Rainbow Six : Vegas 2
Seri ke-8 dari serial Rainbow Six akan hadir ke hadapan kita pada bulan Maret untuk konsol
next-gen dan pada bulan April untuk PC.
Kembali ke Sin City, kira-kira begitulah kesan pertama yang kita dapat sekilas dari membaca judul game ini. Memang betul, Rainbow Six : Vegas 2 (R6V2) ini jalan ceritanya kembali mengambil tempat di kota Las Vegas yang dikenal juga sebagai Sin City. Dari wawancara IGN.com dengan Jean-Pascal Cambiotti (Lead Multiplayer Designer R6V2), dikatakan bahwa jalan cerita di R6V2 akan berupa
"part sequel, part prequel".
Quote:
|
The game is billed as "part sequel, part prequel", as the events of the campaign run both before and concurrently to the story of Logan Keller and continue after where the first game concluded.
|
Oleh karena itulah setting waktu pun akan mengambil waktu sebelum, sesudah dan saat kejadian di Rainbow Six : Vegas 1 (R6V1). R6V2 ini akan menjelaskan kejadian-kejadian di R6V1, tentang latar belakang pengkhianatan salah satu anggota tim Rainbow Six, hingga akhir cerita dari Rainbow Six Vegas itu sendiri.
Perubahan yang signifikan dalam jalan cerita game ini adalah kita tidak lagi memainkan peran sebagai Logan Keller, pemimpin tim Rainbow Six di R6V1, melainkan kita akan bermain sebagai karakter baru bernama Bishop. Yang menarik, Bishop itu bisa jadi seorang laki-laki atau perempuan tergantung pilihan kita. Suara karakter pun menyesuaikan dengan jenis kelamin yang kita pilih. Selain itu kita bebas meng-
customize karakter kita sendiri melalui fitur PEC (Persistent Elite Creation), yaitu fitur baru yang membolehkan kita untuk mengkreasi karakter buatan kita sendiri :
Menu untuk mengakses kostumisasi karakter dan karakter yang pakaiannya telah dikostumisasi.
Menu untuk mengganti penampilan wajah karakter kita.
Kreasi karakter selain kreasi penampilan, juga ada sistem reward yang diberi nama A.C.E.S. :
A.C.E.S dan sebuah tembakan headshot yang dihitung sebagai Marksmanship XP points.
A.C.E.S (Advanced Combat Enhancement and Specialization) adalah fitur baru R6V2, A.C.E.S ini semacam sistem penilaian cara bermain kita. Ada 3 poin utama, yaitu : Close-Quarter Battle (CQB), Marksmanship dan Assault. Untuk setiap musuh yang kita bunuh dengan cara tertentu, kita akan memperoleh Experience Points (XP) dan akan dikategorikan menurut A.C.E.S -nya secara otomatis. Contohnya jika kita sering menembak jitu mengenai kepala, maka kita akan memperoleh nilai Experience Points yang akan dalokasikan ke kategori Marksmanship. Setiap kategori A.C.E.S memiliki beberapa tingkatan tersendiri, dan masing2 tingkatan mensyaratkan jumlah poin tertentu yang bisa digunakan oleh kita untuk mendapatkan bonus tertentu, senjata baru atau jenis pakaian baru misalnya.
Sayangnya tidak ada motif batik.
Sistem
take cover yang khas pada R6V1 tetap dipertahankan di R6V2, namun tidak terlihat banyak berbeda dibanding seri R6V1.
Take cover..berlindung..bersembunyi..aach..whatever.
Penggunaan Thermal Sensor yang sangat bermanfaat untuk bermanuver dalam kondisi penglihatan yang terganggu baik akibat kurangnya pencahayaan maupun terhalang oleh asap/debu.
Wo'ow..kamu ketauaan....
Manuver-manuver khas lainnya seperti rappling dan
blindfire :
Spidey's style minus Mary Jane.. (in fact..there's terrorist ahead) & tembakan si Buta dari Gua Hantu.
Manuver lainnya yang penting adalah penggunaan Snake Camera yang lebih akurat lagi bila penggunaannya dibarengi dengan penggunaan Thermal Sensor :
Got the red spots.
Fitur yang baru dari Snake Camera adalah
tagging, dimana kita dapat menandai musuh dan dapat kita kenali posisinya meski tidak menyalakan Snake Camera lagi.
Fitur "
Bullet Penetration" juga ada di R6V2 dan membuat kita harus berpikir dua kali untuk mencari
cover yang tepat.
Such a perfect cover...