Karena banyak yang merasa meragukan kemampuan prosesor terbaru dari Intel yaitu Celeron Dual Core E1200 dalam menjalankan aplikasi terutama game, seharian gw bela-belain ngetes processor ini. Untuk comparenya sengaja saya pilihkan salah satu highend processor dari AMD yaitu Athlon 64 Black Edition 6400+.
Karena kedua buah prosesor tersebut bila dibandingkan secara awam akan sangat berbeda architecturenya, maka kedua buah prosesor disamaain clock speednya. Celeron E1200 yang defaultnya cuma 1600MHz di OC menjadi 3200MHz sehingga clock speednya sama dengan Athlon 64 BE 6400+ yaitu 3200MHz.
Berikut spesifikasi kedua buah prosesor :
Intel Celeron E1200
Clock speed : 1.6GHz Oc'ed to 3.2GHz (stock cooling)
Codename : Conroe
L2 cache : 512KB
AMD Athlon64 X2 Black Edition 6400+
Clock speed : 3.2GHz (stock cooling)
Codename : Windsor
L2 cache : 2x1024KB
TEST BED :
Intel Celeron E1200
DFI Lanparty P35-T2
Kingbox 1GBx2 1066
POV 9600GT dan POV 8400GS
Hitachi 160GB
Corsair HX 520w
AMD Athlon64 X2 Black Edition 6400+
DFI Lanparty 790FX-M2R
Kingbox 1GBx2 1066
POV 9600GT dan POV 8400GS
Hitachi 160GB
ACBEL M8 750w
Benchmark dilakukan dengan menggunakan 5 games yaitu :
1. Call of Duty 4 : Modern Warfare
2. Collin Mc Rae : DIRT
3. CRYSIS
4. Need for Speed : Prostreet
5. World in Conflict
VGA yang digunakan sengaja menggunakan dua buah VGA dari strata yang berbeda yaitu : 8400GS (64bit) untuk kelas low end dan 9600GT (256bit) untuk kelas mid-highend. Digunakannya 2 buah VGA ini dimaksudkan untuk mengurangi bias bila hanya menggunakan satu buah VGA saja. Disini juga akan terlihat scaling / peningkatan game bila menggunakan dua buah VGA dengan kelas yang berbeda. Penggunaan dua buah VGA ini juga untuk melihat sejauh mana prosesor mempengaruhi peningkatan FPS dari tiap-tiap games yang ditest.
Resolusi yang diset pada setiap games, diseragamkan pada resolusi 1024x768, yang notabene resolusi standar sejuta umat.. dan tentunya sejuta gamer... Semua setting diset ke low, bertujuan untuk menghilangkan bottleneck pada VGA ata GPU istilahnya bound, sehingga real performance dari tiap-tiap prosesor bisa menjadi bias. Begitu pula dengan resolusi yang diset yang termasuk rendah agar tidak ada bottleneck di VGA.
Tanpa banyak basa basi.. kita lihat langsung ke result test berikut ini :
1. Call of Duty 4 : Modern Warfare
Setting yang digunakan untuk game ini adalah selain resolusi diset ke 1024x768 juga semua setting diset ke low (normal) tanpa AA dan AF. Level yang dimainkan adalah Prologue : Crew Expendable
Berikut hasilnya. :
Dari chart di atas terlihat bahwa Celeron E1200 yang berjalan di 3.2GHz masih lebih kencang beberapa FPS dibanding Athlon 64 BE X2 6400+ (speed 3.2GHz). Baik dengan vga 8400GS maupun dengan 9600GT terlihat bahwa E1200 masih lebih perkasa dibanding A64 6400+
2. Collin Mc Rae : DIRT
Game ini juga diset pada resolusi yang sama yaitu 1024x768 dan setting diset ke Low semua. Untuk tes ini dimainkan Championship : BP Ultimate RALLY UK
Berikut hasilnya :
Dari chart tersebut, Celeron E1200 masih superior dibanding A64 X2 6400+. Perbedaan FPS yang diraih sekitar 4-5 FPS untuk kedua buah jenis VGA yang digunakan.
