“a small step for a man... a giant leap for mankind...”. Begitulah kira-kira kata yang diucapkan oleh astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong, ketika ia keluar dari kapsulnya, Apollo 11, dan menjejakkan kakinya di permukaan Bulan, sebagai langkah pertama manusia di benda langit selain planet Bumi.
Peristiwa yang berlangsung pada pertengahan tahun 1969, dan terjadi begitu dramatis sekaligus spektakuler itu disiarkan langsung oleh televisi dan radio kemudian dipancarluaskan ke seluruh pelosok dunia. Berita dan foto-foto mengenai keberhasilan gemilang Amerika Serikat itu segera menghiasi halaman ribuan media cetak yang terbit di seluruh dunia.
Kejadian tersebut mengilhami program dan misi-misi luar angkasa selanjutnya. Bahkan sebuah perusahaan penerbangan komersil di Amerika Serikat sempat menawarkan sebuah paket wisata ke satu-satunya satelit Bumi itu.
Hollywood pun tak mau ketinggalan. Film-film seperti “Apollo Thirteen”, “From Earth to the Moon”, dan berbagai judul film lainnya diproduksi oleh Hollywood. Mulai dari film dokumenter, hingga film dengan visual efek tercanggih.
Tapi, apakah kejadian yang menggegerkan seluruh dunia itu benar-benar terjadi, ataukah tak lain hanya sebuah film termahal yang pernah dibuat? Apakah Neil Armstrong benar-benar menjejakkan kakinya di permukaan Bulan, ataukah tak lain hanya melangkah di sebuah studio film ?
Itulah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang coba dijawab oleh para ilmuwan. Melalui analisis akurat yang dilakukan terhadap ratusan lembar foto dan rekaman video yang “katanya” diambil di Bulan, para analis mendapatkan banyak hal yang dapat membuktikan bahwa manusia tidak pernah berada di Bulan.
Bukti-bukti yang dapat menegaskan kebohongan Amerika Serikat melalui badan luar angkasanya itu, antara lain sebagai berikut:
1. Sebuah Lunar Lander (Pesawat yang didesain khusus untuk mendaratkan dan meluncurkan kembali astronot di Bulan) mempunyai tekanan yang besar terhadap permukaan dibawahnya. Jadi, seharusnya tekanan tersebut mengakibatkan tanah dibawah Lander berterbangan. Tapi dalam rekaman video, ketika Lunar Lander terbang meninggalkan Bulan, tidak ada sama sekali tekanan yang mengakibatkan tanah menjadi bergerak. Lagipula pesawat itu nampaknya bukan meluncur, tetapi ditarik oleh kabel dari atas. Dalam ujicoba dan latihan di Bumi, Neil Armstrong dan para astronot lainnya nampak begitu kesulitan dalam mengendalikan Lunar Lander. Bahkan ia harus menyelamatkan diri karena tak mampu lagi mengendalikannya. Tapi mengapa di Bulan yang gravitasinya lebih rendah daripada di Bumi, ia sepertinya sangat mudah dan leluasa dalam mengendalikan Lunar Lander ?
2. Bulan tidak memiliki atmosfer, dan tentu saja, tidak memiliki awan. Seharusnya, angkasa luar dengan milyaran bintangnya bisa terlihat dengan jelas. Tapi yang terlihat dalam foto dan rekaman video hanyalah warna hitam yang pekat, dan planet Bumi yang terlihat seperti gambar yang menempel saja.
3. Gravitasi di Bulan adalah ***1/6 dari gravitasi di Bumi. Maka, untuk berjalan saja seorang astronot harus melakukan usaha yang lebih besar dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk melakukannya. Dalam rekaman video, hal itu memang terlihat dengan jelas. Tapi setelah rekaman dipercepat dua kali, para astronot itu terlihat sedang berlari dengan leluasa dalam keadaan gravitasi di Bumi.
4. Di Bulan, Sumber cahaya hanya ada satu, yaitu Matahari. Tapi ketika keluar dari pesawat, atau sedang berada dalam bayangan pesawat, badan astronot bisa dilihat sepenuhnya dengan jelas dan terang. Padahal di Bulan tidak ada pantulan cahaya dari manapun. Dalam foto, bayangan benda-benda seperti bebatuan, pesawat dan badan astronot terlihat tidak beraturan, atau tidak berasal dari satu arah. Seperti ada lebih dari satu sumber cahaya yang menerangi benda-benda tersebut. Seharusnya benda-benda itu hanya memiliki satu bayangan yang mengarah kepada satu arah saja, karena di Bulan hanya ada satu sumber cahaya, yaitu Matahari.
5. Tidak ada udara di Bulan, jadi tidak mungkin ada angin yang bertiup disana. Tapi bendera Amerika Serikat yang ditancapkan disana terlihat seperti berkibar tertiup angin.
6. Lunar lander mempunyai suara yang sangat berisik. Tapi mengapa suara astronot terdengar begitu jelas pada saat akan mendarat, tanpa ada sedikitpun gangguan suara berisik dari Lunar Lander.
Masih banyak bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa manusia tidak pernah berada di Bulan. Tapi rasanya, bukti-bukti diatas saja sudah cukup untuk membuktikannya.
Bukti-bukti diatas diperoleh dari foto dan rekaman video. Tapi, (lagi-lagi) foto dan rekaman video itu hanyalah sebuah kebohongan belaka. Pasalnya, pada kondisi Bulan yang Ekstrem, tidak mudah untuk membuat begitu banyak foto sejernih kristal dan rekaman video yang begitu bagus.
