Internet & WWW Discuss about internet, connection, ISP, etc
Selamat datang di Gamexeon Forum !
Saat ini kamu sepertinya masih menjadi tamu saja yang hanya dapat memanfaatkan situs ini secara terbatas. Dengan bergabung bersama kami, kamu dapat menanyakan semuanya mulai dari panduan sebuah game sampai utak atik game dan hardware. Banyak fitur lain seperti blogging, fasilitas realtime feeds, video post, poll dan lain sebagainya sebagai sarana diskusi juga disertakan dan siap digunakan oleh siapapun. Registrasinya cepet dan gampang kok, nggak bertele tele, makanya itu daftar sekarang!
Kalo ada masalah mengenai pendaftaran dan lain sebagainya, hubungi kami segera.
Kalau mau lihat index forum aktif yang sedang melakukan diskusi, kamu bisa klik disini .
Kalau mau tau apa saja yang sedang berlangsung di GX secara realtime, kamu bisa klik Newpost. Nggak usah di tutup lagi, nanti dia update sendiri :)
Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil menyatakan bahwa penawaran proyek Palapa Ring yang terbuka bagi asing bukan berarti karena proyek ini tidak menarik bagi investor lokal, termasuk buat Telkom.
"Melainkan karena proyek ini merupakan bagian dari pengembangan bisnis kompetisi yang lebih mengedepankan partisipasi banyak pihak agar tercipta iklim kompetisi yang sehat," ujarnya di sela-sela Indonesia Infrastructure 2006 di Jakarta Convention Center Jakarta yang berlangsung 1-3 November 2006.
Pernyataan Menteri terlontar akibat keluhan salah satu peserta yang mempertanyakan dan meragukan potensi proyek Palapa Ring tersebut. "Kalau memang menarik kenapa Telkom dan Indosat tidak bermitra saja untuk mengerjakan proyek ini?" tanya Audy Cole, salah satu peserta itu.
Dari gambaran tadi terlihat ada keraguan di benak peserta apakah Palapa Ring, yang merupakan satu-satunya proyek yang ditawarkan Depkominfo, benar-benar menarik.
Namun demikian, bila ditilik dari jumlah pengunjung yang menghadiri presentasi Palapa Ring, tampak jelas antusiasme masyarakat cukup besar. Hampir seluruh kursi yang disediakan panitia terisi semua, bahkan sebagian peserta terpaksa berdiri di belakang.
Para peserta presentasi jumlah tampak cermat menyimak paparan proyek yang disampaikan Menkominfo Sofyan A. Djalil dan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Selain presentasi proyek, panitia juga menghadirkan Direktur Utama PT Telkom Tbk Arwin Rasyid.
Di lain kesempatan, Menteri mengungkapkan, kekhawatiran industri telekomunikasi ini bakal dikuasai asing, tidak perlu ditanggapi berlebihan. Karena, tukasnya, asing hanya mendapat jatah maksimal 35% dari kepemilikan saham perusahaan penyedia yang ikut tender.
Sofyan juga berharap, proyek Palapa Ring ini dikerjakan secara konsorsium agar tidak terjadi iklim monopoli yang tidak sehat dan ujung-ujungnya harga yang ditawarkan pun jadi lebih menarik.
Rayuan Dirut Telkom
Sementara itu, masih di kesempatan yang sama, Dirut Telkom juga memaparkan prospek bisnis industri telekomunikasi yang masih besar. Prospek ini tercermin dari masih rendahnya tingkat teledensitas telepon di Indonesia, terlebih untuk fixed line.
Di lain pihak, lanjut Arwin, industri telekomunikasi di Indonesia masih bisa menikmati margin yang tinggi, terlihat dari tingkat EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization). Tercatat, EBITDA dua perusahaan telekomunikasi dominan di Indonesia yakni, PT Telkom dan PT Indosat masing-masing masih sebesar 61,1% dan 58,1%. "Tingkat Ebitda ini, hanya kalah dibandingkan PLTD Philipina," pungkas Arwin.
Presentasi orang nomor satu BUMN Telekomunikasi tersebut diharapkan semakin menguatkan keyakinan bahwa proyek backbone Palapa Ring masih memiliki prospek yang cerah di masa depan. Sebab, proyek ini akan menjadi jaringan tulang punggung bagi pengembangan layanan telekomunikasi di Indonesia.
