Karena banyak yang merasa bingung dalam membuat buying decision khususnya untuk chipset 965, P35 dan X38 untuk dijodohkan dengan prosesor Intel Dual Core terbaru yaitu E8xxx series, hari ini gw coba compare ketiga chipset tersebut dengan prosesor E8xxx untuk melihat kinerja dalam hal overclockingnya ... Again we are not talking bout default here.. so don't ask for default to me pls.. apalagi buat para user DFI jarang yang jalan di default

Kelebihan lain, Wolfdale memiliki ability untuk dioverclock dengan sangat mudah, jauh lebih mudah dari processor generasi sebelumnya (65nm). Bahkan overclocking dapat dilakukan hanya dengan air cooling dan suhu tidak sepanas prosesor 65nm
Pada test ini, digunakan 3 buah motherboard dengan chipset yang berbeda dari DFI. Chipset yang digunakan untuk overclocking Wolfdale disini menggunakan chipset P35, X38 dan ... P965 Chipset oldschool yang masih menjadi primadona khususnya setelah Wolfdale keluar. Nanti akan kita lihat apakan P965 dari DFI mampu digunakan untuk melakukan overclocking sebagus chipset yang sudah native FSB 333 suppport (P35 dan X38) Adapun motherboard yang digunakan adalah sebagai berikut :
- DFI Infinity P965-S DARK
- DFI Lanparty DK P35-T2RS
- DFI Lanparty DK X38-T2R
Khusus untuk motherboard P965 diperlukan update bios terbaru agar bisa mendeteksi prosesor Wolfdale dari Intel. Sedangkan kedua board lain yang digunakan untuk tes ini tidak diperlukan update BIOS karena dengan shipping BIOS sudah bisa dilakukan overclocking dengan sangat lancar.
Adapun Spesifikasi Tes ini adalah sebagai berikut
Spesifikasi :
- Intel Core2Duo E8400 (default 3GHz) thx to Riyal
- 3 DFI mobo tersebut di atas
- ADATA X-series DDR2-800X 2GB kit
- POV GF9600GT EXO 512MB
- Hitachi 160GB
- ACBEL M8 750w
- BenQ T706
Pic Motherboard :
DFI INFINITY P965-S DARK
DFI LANPARTY DK P35-T2RS
DFI LANPARTY DK X38-T2R
Pada tes ini, clock speed E8400 diset sama untuk ketiga motherboard yaitu ke 4.2GHz. Ternyata semua motherboard mampu untuk menjalankan Wolfie ini pada clock tersebut dengan aircooling. Pada clock speed tersebut, FSB perlu dinaikkan dari 333 (default) ke 467. RAM juga diset ke divider 1:1 agar semua motherboard dapat melalui dengan mudah, dengan timing 4-4-4-12 2T. VGA diset dalam kondisi default dari POV 9600GT EXO yaitu gpu clock 700MHz dan memory 1950MHz. PCIe diset ke 100MHz agar tidak mempengaruhi core clock dari 9600GT
Tes dilakukan dengan 6 parameter pengujian yaitu :
1. Superpi Mod 1.5XS 8M
2. PCMARK 05
3. Everest Memory Benchmark
4. CRYSIS CPU Bench
5. Cinebench R10
6. 3DMARK 2001SE
RESULT :
1. Superpi mod 1.5XS 8M
Tes Superpi dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh latency chipset dalam melakukan penghitungan pi.
Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
Dari chart di atas terlihat bahwa DFI Lanparty DK P35 masih leading dalam Superpi. Hal ini disebabkan karena latency di chipset P35 masih yang terkecil dibading P965 dan X38. P965 sebenarnya memiliki latency yang paling baik karena dia merupakan chipset dengan native FSB 266, sedangkan dua chipset lainnya native FSB 333. Namun demikian kalo kita lihat lebih teliti P965 DARK masih sangat mampu bersaing dalam hal Superpi. Bahkan bila ditweak lebih lanjut ada kemungkinan P965 bisa jauh lebih cepat dibanding 2 chipset lainnya. X38 kembali harus tertinggal di belakang untuk urusan kejarČan Superpi. Hal yang wajar mengingat chipset X38 sebenarnya didesign untuk DDR3 yang memiliki bandwidth lebih besar dibanding DDR2 yang lebih ke latency ketat.
