Gamexeon.com : Situs, Portal dan Forum Komunitas PC, Online, Handheld, dan Video Games Indonesia home
Gamexeon.com : Situs, Portal dan Forum Komunitas PC, Online, Handheld, dan Video Games Indonesia Logo


Console Review Console Game Review


Selamat datang di Gamexeon Forum !

Saat ini kamu sepertinya masih menjadi tamu saja yang hanya dapat memanfaatkan situs ini secara terbatas. Dengan bergabung bersama kami, kamu dapat menanyakan semuanya mulai dari panduan sebuah game sampai utak atik game dan hardware. Banyak fitur lain seperti blogging, fasilitas realtime feeds, video post, poll dan lain sebagainya sebagai sarana diskusi juga disertakan dan siap digunakan oleh siapapun. Registrasinya cepet dan gampang kok, nggak bertele tele, makanya itu daftar sekarang!

Kalo ada masalah mengenai pendaftaran dan lain sebagainya, hubungi kami segera.
Kalau mau lihat index forum aktif yang sedang melakukan diskusi, kamu bisa klik disini .
Kalau mau tau apa saja yang sedang berlangsung di GX secara realtime, kamu bisa klik Newpost. Nggak usah di tutup lagi, nanti dia update sendiri :)

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
Old
  (#1 (permalink))
GiFos (Offline)
Residual Self Image
GiFos is a jewel in the roughGiFos is a jewel in the roughGiFos is a jewel in the roughGiFos is a jewel in the rough
 
GiFos's Avatar
 
Posts: 7,434
Join Date: Nov 2003
Rep Power: 42
Points: (Donate)


Points: 105,280, Level: 33
Points: 105,280, Level: 33 Points: 105,280, Level: 33 Points: 105,280, Level: 33
Level up: 47%, 3,470 Points needed
Level up: 47% Level up: 47% Level up: 47%
Activity: 24%
Activity: 24% Activity: 24% Activity: 24%

Lightbulb [Nintendo DS] Phoenix Wright - Ace Attorney : Justice for All - 19-05-07, 22:46

--------------------------------------<<<<<<<<>>>>>>>>-------------------------------------

Phoenix Wright – Ace Attorney

Justice for All


Developer : Capcom
Publisher : Capcom

Note : info dari IGN, Gamespot, Gametrailer
Point : 8.5 dari 10

--------------------------------------<<<<<<<<>>>>>>>>-------------------------------------



Overview

Game bertemakan suasana di pengadilan...kelihatannya membosankan karena apa yang bisa dibuat dari suasana pengadilan yang monoton itu? Film-film tentang pengadilan yang pernah saya tonton juga sebagian besar membosankan dan membuat ngantuk. Suatu pertanyaan besar, sebenarnya apakah yang membuat game ini menarik?

Dahulu kala, sekitar 1 tahun yang lalu sewaktu gwe belum mempunyai Nintendo DS, gwe sedang asik melihat-lihat game-game yang ada di DS dan PSP. Waktu itu gwe sedang membandingkan mana yang patut dibeli antara Nintendo DS dan Sony PSP, dan mengira-ngira mana yang prospeknya paling besar di masa yang akan datang. Salah satu game yang sempat dilihat adalah Phoenix Wright : Justice for All. Sebenarnya gwe tidak begitu tertarik, tetapi mata gwe tertuju kepada screenshotnya...anime style . Hmmm, melihat itu gwe menjelajah lebih jauh screenshot-screenshot-nya. Ada satu gambar yang membuat gwe tertarik untuk pertama kalinya ke game ini, yaitu screenshot dengan tulisan...Objection!


Sangat unik screenshot tersebut, gwe seperti merasa ada sesuatu yang baru di game ini. Setelah melihat screenshot tersebut gwe membaca review, screenshot, dan trailer di berbagai website. Semuanya menunjukkan respon yang positif dan gwe merasakan hati gwe berdebar-debar (ceile ), yang menandakan bahwa game ini mungkin cocok dengan selera gwe. Gwe juga baru nyadar setelah menamatkan game ini bahwa kata...Objection!...tersebut mungkin adalah slogan dari game ini. Terlihat dari trailer-trailer game Phoenix Wright yang pernah gwe tonton, hampir semuanya menampilkan kata Objection! di detik-detik pertama trailer.



Story

Di game ini, kita bermain sebagai Phoenix Wright (Ryuichi Naruhodo), pengacara “jenius” yang terkadang membuat gwe bingung dimana jeniusnya kalau melihat tingkah lakunya? . Saya tidak mengetahui latar belakangnya, karena Phoenix Wright : Justice for All adalah seri kedua dari game ini. Seri pertamanya saya belum memainkannya, sementara seri ketiganya baru keluat September tahun ini di USA (di Jepang sudah keluar seri keempat). Di seri kedua ini, Phoenix Wright sudah terkenal sebagai pengacara baru yang terkenal karena tidak terkalahkan sebelumnya (di seri yang pertama kelihatannya) dan orang-orang yang meminta bantuannya biasanya karena melihat “track record” dia yang perfect.

