1st of all, gw buat ini karena kinda bored ditanyain melulu
kenapa di PC game nya begini dan kenapa di console game nya begitu. OK. Artikel ini ditujukan untuk memberikan jawaban pada beberapa orang yang menanyakan hal yang sama, and... gw rasa gw akan sangat mempersingkat waktu dengan membuat artikel seperti ini ketimbang ngasih tau satu satu. I'm kinda busy these days. Sorry.
Saat kita bicara genre, maka kita bicara gameplay. Saat kita bicara gameplay, kita bukan bicara grafis, sound, peripheral atau usia. Genre pada game game yang ada sekarang dibagi menurut gameplay nya. What is gameplay ? Secara umum, gameplay adalah dasar pola permainan yang dapat berinteraksi langsung dengan player melalui sebuah trigger. Jadi banyaknya polygon yang bisa dirender per satuan waktu, in my opinion, nggak termasuk di gameplay. Begitu pula dengan banyaknya sound dan pernak pernik lain (
minigame, multiple ending, nude patch, whatever) nggak bisa dimasukkan ke gameplay. Silahkan cari di wikipedia untuk detil penjelasan mengenai gameplay.
Karena tujuan gw membuat ini adalah untuk memperjelas masalah masalah diatas, so gw akan membaginya menurut platform. Untuk saat ini, console dan PC. Soalnya cuma itu gw ditanyain nya
Game pada PC
Secara keseluruhan, PC adalah
the most powerful and scalable device, untuk memainkan sebuah game. Kenapa begitu ? Karena di dalam PC, selain hardwarenya, kita memiliki hak akses penuh kedalam file file yang ada pada sebuah game, dan diberi kemudahan untuk membuat modifikasi dan atau menambah fitur yang sebelumnya tidak ada, menjadi ada, dengan sedikit bahasa pemrogramman ( bagi yang mampu ). Bagi yang malas pun pasti bisa akan ada komunitas supporter yang membuat mod mod untuk game nya sendiri.
Keunggulan besar game PC dibandingkan di tempat lain ada pada mod nya. Sekali lagi,
flexibilitas untuk merubah sebuah game menjadi game lain. Dalam kasus ini seperti garry's mod untuk HL2, yang merubah HL2 menjadi media
composing film. Atau mod mod TES yang selalu amazing untuk di sebut sebagai sebuah mod. Kadangkala, sebuah mod untuk game PC merupakan sebuah chapter baru yang penuh dan dapat dimainkan, malah menambah nilai dari sebuah game itu sendiri. Dan kadang kala, untuk sebagian yang otaknya miring, PC gaming bisa dijadikan ajang pelampiasan nafsu karena banyaknya
nude patch di hampir semua game PC. Lara croft nude ? Udah dari tahun 90-an guys. Waktu blom pake breast patch
Game PC diciptakan untuk dimainkan pada keyboard dan mouse, terserah di tangan kanan atau kiri, tapi yang jelas, banyaknya
keyboard key pada PC digunakan untuk mempermudah akses terhadap elemen gameplay, seperti katakanlah, skill, item, action dan lain lain. Ke"ruwet"an ini justru merupakan keunggulan game PC, karena dengan mapping keyboard key yang baik, banyaknya tombol yang ada nggak bisa dibilang ruwet dan jadi nilai tambah sebuah game. Bayangkan jika harus milih skill skill pake keyboard arrow atas bawah di game MMORPG, atau milih milih potion di inventory pake kanan kiri atas bawah,
rotating key instead of 1 mouse click.
Sementara itu dari segi hardware yang lain,
seharusnya PC Gaming lebih berkembang karena menawarkan lebih banyak kemungkinan game dan genre yang ada, karena biasanya, PC untuk gaming lebih
beefy dalam berbagai hal ketimbang console. Well, memang tertinggal 1 atau 2 tahun di depan, tapi biasanya dalam 3 - 4 tahun kedepan, sudah terkejar dan bahkan lebih mengerikan ketimbang console yang saat itu menjadi next gen console.
Perlu berapa lama untuk mengejar kualitas grafis PS2 di PC ? Perlu 4 tahun, setelah itu, PC always win. Kemenangan ini ditandai dengan diciptakannya game signature yang menjadi keunggulan PC kala itu, Doom 3. Dan sampai sekarang,
outstanding speed of hardware developing , sudah merubah nama
next gen console menjadi
current gen console. Karena PC saat ini bahkan sudah bisa dibilang menyamai teknologi console yang terlihat sangat superior di depan, dan karena console hanya bisa diketahui dari grafisnya, maka patokannya adalah kualitas grafis.