2. PCMARK 05
Benchmark untuk melihat keseluruhan performa dari sebuah sistem komputer yang dirilis oleh FUTUREMARK ini masih menjadi benchmark favorit untuk melihat sejauh mana kemampuan sebuah system untuk melakukan berbagai tasks yang biasa digunakan sehari-hari seperti mendengarkan musik, menulis/mengetik, browsing, gaming, video editing dan lain-lain.
Adapapun hasilnya adalah sebagai berikut :
Dari chart di atas, terlihat chipset X38 leading dengan margin yang sangat kecil dengan 2 chipset lainnya. Disini juga kembali terlihat bahwa P965 DARK masih merupakan platform yang sangat layak dipertimbangkan untuk building system Wolfdale based. Dari chart tersebut terlihat P965 DARK hanya tertinggal 24poin saja dibanding X38. Sedangkan P35 harus puas di urutan paling belakang dengan selisih 85 poin dengan X38 as a leader di sini.
3. Everest Memory Benchmark
Tes ini untuk melihat bandwidth memory antara ketiga chipset tersebut. Dalam tes ini dilakukan pencatatan dua kali yaitu memory read dan memory write. Hasilnya adalah sebagai berikut :
Terlihat dari tabel di atas, DFI LanParty DK P35-T2R kembali memimpin dalam hal urusan memory bandwidth. Setelah sebelumnya memimpin di Superpi, DFI LP DK P35-T2R kembali memimpin dalam benchmark Memory READ. Sedangkan DFI Infinity P965 DARK kembali menduduki peringkat ke dua dengan selisih 73 MB/s saja. Sedangkan urutan terakhir ditempati oleh chipset X38 dengan selisih cukup besar yaitu 388 MB/s
Untuk benchmark memory WRITE, perbedaan yang terlihat sangat tipis. Dan kembali P35 T2RS memimpin di memory READ.
Secara overall dalam hal memory benchmark ini, DFI LP DK P35-T2RS memimpin dan selanjutnya disusul oleh DFI Infinity P965-S DARK
4. CRYSIS CPU BENCHMARK
Game fenomenal ini memang selalu menjadi salah satu parameter dalam beberapa pengujian hardware. Tidak hanya Graphic Card saja yang dilakukan benchmark dengan game ini, namun hardware lain seperti CPU, Motherboard, RAM juga sering dites menggunakan game ini.
Tes yang digunakan adalah CRYSIS CPU TEST 2 Benchmark. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
Hasil yang cukup mengejutkan dimana chipset lawas, P965 mampu leading dalam tes ini dengan margin yang sangat reasonable sebesar hampir 10FPS dengan chipset lain. Disini terlihat bahwa PCIe 1.1 di chipset P965 masih sangat mampu untuk menjalankan GF9600GT secara maksimal. Peringkat kedua ditempati oleh X38 dengan native PCIe 2.0nya dan peringkat terakhir ditempati P35 T2RS dengan selisih 9 FPS dengan peringkat pertama (DFI Inf P965-S DARK)
5. Cinebench R10
Benchmark yang very-very CPU bound terlihat disini. Kemampuan rendering Wolfdale benar-benar diuji dalam tes Cinebench x-rendering CPU. Dalam tes ini, stability processor benar-benar diuji karena bila sedikit saja setting tidak benar-benar stabil dipastikan system akan mengalami restart. Thx to Wolfdale which easily ran @ 4200MHz flawlessly with this 3 boards!
Berikut hasilnya :
Kembali chipset lawas masih menunjukkan tajinya. Ya.. P965 DARK masih merupakan platform yang sangat tepat untuk Wolfdale ini. Terlihat hasil Cinebench yang tertinggi diantara ke tiga chipset lain. Selisih yang sangat sedikit memperlihatkan bahwa benchmark ini benar-benar murni menunjukkan performa CPU dibanding peripheral yang lain. Dua chipset lainnya (P35 dan X38) sedikit tertinggal dalam benchmark ini.