Kasus (atau misi) di game ini terbagi menjadi 4 yang masing-masing selalu menceritakan tentang misteri pembunuhan (mirip Conan heh?), di mana juga selalu menceritakan orang yang selalu difitnah oleh orang lain. Setiap kasus mempunyai cerita yang layak, sehingga dari 4 kasus tersebut tidak ada satupun yang monoton karena ceritanya sangat berbeda. Bahkan karena ceritanya itu pun, kita bisa mengetahui sifat-sifat dari setiap karakter yang muncul di game ini, baik dari ceritanya maupun dari animasinya. Yap, setiap karakter di game ini (yang terkesan mirip game hentai ) mempunyai animasi yang cukup untuk membuat kita bisa menebak karakter orang tersebut hanya dengan melihatnya beberapa kali.


Sering juga kita disuguhi dengan adegan-adegan yang membuat kita sedih, terkesima, kaget, basa-basi, atau bahkan tertawa. Penerjemahan dari versi Jepang mungkin bisa dibilang salah satu yang terbaik yang pernah ada, karena game ini mempunyai pemilihan kata-kata yang sangat menarik untuk disajikan. Sering tanpa sadar gwe tertawa atau tersenyum sendirian karena melihat komentar Phoenix yang sok tahu , atau disabet oleh lawannya yaitu penuntut yang bernama Franziska von Karma. Paling lucu waktu Phoenix disabet habis-habisan sampai pingsan .


Berbicara mengenai Franziska, penuntut cewe' yang satu ini sangat ganas. Tidak segan-segan dia menyambit orang lain yang tidak setuju sama dia dengan memakai cambuk. Apalagi kalau bertemu dengan Phoenix, sepertinya dia tidak tahan kalau tidak menyambit minimal sekali . Tetapi si Franziska ini tidak hanya galak, tetapi dia sebenarnya prodigy (ajaib). Konon, sejak berumur 13 tahun dia sudah berdiri sebagai penuntut di pengadilan Jerman dengan track record sempurna. Dia datang ke Amerika (Jepang kalau versi Jepangnya) untuk “bertanding” melawan Phoenix hanya karena untuk membalas dendam ayahnya yang dituntut bersalah di game sebelumnya. Sifat asli Franziska sangat sulit dilihat, karena dia terkesan tertutup. Tetapi, di ending game ini kita bisa melihat sedikit dari sifat asli Franziska.



Gameplay

Lalu bagaimana dengan gameplay mechanic-nya?? First of all, game ini mirip seperti game adventure Jepang, you will have to read (and navigate a menu) a lot. Lalu, di awal-awal kasus kita harus mencari tahu semua informasi yang ada sebelum maju di pengadilan. Ini dimplementasikan dengan berkunjung ke Tempat Kejadian Perkata (TKP), lalu menginterogasi saksi mata , menginterogasi tedakwa, dan melihat setiap tempat yang kemungkinan bisa diketemukan petunjuk penting.


Ada satu hal yang cukup unik di game ini, yaitu sewaktu kita sedang menginterogasi. Terkadang muncul mode yang bernama Psyche-Lock. Mode ini akan muncul kalau orang yang kita interogasi menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan yang kita sedang tanyakan. Kalau kita bisa memecahkan Psyche-Lock, kita bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan.


Setelah semua bukti dan informasi selesai kita kumpulkan, maka sudah saatnya kita maju ke pengadilan. Di pengadilan ini kita bisa mendengarkan kesaksian saksi mata yang resmi, melihat-lihat bukti, mereview kembali saksi mata-saksi mata yang pernah kita interogasi, menyampaikan pendapat, atau kita bisa juga melakukan Objection! pada saat mendengarkan kesaksian. Tentu saja, setiap kita melakukan Objection!, kita harus mempunyai bukti yang kuat. Ada semacam “life bar” di game ini, yang akan berkurang kalau kita memberikan bukti yang salah. Kalau “ life bar” tersebut habis, maka yang terjadi adalah Game Over.




Summary

Phoenix Wright : Justice for All menurut gwe adalah game yang inovatif. Dengan hanya mengambil sudut pandang pengacara, game ini bisa mengolahnya menjadi menarik. Tidak hanya dari segi gameplay, tetapi dari kualitas cerita pun tidak bisa dianggap remeh. Sangat dianjurkan untuk dimainkan bagi siapapun yang mempunyai Nintendo DS, sayang sekali kalau sampai dilewatkan.









Untuk trailer, bisa nyoba dunlud di atau di


Machines aren't capable of evil. Humans make them that way. Lucca - Chrono Trigger.

There is no such thing as idle time. Any time one person is watching TV, another person is reading, studying, exercising, and otherwise getting ahead of the loser in front of the TV. Any time spent in front of TV is time that's putting one further and further behind. Ken Rockwell - KenRockwell.com.

Last edited by unwinged; 20-05-07 at 13:04. Reason: sori gw edit headernya, halaman depan GX jadi rusak :D
   
Reply With Quote

Sponsored Links

Reply



Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools
Display Modes

Posting Rules

Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




Powered by vBulletin® Version 3.7.2
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Content Relevant URLs by vBSEO 3.1.0
Template-Modifikationen durch TMS