3. CRYSIS
Untuk game ini dilakukan dua buah benchmark yaitu : GPU Bench dan CPU Bench. Setting yang digunakan juga LOW detail tanpa AA, dengan resolusi 1024x768. Karena benchmark baik GPU maupun CPU sudah terintegrasi di dalam game crysis, maka level yang digunakan juga default sesuai dengan yang diset oleh Crysis Benchmark tersebut.
Berikut Hasilnya :
1. GPU Bench
Dari table di atas terlihat bahwa Athlon 64 mulai menunjukkan taringnya, dengan FPS yang didapat sebesar 94fps vs Celeron yang mendapat 86fps dengan GF9600GT, sedangkan pada saat digunakan GF8400GS FPS rata-rata yang didapat SAMA persis. Hal ini berarti untuk game crysis, L2 cache di A64 yang 4 (empat) kali lebih besar dibanding Celeron diduga meningkatkan performa VGA dengan stream processor yang banyak. Namun demikian, peningkatan yang dihasilkan hanya 8 fps saja dengan rata-rata yang tinggi semua. Max dan Min FPS yang dihasilkan juga tidak terpaut jauh. Untuk kali ini A64 X2 6400+ berhasil mengungguli Celeron E1200
2. CPU Bench
Hasil GPU Bench diatas yang ternyata diungguli oleh A64 X2 6400+ Black, ternyata tidak terjadi pada tes CPU Bench. Di test ini, Intel Celeron E1200 yang berjalan di clock speed 3200MHz ternyata mampu mengungguli X2 6400+ dengan marjin 6fps pada saat menggunakan VGA kencang (9600GT). Intel juga unggul pada minimal FPS dengan selisih sebesar 23fps.
Sedangkan pada saat tes dengan VGA lowend, FPS yang dihasilkan juga SAMA persis antara kedua buah prosesor.
4. Need for Speed : Prostreet
Setting yang digunakan untuk game ini sama seperti tes game sebelumnya yaitu dengan menggunakan resolusi 1024x768 dengan setting semua LOW, walauipun beberapa opsi di ON kan (smoke dan car reflection)
Need for Speed : Prostreet walaupun tidak seheboh pre releasenya, namun masih banyak penggemar racing game yang memainkannya. Walaupun dinilai tidak sebaik sequel sebelumnya, NFS : Prostreet dalam hal grafis lebih unggul dibanding generasi² FPS sebelumnya. Back to topic...
Kita lihat chart di atas, terlihat bahwa pada saat digunakan VGA yang kencang, Celeron E1200 mampu melibas Athlon 64 X2 6400+ dengan margin rata-rata frame per second sebesar 11 FPS. Sedangkan pada saat dilakukan tes dengan VGA low end, frame per second rata-rata hasilnya sama yaitu 24 fps. Untuk sesi ini, kembali Celeron E1200 unggul.
5. World in Conflict
Game bertema Perang Modern di daratan Amerika ini termasuk salah satu game RTS yang merender secara massive environment pada sebuah perang kota, sehingga diperlukan PC yang berspesifikasi tinggi untuk menjalankan game ini secara lancar. Untuk game ini, resolusi juga diset ke 1024x768 dengan setting VERY LOW.
Dari hasil di atas, terlihat Celeron E1200 kembali menunjukkan superioritas nya dibandingkan dengan X2 6400+ dengan selisih marjin sebesar 17fps pada saat digunakan VGA highend, dan 1 fps pada saat digunakan vga lowend.
RESUME :
Dari hasil benchmark di atas, kita rangkum menjadi table sebagai berikut :
Terlihat dari table di atas, Celeron E1200 yang berjalan pada speed yang sama dengan X2 6400+ mampu unggul di hampir semua tes game. Hanya pada tes game Crysis saja dimana Celeron E1200 tidak bisa menyamai perolehan FPS dari X2 6400+. Selain itu, di benchmark yang lain Celeron E1200 terlihat keunggulannya dengan total persentase 6.7% lebih cepat dibandingkan dengan X2 6400+.
Keunggulan E1200 tidak terlepas dari architecture yang diusung yang notabene masih keluarga keturunan Core. Walaupun secara teknikal ketinggalan dibanding X2 6400+ (bisa dilihat dari jumlah cache yang 2x1024KB vs 512KB di Celeron) tapi performa pada clock yang sama terlihat lebih baik dibanding X2 6400+. We're talking bout games, jadi tolong jangan diOOTkan ke non gaming topic deh...