Dokumentasi yang dipublikasikan dalam misi-misi pendaratan di Bulan selalu mempunyai latar belakang yang persis sama dengan foto atau rekaman video yang dibuat pada misi-misi sebelumnya, seolah-olah setiap misi selalu mendarat di tempat yang sama. Jadi, dimanakah sebenarnya foto dan rekaman video itu dibuat ?
Di sebuah gurun di Amerika Serikat, terdapat seuah tempat dengan pengamanan paling maksimum di seluruh dunia. Tempat tersebut dikenal dengan nama “Area 51”. Warga sipil yang mencoba untuk masuk ke tempat tersebut, bisa langsung ditembak ditempat untuk membungkam mulutnya.
Mengapa pengamanan di fasilitas militer itu sedemikian ketatnya? ada beberapa rumor yang berkembang mengenai Area 51. salah satunya, diyakini bahwa sebuah piring terbang (UFO=Unidentified Flying Object/Benda Terbang tak Dikenal) pernah mendapatkan kecelakaan lalu kemudian jatuh menghantam Bumi. Makhluk Asing (Alien) yang ada didalamnya kemudian dibawa ke Area 51 dan dijadikan bahan percobaan dan penelitian. Tapi kita tidak sedang membahasnya sekarang.
Rumor yang lain menyebutkan bahwa ditempat inilah foto dan rekaman video pendaratan manusia di Bulan itu dibuat.
Citra dari satelit mata-mata Rusia menunjukan bahwa Area 51 memiliki bangunan-bangunan yang lazim ditemukan di perusahaan-perusahaan film di Hollywood, yaitu studio film.
Di bagian belakang Area 51, terdapat suatu kawasan yang masih kosong, tetapi di dalam kawasan tersebut terdapat banyak lubang yang menyerupai kawah-kawah di permukaan Bulan. Citra dari satelit mata-mata Rusia kembali menunjukan bahwa kawah-kawah tersebut serupa dengan gambar kawah yang diambil di permukaan Bulan.
Rusia, sebagai pionir kedua penerbangan ke Luar Angkasa mungkin memiliki teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan Amerika Serikat. Tapi, mengapa mereka tidak mencoba mendaratkan manusia di Bulan ? Rusia nampaknya menyadari bahwa pendaratan di Bulan beresiko sangat tinggi dan tidak mungkin dilakukan pada masa sekarang ini.
Resiko untuk sampai ke Bulan memang sangat besar. Di tengah-tengah perjalanan menuju ke Bulan, pesawat akan dihadang oleh sabuk “Van Hallen”, yaitu semacam radiasi badai matahari yang sering melintas disana, yang juga mengakibatkan penampakan “Aurora” di belahan selatan dan utara Bumi. Walaupun selamat, astronot akan menderita cacat akibat dari radiasi itu.
Kondisi di permukaan Bulan sangat ekstrem sekali. Di tempat yang terbuka dan disinari langsung oleh matahari, suhu bisa mencapai 243o C, dan ditempat yang sinar mataharinya terhalangi, seperti bayangan pesawat, suhu bisa mencapai -243o C. Sehingga kecil kemungkinannya manusia bisa menjelajah di permukaan Bulan. Dan nampaknya, Rusia sudah menyadari tentang kebohongan Amerika Serikat itu sejak dulu.
Lantas, apakah tujuan Amerika Serikat berbuat seperti itu ? Tahun ’60-an merupakan masa-masa perang dingin antara Uni Sovyet (Rusia) dan Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama berusaha untuk menjadi yang terkuat di segala bidang, supaya bisa menjadi negara adikuasa atau negara superpower. Melalui pendaratan di Bulan, mungkin Amerika Serikat berpikir bisa menjadi negara yang terdepan, walaupun dengan cara berbohong.
Satu per satu orang yang terlibat dalam misi pendaratan manusia di Bulan, termasuk para astronot sendiri, dikabarkan mendapat ancaman pembunuhan, dan bahkan beberapa diantaranya ada yang meninggal dunia secara misterius. Seperti kejadian yang menimpa kru Apollo yang pertama, mereka dinyatakan meninggal dunia karena kecelakaan, yaitu terbakarnya kapsul mereka ketika sedang latihan.
Bila memang Amerika Serikat pernah mendaratkan manusia di Bulan, maka sisa-sisa dari misi itu, seperti Lunar Lander, Moon Rover, bendera Amerika Serikat, dan benda-benda lainnya pasti masih tertinggal disana. Hal itu harus diselidiki. Tapi sayangnya, tidak ada teleskop di Bumi yang disa meneropong secara akurat kawasan pendaratan di Bulan. Maka, Badan Antariksa Jepang berencana mengirimkan pesawatnya untuk mengorbit didekat Bulan dan melihat apakah bekas-bekas misi masih tertinggal disana.
Jadi, apakah manusia memang pernah mendarat di Bulan ? kita tunggu saja perkembangan terbaru mengenai penyelidikannya. Lalu, bagaimana dengan proyek-proyek luar angkasa Amerika Serikat lainnya seperti pengiriman pesawat tak berawak “Spirit” dan “Opportunity” ke planet Mars ? Apakah itu benar ? ya... percaya nggak percaya tergantung bagaimana anda menyikapinya.
Sumber: Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?/berbagai sumber