerja sama anti-flu burung. ''Laporan Kementerian Kesehatan kami pantau secara berkala,'' ujar Naoko di kantor pusat JICA, kawasan Shibuya, kemarin. (rdl/nw)
Sumber : Jawa Pos | Selalu Ada yang Baru!
Mungkin mas dimas bisa confirm cast pemainnya sapa aja. Wa liat di d-addict belum ada nih.