Bahasa Indonesia Diminati di Thailand
Kamis, 3 Juli 2008
JAKARTA, KAMIS - Bahasa Indonesia semakin diminati publik Thailand, kata seorang diplomat Indonesia. Pernyataan ini sulit dibuktikan karena memang tidak ada statistik resmi mengenai jumlah warga Thailand yang belajar bahasa Indonesia dari tahun ke tahun.
Namun, bertambahnya perguruan tinggi Thailand yang menawarkan pengajaran bahasa Indonesia bisa menjadi salah satu indikator, kata Prof Dr Didik Sulistyanto, atase pendidikan dan kebudayaan pada KBRI Bangkok.
Di dunia akademik, bahasa Indonesia mulai dilirik oleh kalangan dosen dan peneliti ilmu sosial setidaknya sejak pertengahan akhir tahun 1970-an.
Seorang dosen senior ilmu politik Wittaya Sucharitanarugsa dari Chulalongkorn University, Bangkok, menuturkan, dia terlebih dahulu belajar bahasa Indonesia secara intensif di Australia sebelum meneliti Indonesia. Belakangan dia juga bermukim di Salatiga, Jawa Tengah, selama sekitar setahun.
Pemandu wisata
Di luar dunia akademik yang ditekuni Wittaya, meningkatnya minat belajar bahasa Indonesia ini ternyata menciptakan peluang kerja bagi beberapa warga Thailand. Salah seorang dari mereka adalah Chaisak Promyong.
Chaisak mengatakan, sebagian orang Thailand yang belajar bahasa Indonesia adalah para pemandu wisata dan pedagang batu berharga. Meski tidak ada laporan resmi, tapi tampaknya tingkat kunjungan orang Indonesia ke negeri Gajah Putih ini meningkat jumlahnya.
Di samping itu, diplomat dan tenaga profesional yang hendak dikirim ke Indonesia juga diminta instansi masing-masing belajar bahasa Indonesia tingkat dasar.
Chaisak Promyong mengatakan, dia menghadapi kesulitan untuk mendapatkan sarana dan media untuk mengasah kemahiran berbahasa Indonesia-nya, khususnya yang sesuai dengan keperluan lokal.
Menurut Atase Pendidikan Didik Sulistiyanto, pemerintah Indonesia menempuh beberapa langkah untuk mengatasi kekurangan guru dan pengajar, termasuk dengan menyiapkan pelatihan untuk guru dan menerbitkan media pembelajaran bahasa Indonesia.
[
kompas]