View Single Post
Old
  (#1 (permalink))
unwinged (Offline)
Womanizer
unwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to allunwinged is a name known to all
 
unwinged's Avatar
 
View unwinged's System
Posts: 51,475
Join Date: Dec 2004
Location: Jakarta
Rep Power: 120
Points: 118,757 (Donate)


Points: 562,962, Level: 76
Points: 562,962, Level: 76 Points: 562,962, Level: 76 Points: 562,962, Level: 76
Level up: 5%, 14,488 Points needed
Level up: 5% Level up: 5% Level up: 5%
Activity: 88%
Activity: 88% Activity: 88% Activity: 88%
User owns 1x Stik

Status : Wani Ngalah Luhur Pungkasane
Review: dbE HF 30 - 17-05-08, 02:19


Gambar Proprietary dbe

Setelah beberapa hari tanya tanya di gx earphone yang bagus, akhir nya gw memutuskan untuk membeli dbE HF 30. Setelah ditunggu tunggu, sampai gw sakit, akhirnya datang juga ni earphone ke rumah gw ( ya gw beli online ). Dari bungkusnya sih mantap banget. Pas lah sama harganya yang nggak bisa dibilang main main.

Pertama kali nerima, ada kesan kalo barangnya ringkih abis. Kabel nya kelewat kecil dan terkesan rentan putus. Cuma setengah dibanding besar kabel earphone ipod. Mengerikan. Dalam paket penjualan, disediakan pouch yang bisa buat tempat earphone nya, tempat gulungan kabel ( apaan sih namanya ), beberapa set ear plug berbagai ukuran, kartu garansi dan buku manual. Pouch nya cukup besar, sayang ipod nano gw ga bisa masuk kesitu, kalo bisa khan sekalian jadi satu amusement pouch

dbE HF 30 ini punya form factor in-ear, jadi pastikan lubang telinga lu cukup besar buat nerima earphone ini. Kalo enggak.. rasanya kayak diperkosa Bagi gw, HF 30 ini cukup besar, udah di coba mulai dari yang S, M, L, kagak ada yang pas, kebesaran semua. Ya sudah, diperkosa deh

Gw milih form factor In ear, karena sebelumnya nggak pernah cocok sama earbuds yang gampang lepas di telinga kiri gw. Bikin gw kesel. Nah ini pertama kalinya gw make earphone in ear.

Sebelum review nya dimulai, inget ya ini kuping gw, yang tidak terbiasa mendengarkan lagu indah. Nggak terlatih lah. Jadi kalo ada salah salah kata, ya maap

Test awal yang gw lakukan, sebenernya cuma random play di foobar gw ( EQ none ), datar lah. Sekedar pencet enter ( yang memplay random lagu ), yang di play ternyata lagu Nobuo Uematsu - [Final Fantasy VII : Advent Children OST CD1 #05] Tifa's Theme (Piano Version) 44.1 KHz, 256kbps . Lagu ini cenderung akustikan, detil dengan hanya beberapa instrumen aja. Jadi mustinya, kedengeran banget si A dimana dan si B dimana. Saat muter lagu ini, detilnya bener bener bagus banget. Denting piano nya grand banget, sayangnya staging nya hampir nggak kerasa

Setelah selesai lagu diatas, pindah ke lagu yang agak jazzy, karena rata rata playlist di foobar gw emang lagu lagu jazz, orchestra dan sedikit keroncong. Jadi aja gw mainin Sydney Philharmonic - Gending Sriwijaya (Ins-Voc-Ins ver.). Waaaaaaaaah lagu apaan niiiiiiiiih!!! Pake HF 30 bisa terdengar jelas staging instrumen dalam lagu. Perubahan pada vokal sendiri juga tidak melulu jadi satu dengan instrumen, suara nya empuk dan menghanyutkan. Yang jelas, lagunya jadi berubah banget, tidak seperti lagu yang gw kenal dulu. Yang ini lebih rich, lebih nyata, bahkan kalo gw menutup mata, gw bisa ngerti dimana letak sax, harp dan instrumen lainnya. Mantap lah.

Beberapa test lanjutan untuk melihat detil reproduksi suara dan staging dilakukan secara bertahap. Semua lagu bisa di bungkus dengan mantap. Secara keseluruhan, untuk ukuran jazz, orchestra, pentatonik dan akustik, lagu lagu milik Linda Ronstadt, Depapepe, Sujiwo Tejo, dan semacamnya, direproduksi dengan sangat amat baik. Beberapa lagu sempat membuat gw mengernyitkan dahi karena mempertanyakan lagu apa yang sedang diputar. Aneh ya ?

