Share
220 Views
6 Replies
Ini adalah sebuah kisah tak jauh dr kronologis kejadian.
Kita kupas sedikit bahwasan aku adalah seorang manusia tolol yang putus kuliah karena sebuah alasan.
Alasan itulah yang membuatku tidak mempercayai lagi orang di sekitar diriku.
Dahulu aku adalah seorang manusia yang sangat kuat, namun sekarang aku ada di titik terhancur dalam hidupku.
Hampir satu bulan lamanya aku menangisi hidupku, membasuh wajahku dengan air mata, sampai aku tak tahu lg bagaimana cara tersenyum.
Singkat cerita aku menjalani keseharianku dalam kesendirian, dengan anggapan bahwa selama hidupku aku melakukan kesalahan.
Aku selalu memiliki kesialan, bila aku vaik pada seseorang, biasanya mereka yang baik padaku rata-rata tidak dikaruniakan umur panjang( alm. tawei, alm. hendrik, alm. wayne, alm. nia, alm. cristian)...
Eric tangara dan yohanes panata jgn sampai deh.
Sedangkan beberapa dr mereka yg masih hidup membalas kebaikanku dengan kepahitan(tidak usah dicantumkan).
Mereka yang berusaha kujaga kusayang berubah menjadi orang yang paling aku benci.
Aku berpikir aku salah, kita tidak dapat membuat teman, teman baik akan datang dengan sendirinya.
Larut dalam pemikiranku aku menjalani hari hari penuh rasa sakit, pukulan yang sangat berat.
tidak customer ada yang tahu bahwa saya hanya bos di pagi hari namun pada malah hari saya ada pecundang yang meratapi kenyataan pahit.
Sampai suatu hari, seseorang memanggilku via msn.
nobody care's abot me except teman2 ipeka saya. biasanya orang cuma manggil dan bilang sabar, kalau tidak memaki kebodohanku.
tp ada seorang dosen berbeda.
Awalnya kukira semua dosen sama.
Yang ini aalah satu yang berbeda, ia berusaha menghubungiku setelah aku berhenti kuliah.
Kuceritakanlah dalam2 apa yang ada dalam pikiranku, penyebab kehancuranku dan kesedihanku.
Kupikir dia akan menertawakan kebodohanku.
ternyata tidak.
Dia malahan memberikan klarifikasi yang sama mengenai hidupnya, masa lalunya, bagaimana dalam hidup bertindak benar akan mengalami sakit yang dalam.
mendiamkan mereka yang menhina kita, tersenyum di setiap kondisi walaupun gerir dan sakit di dalam hati.
Menceritakan kesakitannya sebagai dosen, sebagai manusia dan sebagai dirinya.
Mungkin tak jauh berbeda, tapi aku yakin penderitaanya selama ini di atas penderitaanku, bagaimana tidak umur saja aku tidak mengimbanginya, berkeluarga saja aku belum.
Sampai ada perkataan
DOSEN ITU PEKERJAAN YANG PALING SAMPAH TAPI PALING MULIA DI AKHIRAT.
Saya membantah, bahwa sejujurnya mungkin bila semua dosen tipikal sampah, ingatlah ada saya yang selalu menganggap anda orang mulia, mungkin ada kesulitan, miskin, mengalami tekana.
Hampir semua kuliahan di jakarta bonafide, mahasiswa rata rata baik, tp kuliahan selalu tak adil, mereka mampu menarik biaya kuliah secara besar tapi tak mampu membayar dosen secara pantas.
Bagi para siswa mahasiswa ingatlah, bahwa pendidik yang mengajar kalian memandang kalian seperti manusia teman, ataupun sebagai anjing, junjunglah tinggi bahwa menjadi pendidik tidaklah mudah, mereka yang berprofesi sebagai guru dan dosen adalah pekerjaan yang paling mulia.
Dan ingatlah para dosen dan guru2, tugas kalian adalah bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik dan memberi support
bagi sekolah dan kuliah yang ada sekarang, jangan anggap mahasiwa adalah uang berjalan,namun anda tidak dapat menggaji honor guru dan dosen secara pantas.
no offence, teori current up cycle lebih baik dihilangkan setengahnya, investasi di masa depan merugikan jadi keuntungan sekarang untuk menutupi kerugian di masa depan?
Berlaku bila kalian adalah mall/ tempat rekseasi.
Tak lepas dari judul, saya sangat berterima kasih pada objek bersangkutan. Andai semua pengajar seperti anda mungkin perkuliahan dan pendidikan diindonesia akan maju pesat.
Anada bukanlah dosen, anda pendidik, andalah orang tua, dan andalah teman.
Saya tak bisa berbuat banyak, saya hanya bisa berharap tuhan yang anda sembah senantiasa mencintai, menjaga, dan menyayangi anda dan keluarga anda, menjauhkan anda dan keluarga anda dari mara bahaya dan sebagainya.
Terima kasih atas pengabdian anda, karena anda aku dapat bangkit kembali, inilah cerita yang akan kuteruskan sampai ke anak cucuku, namamu akan mulia dalam memori keluarfaku, dan ketahuilah sampai dunia memusuhi anda, saya akan selalu mendukung anda.