Nah dengan keunggulan itu, seharusnya PC memiliki lebih banyak game genre dibandingkan console.
Tapi kenapa sampai sekarang kita bisa melihat bahwa di PC, game nya itu itu aja isinya. Hal ini karena keunggulan console yang akan kita bahas berikut ini.
Game di Console.
Genre pada game console sangat banyak dan bisa dikatakan, dalam setiap generasi game console, selalu melahirkan cabang genre yang baru. Hal ini bisa dipahami karena console memang di posisikan sebagai wadah untuk perang akbar pasar game, dan pasar sebesar ini, hanya mereka yang melakukan inovasi terus menerus lah yang bisa bertahan.
Console,
sesuai dengan kata dasarnya,
memang ditujukan untuk mempermudah permainan, bukan memperuwet permainan dengan banyak nya tombol atau aksi yang harus dilakukan dalam sekali waktu. Dan pada console, penekanan pada kenikmatan bermain, dan inovasi, terlepas dari aspek yang ditunjang oleh hardware nya itu sendiri.
Sebenarnya kalo mau gw bilang, Playstation maupun Xbox tidak perlu mengeluarkan PS3 atau X360 pun, mereka akan tetap hidup. Karena sejak awal, console tidak terlalu mementingkan grafis mewah, atau processor kecepatan tinggi. Yang mereka perlukan sebenarnya, inipun tidak terlalu penting, adalah kapasitas media yang besar. Karena dalam console, sebuah game memiliki cerita, dan apabila cerita tadi tidak menarik, maka penjualan game nya bisa di jamin jeblok. Apalagi dengan, katakanlah, janji developer bahwa gamenya bisa diselesaikan dalam 6 jam atau kurang. Itu big minus ! Yang anehnya malah jadi big plus di PC. Kalo mau main game kurang dari itu, kenapa ga main
solitaire aja ?
Yang diperlukan oleh mereka yang bermain game di console adalah cerita menarik dan memorable. Bukan grafis menarik dan kemampuan screenshot gambar ke dalam memory card untuk dijadikan wallpaper. Seri Gran Turismo memiliki kemampuan ini, tapi dengan segera kemampuan tadi menjadi tidak populer karena gamer nya lebih suka memainkan game nya ketimbang poto poto.
Console juga mengembangkan pola hidup kebersamaan, berbeda dengan game PC yang kebanyakan gamenya bersifat single player, console hampir selalu menawarkan kemampuan untuk multiplayer ( 2 player lah ya ) walaupun dalam splitscreen .Tidak splitscreen pun, mereka tetap bisa bermain bersama. Hal ini ada pada game game action, olahraga, atau kompetisi. Pola kebersamaan ini lah yang memicu banyaknya genre di console.
Mengembangkan game di console juga cenderung lebih mudah ketimbang mengembangkan game di PC. Karena console hanya punya 1 spek dasar, maka tidak diperlukan adanya perhitungan untuk skalabilitas game nya jika di port ke console lain. Dengan demikian, maka penghematan waktu sangat tinggi bagi para developer untuk menciptakan game game berkualitas. Waktu tersisa dapat digunakan oleh developer untuk menciptakan cerita yang lebih kompleks, lebih panjang, lebih menarik, atau menawarkan gameplay baru, yang sometimes,
out of the box.
I love you Nippon Ichi. Hal ini jugalah yang mengakibatkan console menjadi semacam
sandbox bagi developer
iseng yang suka membuat 1 judul game dan ditawarkan dalam beberapa versi, hanya dengan tambahan sedikit pernak pernik atau mungkin sedikit tambahan polygon saja, yang seharusnya bisa ditawarkan dalam 1 versi ultimate saja. DragonBall series di PS2 contohnya.
Lho, katanya bisa hidup begitu saja, kok Console sekarang malah mirip PC ?
Hal ini diawali oleh X360 yang memicu perang dan mengacaukan peta perkonsolan karena microsoft lah yang pertama kali mengatakan bahwa console mereka adalah
satu satunya yang ditawarkan dalam cross version,
UPGRADEABLE, dan multiguna.
X360 lah yang pertama kali menyerukan genderang perang nextgen bahwa selain bisa digunakan untuk bermain, X360 juga merupakan media center yang bisa digunakan untuk memainkan filem dan musik kesukaan.