6. 3DMARK 2001SE
Benchmark yang masih merupakan benchmark favorit, karena benchmark keluaran Madonion sebelum dibeli oleh Futuremark ini merupakan benchmark grafis yang cenderung test pada keseluruhan aspek. Tidak hanya VGA namun CPU dan peripheral lain juga sangat berpengaruh dalam benchmark ini. Bahkan CPU dan latency sangat menentukan score 3DMARK 2001SE ini. Berikut hasilnya adalah sebagai berikut :
Disini chipset X38 leading dalam hal scoring, native PCIe 2.0 terlihat cukup membantu dalam meningkatkan skor 3DMARK. Namun demikian, chipset lain dengan PCIe 1.1 tidak serta merta ketinggal jauh, namun hanya tertinggal sedikit dengan selisih sekitar 300 point. Tempat kedua ditempati oleh P965 DARK yang kembali merupakan menunjukkan sebagai platform Wolfdale yang serius untuk dipertimbangkan.
CONCLUSION :
Dari hasil berbagai benchmark di atas, kemampuan ketiga chipset rata-rata seimbang. Tidak ada satu pun platform yang mendominasi dalam 6 tes di atas. Hal yang sangat menarik adalah chipset lawas sekelas i965 masih merupakan chipset yang reasonably good bila disandingkan dengan processor E8xxx Wolfdale 45nm. Bahkan P965 sering leading di berbagai benchmark dan tidak pernah tertinggal di urutan paling buncit.
User dengan motherboard DFI Infinity P965 tentu saja gembira dengan hal ini, upgrade ke Wolfdale setidaknya menunjukkan bahwa chipset lawas belumlah punah. Terbukti walaupun secara native tidak support FSB 333 namun chipset P965 mampu untuk mengenali dan bahkan untuk overclocking E8400 dengan sangat mudah.
Ketiga motherboard di atas mencerminkan bahwa platform Intel 45 nm (Wolfdale) mampu dimaksimalkan dengan chipset apapun mulai dari P965 sampai X38. Performa yang terpaut tidak jauh memperlihatkan hal tersebut. Overclocking juga sama mudahnya dengan ketiga platform di atas, dengan catatan P965 harus dilakukan flashing BIOS terlebih dahulu agar dapat mengenali processor Intel generasi terbaru ini.
Finally.. it's time to hit the paper and judge antara ketiga motherboard tersebut..one by one
DFI Lanparty P35-T2RS
PROS :
- Layout yang bagus dan bundle mewah khas LanParty
- very-very OCable dan mampu mencatatkan waktu tercepat di Superpi dan unggul dalam Everest Benchmark
- harga sudah cukup murah (sekitar 1.4jt)
- vdroop almost zero only 0.016v
- all solid caps
CONS :
- only 1 PCIe 16x slot
DFI Lanparty X38-T2R
PROS :
- PCIe 2.0 menjanjikan onward availability
- performa cukup tinggi di 3DMARK 2001
- Layout dan bundle yang melimpah
- Debug Light (seven segment) sangat membantu sekali untuk diagnostic mobo
- 2x PCIe 16x line giving full speed Crossfire availability
- all solid caps
CONS :
- Harga masih cukup mahal (sekitar 1.97-2jt an)
DFI Infinity P965-S DARK
PROS :
- Chipset lawas terbukti belum mati dan masih mampu leading dalam berbagai benchmark
- Harga sudah murah (sekitar 1.1jt)
- Performa OC reasonably good!
- vdoop kecil sekitar 0.02v
- all solid caps menjamin durability
- two PCIe 16x slots
CONS :
- tidak terdapat menu CMOS RELOADED sehingga cukup merepotkan apabila harus melakukan setting ulang pada BIOS yang sangat melimpah
- chipset lawas, sehingga tidak dijamin akan bisa support next generation CPU
- proses booting cukup lama, karena harus cycling ON dan OFF beberapa kali
congratz to DFI P965-S users.. silakan upgrade ke Wolfie and OC-ed it
END OF WORDS
thx for reading
\wedz/