CONCLUSION :
Dari hasil tes tersebut, performa processor low end terbaru dari Intel ini terlihat sangat menjanjikan.. Namun demikian, untuk mendapatkan performa tersebut, processor harus dilakukan Overclocking. Bagi penganut faham anti OC, please leave this thread immediately

Hal ini karena untuk mendapat hasil yang seimbang processor perlu dilakukan overclocking untuk dapat menyamai speed X2 6400+ yang defaultnya sudah di 3200MHz.
Dan untungnya, prosesor E1200 termasuk sangat mudah dioverclock sampai 100%. Dari beberapa percobaan yang saya lakukan bersama teman-teman (sekitar > 20pcs processor) semuanya bisa berjalan di speed 3,2GHz tersebut. Untuk itu diperlukan motherboard yang mampu membawa processor tersebut ke speed tersebut. Dalam kesempatan ini dipilih DFI Lanparty P35-T2 yang kemampuan overclockingnya termasuk excelent dengan harga yang tidak terlalu mahal (sekitar 1.3jt)
Namun demikian kalaupun ada yang prosesor yang tidak sanggup jalan di speed tersebut, maka compare yang dilakukan juga seharusnya dengan AMD X2 yang berspeed sama.
Kelebihan lain dari E1200 adalah harganya yang murah, apalagi untuk performa sedemikian, user hanya perlu merogoh kantong sekitar 550ribu saja. Bandingkan dengan X2 6400+ yang harus ditebus seharga 1.6juta lebih. Selisih harga yang mencapai hampir 1.1juta tentulah sebuah nilai yang tidak sedikit, apalagi untuk low budget user seperti saya dan teman-teman di jogja ... Adalah sebuah lebih memuaskan melihat performa system dengan harga yang murah namun bisa mengimbangi system dengan harga yang lebih mahal.
Kenapa X2 6400+ tidak di OC?
Pertanyaan yang mungkin menggayut di benak para pembaca sekalian.. Sengaja memang tidak dilakukan overclocking pada X2 6400+. Disamping speed tersebut sudah termasuk tinggi untuk ukuran AMD, juga karena limitasi prosesor yang saya tes pada saat dilakukan overclocking mentok di kisaran 3,5GHz.. Sedangkan Celeron yang digunakan bisa mencapai 3.6GHz
dan divider diset ke 800 memory dengan stock cooling.
Clock 3.2GHz sengaja dipilih karena dengan clock ini, frekuensi memory pada X2 6400+ yang berjalan pada speed 3.2GHz bisa disetarakan ke DDR800 dengan timing 5-5-5-15. Sedangkan untuk Intel jauh lebih mudah dengan hanya mengeset strap fsb ke 333 dan divider 1:1 maka RAM akan berjalan di DDR800 dengan timing yang sama 5-5-5-15
Oleh karena itu untuk meminimalizir bias apabila dilakukan overclocking lebih tinggi lagi.
Dan lebih lagi, speed tersebut merupakan daily stable setting yang stabil dijalankan untuk harian.
Intel Celeron E1200
PROS :
- Harga Murah (sekitar 500an ribu pada saat review ini dibuat)
- OC headroom tinggi
- Great performer clock per clock
- Great gaming system when OC'ed
CONS :
- default speed yang sangat rendah (sangat tidak dianjurkan untuk para anti overclock)
- Stock FAN tipis dan tidak sebaik FAN Intel generasi sebelumnya
- Perlu motherboard yang bagus untuk OC
AMD X2 6400+ (Black Edition)
PROS :
- Multiplier unlocked
- OC able up to 3.5GHz (rata-rata)
CONS :
- Harga Muhul (sekitar 1.65jt blm termasuk HSF, pada saat review ini dibuat)
- OC headroom rendah
- Power consumption yang lebih besar
- Clock per clock performance tidak sebagus Intel
- Gaming performance mediocre
Time to judge :
Intel Celeron 1200 win over X2 6400+ on gaming session!!
Lowend + Overclocker rules!!...
END OF WORDS............
Smoga berguna...
\wedz/