Pola ini pernah dilakukan oleh Sega Dreamcast, yang kemudian di coba di jegal oleh PS2, yang akhirnya harus juga dapat memainkan DVD movie dan CD Audio. Jika melihat sejarahnya, PS2 versi pertengahan lah yang baru dapat memainkan DVD, bukan versi awal. Melihat sejarahnya, berubahnya fungsi console tadi malah mengakibatkan kematian console nya, karena besarnya dana yang harus di gunakan untuk pengembangan. Matinya Dreamcast melawan PS2 seharusnya sudah bisa menjadi pelajaran bagi Microsoft, bukan malah mengulanginya.
Dreamcast masih mendingan karena nggak pernah bilang bahwa console nya upgradeable. Dan memang tidak. Makanya mati.
Baik X360, PS3 ataupun Wii ( mungkin satu satunya console yang bodo amat sama next-gen gimmick ), menggunakan sebanyak banyaknya dana mereka untuk pengembangan console next gen ini. Dan ini, bukan pertanda baik. Terakhir yang gw tau, sampai sekarang, untuk menekan mahalnya harga jual console mereka
( karena berubah fungsi jadi media center ) maka Microsoft harus merugi sekitar $30 setiap 1 x360 terjual, dan Sony, lebih parah lagi, malah merugi $200 per PS3 yang terjual. Satu satunya yang mendapatkan laba hingga $25 per console terjual adalah wii.
Satu satunya yang tidak mengikuti perang nextgen, dan lebih berfikir ke arah inovasi.
Karena pasar yang sedemikian berdarah nya itulah maka pada console, genre akan sangat membludak, game yang kelewat banyak, kecepatan rilis game yang tinggi dan tidak terlalu rentan dan peduli pada pembajakan karena 1 developer minimal dapat merilis 2 game baru tiap bulan, dan produser, memiliki sangat banyak developer yang mau bekerja di bawahnya, karena relatif mudahnya membuat game di console. Did you know, untuk menciptakan seri game SmackDown, mereka hanya menggunakan waktu sekitar 1 bulan, karena sudah ada engine nya, sementara 3 bulan lainnya digunakan untuk mengurus lisensi dan sebagainya ? Dan ada berapa seri game SmackDown ? Jujur aja gw udah nggak bisa ngitungnya.
Pola kebersamaan menghidupkan console ?
Ya. Karena dasarnya console memang digunakan untuk 2 player atau lebih. Game pertama yang dibuat pun, pong, dimainkan oleh 2 orang. Console memang diciptakan untuk have fun bareng bareng, mungkin bersama adek kakak atau teman. Atau mungkin kayak gw,
sama bokap main contra berdua sampe pagi. Now that's what i called memorable!
Pola kebersamaan itu juga yang mengakibatkan ada banyak sekali genre di game PC yang dapat dimainkan bersama sama.
Console mengutamakan kesenangan bersama dibanding kesenangan pribadi. Dan juga, suasana kompetisi dan sportifitas. Maka dari itu jangan heran, jika di console banyak sekali game game nggak jelas yang tujuannya cuma buat main bareng bareng dan ngakak ngakak. Karena memang pola itulah yang paling tepat ada di console. Bukan game serius.
Dari penjabaran diatas, gw coba menjawab beberapa pertanyaan mendasar yang disampaikan oleh beberapa orang ke gw yang
bugging me dengan sms dari waktu ke waktu
Semoga dengan penjabaran diatas, penjelasan gw yang kurang mengena di sms, bisa lebih dicerna
Nah dari penjabaran diatas pula, gw akan coba nge-list, mungkin nggak semuanya karena gw juga nggak terlalu apal masing masing genre, yang mana yang cocok di PC dan yang mana yang cocok di console. In case lo dapet genre yang nggak cocok di console dan lebih cocok di PC, mendingan ga usah di beli dari pada stress maininnya. Ini juga bisa jadi guide kecil bagi yang pindah haluan dari console ke game PC atau sebaliknya untuk memilih genre yang tepat sasaran.
Yang OK di console
Action : Termasuk diantaranya Stealth, Survival Horror, Hack and Slash, Fighting, Platformer, Third person Shooter, Shoot em up, dan Side Scrolling.
Adventure : Termasuk diantaranya Text Adventure, Visual Novel, Interactive Movie,
hentai
Role Playing : Termasuk diantaranya Action RPG, RPG standard, Tactical RPG.
Simulation : Termasuk diantaranya Car Simulation, Space Simulation, Flight Simulation, Racing Simulation dan Train Simulation.