Selanjutnya, Sofyan kembali menegaskan, bahwa saat ini orang bisa saja belum melihat proyek ini tidak menarik. Namun, ia mengingatkan dalam jangka panjang proyek ini akan memiliki peran yang besar di dalam industri telekomunikasi.
Untuk itu pula, mengingat pentingnya posisi proyek ini, pemerintah berupaya agar proyek ini tak jatuh pada satu pihak sehingga terjadi persaingan yang tak sehat. Pun, Menkominfo mengatakan pihaknya lebih mantap bila konsorsium yang mengerjakan proyek ini. "Kita akan memberikan insentif yang lebih banyak kepada konsorsium," tegasnya.
Proyek Palapa Ring merupakan pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.
Palapa Ring akan menghubungkan 33 propinsi serta 440 kota/distrik. Panjang kabel bawah laut mencapai 35.280 km, sedangakan kabel in land mencapai 21.807 km. Menteri memperkirakan proyek itu butuh investasi sebesar US$ 1,517 juta atau sekitar Rp 15 triliun. (rou)(wsh/wsh)
Achmad Rouzni Noor II - detikInet
ilustrasi (diolah/ist.)
Jakarta, Ada tujuh alasan mengapa megaproyek serat optik pita lebar Palapa O2 Ring yang bernilai US$ 1,517 juta itu begitu penting bagi Indonesia.
Seperti dinyatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil, tender megaproyek serat optik pitalebar Palapa O2 Ring yang bernilai US$ 1,517 juta akan digelar pada Oktober 2007. Saat 'menjajakan' megaproyek itu di ajang Indonesia Infrastructure Conference dan Exhibition (IICE) 2006, pemerintah pun menawarkan beberapa insentif untuk menarik minat para investor.
Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pitalebar yang dapat membawa data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar yang terdiri dari tujuh cincin serat optik meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta delapan jaringan penghubung (back haul). Palapa Ring yang memiliki panjang keseluruhan 30.000 km tersebut diharapkan menghubungkan sekitar 33 provinsi dan 440 kota/daerah di seluruh Indonesia.
Mulanya, ide pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring diawali adanya kenyataan tingginya harga bandwidth di Indonesia yang mencapai US$ 5,07 per 100 Kbps sehingga memicu tingginya tarif telekomunikasi dan Internet kepada pengguna akhir. Untuk itu, dengan Palapa Ring, tarif telekomunikasi dan Internet diyakini akan turun sekitar 10-15% setiap tahun.
Meski demikian, banyak yang meragukan proyek raksasa itu bakal menarik minat investor karena tak semua area yang hendak dibangun terbilang 'basah'. Namun, untuk menuju masyarakat berbasis informasi, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi yang bakal menyentuh hingga pelosok pedesaan itu memang patut didukung. Apa pasal?
Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, pun menuturkan alasan-alasan tersebut, seperti dikutip detikINET, Jumat (3/11/2006).
1. Meningkatkan pembangunan ekonomi, kebudayaan dan masyarakat Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang belum berkembang.
2. Mengurangi kesenjangan digital antar masyarakat di kota-kota kecil yang belum terbangun jaringan broadband.
3. Menawarkan berbagai peluang untuk berkompetisi dan kesempatan berbisnis di daerah-daerah yang belum berkembang.
4. Meningkatkan jumlah titik akses terhadap jaringan pita lebar, yang mencakup 440 kota/daerah, di mana setiap kota/daerah itu akan menjadi satu access point pada jaringan broadband.
5. Menyediakan layanan komunikasi publik dan pemerintahan yang efisien, aman dan berdaya jangkau luas, yang mencakup militer, kepolisian, meteorologi, pencegahan bencana, dan pelanggan korporat.
6. Mengurangi tarif dalam bertelekomunikasi dan mendorong pemanfaatan akses broadband.
7. Menyediakan kebutuhan masyarakat dalam bertelekomunikasi di masa kini dan di masa depan yang kemungkinan bergantung pada jaringan broadband.
Semoga saja bila megaproyek ini rampung, janji manis pemerintah untuk menurunkan tarif telekomunikasi dan internet benar-benar tewujud. (rou)(rou/wsh)
Mmm jadi nanti bakalan ada Internet Broadband di tengah rimbunnya hutan Kalimantan???Wuih lumayan juga yah nih proyek, moga-moga aja yang ikutan nih proyek masih punya hari nurani supaya nggak nyunat anggaran.