Kamu pasti sudah tahu game action FPS berjudul Call of Duty. Game yang mengusung tema peperangan ini tentu sudah sangat populer di benak kalangan gamer sekalian. Yap, setelah sukses dengan Call of Duty dan sekuel keduanya, kali ini Activision selaku publishernya, merilis sekuel terbarunya Call of Duty 3. Dan untuk debut sekuel terbarunya ini, dimulai dari konsol XBOX 360. Sedangkan untuk platform lainnya, akan segera menyusul. Nah, seperti apakah game Call of Duty 3 ini? Apakah masih menyajikan pertempuran super sengit seperti pendahulunya? Berikut akan saya coba untuk membahasnya.
World War II History
Seperti biasa, Call of Duty selalu mengangkat tema peperangan di masa-masa historik, atau dengan kata lain, sejarah. Dan kali ini, Call of Duty 3 mengambil setting pada tahun 1944, di tengah Perang Dunia II. Nah, kali ini, perang difokuskan pada perang Normandy, di mana pihak Sekutu (Allies) dan Poros (Axis) saling berebut kekuasaan di daratan Perancis. Situasi dibuat seolah sebagai replika sejarah, di sini, kamu akan berperang sebagai sebagai tentara dari 4 negara, kamu akan bermain sebagai pasukan Amerika Serikat, Kanada, Polandia, dan Inggris. Tujuannya adalah satu, merebut kekuasaan atas Perancis dari tangan Nazi Jerman.
Integrated Tutorial
Di awal campaign, kamu akan melewati sebuah sesi latihan singkat yang berfungsi sebagai tutorial. Dan seperti di prekuel sebelumnya, tuorial diintegrasikan dengan keseluruhan cerita pada campaign. Kamu akan diajari bagaimana menggunakan left analog stick sebagai tuas pergerakan kaki, dan right analog stick sebagai arah pandanganmu. Kemudian juga akan diinformasikan berbagai tombol untuk menembak, membidik tepat, berjongkok, dan lain sebagainya.
So, bagi kamu yang belum pernah bermain Call of Duty sebelumnya, atau mungkin ini adalah pertama kali bermain di versi konsol, maka tidak perlu khawatir. Kontrol Call of Duty 3 tidaklah terlalu rumit, dan pergerakan kursor dengan stick analog juga sangat sensitif, jadi lebih mudah membidik lawan dibandingkan game FPS XBOX 360 lainnya.
Great Intense of Battle
Call of Duty 3 masih menyuguhkan nuansa medan pertempuran yang sengit. Kamu akan menjalankan salah satu tentara dari keempat negara tersebut dan akan berpindah-pindah lokasi dari level ke level, disesuaikan dengan timeline aslinya pada saat pertempuran berlangsung 1944 silam.
Game ini tidak berjalan begitu-begitu saja, akan ada banyak macam variasi di dalamnya. Mulai dari bertempur frontal, menghabisi kompi-kompi pasukan lawan, hingga bertugas di dalam tank. Sebagai seorang pasukan yang hebat, tantu kamu harus siap ditugaskan apa pun, dan harus bisa melakukan instruksi apapun yang diminta atasan.
Sebagai seorang tentara, tentu kamu harus bergerak selincah mungkin, kalau tidak, kamu bisa saja terbunuh dengan puluhan peluru terberondong ke tubuhmu. Dengan menggunakan stik analog kiri, kamu bisa menggerakkan karaktermu ke berbagai arah, kemudian kamu juga bisa menunduk dan merangkak, bersembunyi dibalik pepohonan, bebatuan, atau di dinding bangunan. Tentu saja, di medan perang yang berbahaya seperti ini, kamu perlu memperhatikan keadaan sekitarmu. Gunakan apapun yang ada untuk berlindung, maju secara membabi buta adalah pilihan konyol yang tentu akan berakhir pada kematian.
Ketika tertembak, karaktermu akan mengerang, dan layar menjadi merah, semakin parah lukamu, semakin jelas warna merah darah di layar, dan akhirnya pandanganmu mulai mengabur. Bahkan kalau sudah sangat parah, seluruh objek terlihat berbayang, hampir tidak bisa melihat apapun. Kalau diteruskan lagi, maka karaktermu akan menemui ajalnya. Dalam game ini, seperti kebanyakan FPS konsol, tidak ada health bar. Kalau kamu tertembak, dan kamu bersembunyi, beristirahat sejenak, karaktermu akan kembali pulih.