Lagu lagu yang bahkan jadi lain banget dari sebelumnya itu lagu lagu j-pop dan j-rock. Salah satu lagu yang bikin gw bingung karena intronya "terasa" berbeda itu adalah Honey & Clover (Suneohair) - Waltz. Sempat bikin gw miringin kepala dan tanya.. "apaan nih?" Padahal ini salah satu lagu favorit gw Aneh sekali

Tes terakhir, yuk kita jedang jedung dugem.. di test ini mau ngelihat seberapa menggetarkan bass yang bisa di reproduksi oleh HF 30. DJ Tiesto - Beautiful Things (Gabriel & Dresden Remix) jadi pilihan, secara gw emang demen lagu ini. Kesan pertama, bass nya kok "kentang" ya ? Setengah jalan, gw udah gak betah dengerin Tiesto karena bass nya yang kentang. Tapi yang pasti, detil instrumen, staging dan vokal sangat sangat bagus. Mid nya mantap!

Ganti lagu jadi FC Kahuna - [Need for Speed Underground 2] - Glitterbal, yang agak atmospheric. Ah kok sama juga. Bass nya tetep kentang dan kurang nendang. Walaupun emang bulet dan nggak distorsi sih. Dari tes ujicoba ini, akhirnya gw ningkatin EQ di foobar, 60Hz +4db dan 120Hz +2db. Wah sekarang jadi mantap!

Dari beragam test diatas, gw jadi ngerti kalo ternyata HF 30 ini juga bisa di buat untuk menilai kualitas lagunya itu sendiri, bahkan device yang digunakan. Lagu lagu dengan kompresi rendah, bakal terasa "nyampah" dan layak dibuang, sementara itu lagu lagu rip CD asli, benar benar bisa menyajikan kualitas sebenarnya, paling nggak rasanya begitu, catatan, dengan bitrate 192kbps lebih.

Nah uniknya, mendengarkan lagu di ipod gw ternyata lebih enak reproduksinya ketimbang di PC dengan bermodalkan AC97 .

Lagu lagu yang ada di ipod di render dengan sangat halus, hampir tanpa cela ( kaya make ATI ), sementara lagu lagu dari komputer gw malah somehow, kedengeran ancur dan bikin sakit di kuping ( kaya make Nvidia )

Untuk volume foobar / ipod, gw make nggak sampai 10% volume di device. Entah kenapa, udah cukup banget pake HF 30 ini. Gw coba bandingin dengan earphone bawaan ipod.. halah. Baru tau gw kalo earphone bawaan ipod itu ga enak betul

Bagaimana dengan performa dalam game ?

World in conflict
3D Positioning nya langsung kerasa! Troops yang lagi perang di tempat jauh bisa gw denger dengan cukup jelas di HF 30, sementara itu suara ledakan bom yang setiap saat menghujani kota, kerasa banget "bobot" nya. Grafik oke, sound oke!

Grid Demo
Sembari berusaha mengalahkan om elles dengan 22juta drifting nya, make HF 30 kerasa bener perbedaan depth of field dari suara yang ada. Walaupun suara mesin dan ban terdengar ada di tempat yang sama, tapi suara narator, dan suara supporter benar benar terasa "ada di tempat yang berbeda". Seharusnya gw juga nyoba replay mode nya, tapi ya sudahlah, udah terlanjur

Kesimpulan
Jelas yang bisa di notice pertama itu kabel tipis nya yang menimbulkan kesan ragu ragu untuk mencoba. Tapi ya semua kelemahan itu diatasi dengan garansi 1 tahun. Semoga garansi nya nggak ribet. Setelah mencoba baru ketahuan kalau produk ini emang bener bener asoy nan geboy. Clarity dari tiap instrumen dalam lagu bisa diandalkan dan di reproduksi dengan sangat baik oleh dbE Accoustics HF 30, reproduksi suara juga jempolan. Benar benar cocok menemani lagu lagu jazz, pop dan akustik. Bass yang kurang nendang, merupakan karakteristik dari HF 30 yang memang tidak di tujukan untuk mereproduksi lagu jedang jedung, dan jika memang masih mau mendengarkan lagu jedang jedung, bisa mengoreksi frekuensi di EQ dengan mudah.

Mantap!

Bisa di beli di :
EarPhoneStore

gw beli dari situ

dbE-HF30
Product Specifications
♠ Driver Unit : 9mm Neodymium speakers
♠ Frequency Response : 20Hz ~ 22KHz
♠ Impedance : 12ohms
♠ Sensitivity : 104db ±5db
♠ Rated Power : 2mW
♠ Max. Input Power : 10mW
   
Reply With Quote

Sponsored Links