Strategy : Termasuk diantaranya Turn Based Strategy, Turn Based Tactics, Tower Defense, Action Strategy ( hybrid ).
Other : Termasuk diantaranya Musical, Party, Puzzle, Exergame dan Sports.
Yang agak OK di console, tapi bisa
menyebabkan epilepsi karena control yang sukar :
Action : Termasuk diantaranya FPS, MMOFPS.
Role Playing : MMORPG.
Simulation : Termasuk diantaranya City Building, Business Building, Government building, Space Simulation, Pet Simulation, God Games.
Strategy : Termasuk diantaranya Real Time Strategy, Real Time Tactics, 4x.
Other : Puzzle
Yang OK di PC ( tanpa peripheral tambahan, hanya mouse + keyboard )
Action : Termasuk diantaranya Stealth, Hack and Slash, Platformer, Third Person Shooter, FPS, Shoot em up, MMOFPS.
Adventure : Termasuk diantaranya Text Adventure, Visual Novel, Interactive Movie, Point and Click.
Role Playing : Termasuk diantaranya MMORPG, Action RPG, RPG, Tactical RPG.
Simulation : Hampir semua simulasi lebih baik dimainkan di PC ketimbang console.
Strategy : Semua jenis strategi dimainkan lebih baik di PC.
Other : Educational, Casual, Advergame, Musical.
Yang nggak banget di PC :
Action : Fighting Game.
Other : Exergame.
See, dari list diatas kelihatan khan kalau PC sebenarnya lebih superior dari segi gameplay ketimbang console ?
Tapi kenapa console lebih populer, game nya lebih banyak dan beragam, serta, hampir nggak pernah kehilangan sisi inovasi dari pengembangan game ? Kalau di runut sih ada salah satu faktor, pembajakan. PCgaming, karena membutuhkan lebih banyak waktu pengembangan dan jelas, mengutamakan skalabilitas, suffer the most, apabila ada game nya yang dibajak. Hal ini dikarenakan besarnya biaya pengembangan yang nggak terbayar dari penjualan game yang minim. Maka dari itu jangan salahkan developer PC Game apabila mereka pada akhirnya tidak bisa konsen di satu platform saja, PC, melainkan cross platform.
Faktor lain, ya itu tadi, kebersamaan. Game PC agak susah untuk digunakan bersama sama, tertawa bersama keluarga, karena hampir bisa dibilang, nggak ada game PC yang dimainkan bersama sama dengan keluarga atau teman, kecuali multiplayer, yang juga memerlukan media seperti jaringan komputer. Belum kalau mau main game, katakanlah, winning eleven, nggak bisa menggunakan 1 keyboard untuk bersama. Minimal 1 gamepad per person.
Intinya, agak ribet lah kalau mau main barengan di PC. Ada juga gw main, lo nonton.
Sedikit tambahan dari gw..
Pada tahun 2008 ini, semangat console sebenarnya menular ke PC lho. Game game yang tadinya console only mulai di rilis di PC. Lost Planet, Gears of Wars dan Devil May Cry 4, bisa jadi merupakan pembuka jalan bersatunya lagi game game PC dan Console. Dan gaung kebersamaan mereka di game itu juga mencuat tinggi. Capcom dan Microsoft sudah melakukan langkah berani dan patut dipuji dengan menyediakan game console yang di porting ke PC. Mass effect dan yang lainnya sudah mulai mengikuti, sehingga nantinya, gw rasa, akan lebih banyak game console yang dapat dimainkan dengan baik di PC. Paling tidak, one of my best friend yang paling anti console malah mendownload dan memainkan game consolist yang bernama Mass Effect di PC.
And I think he enjoyed it. Mass effect tetap produk console, karena dari situ core ide nya. Tapi di porting ke PC, dan mendapatkan sambutan luar biasa. Gw rasa, game lain akan mulai mengikuti.
Jadi,
thanks to microsoft yang sudah menggunakan arsitekstur console mirip PC, sehingga memudahkan game game X360 untuk di port ke PC. Paling enggak, PC sekarang cukup mumpuni jika dibandingkan dengan X360, walaupun jelas masih kalah jauh processing power nya dibanding ke dua super console. Oh ya, capcom juga bilang kalo mem
port dari X360 ke PS3 dan PC, tidak sesulit yang dikira. Katanya mereka bisa melakukannya secara simultan. Mari berharap capcom akan lebih banyak meluangkan game nya ke pasar PC. Dan jangan lupa,
support them!
panjang ya ? makan tuh artikel
well, artikel ini ditujukan untuk membantu kalian semua kok