Aksi pertarungan dengan menggunakan melee weapon khususnya pedang memang sangat menarik. Gaya permainan seperti ini akan menjadi semakin menarik lagi apabila dibubuhi dengan aksi stealth yang unik dan keren. Kombinasi seperti itulah yang ingin dimunculkan oleh Ubisoft dalam game action terbarunya yang diberi judul “Assassin’s Creed”. Dalam game ini Ubisoft menjanjikan adanya pengalaman stealth baru bagi para gamer. Seperti apakah keunikan dari game yang satu ini?
The Assassinations Begin
Dalam Assassin’s Creed kamu akan berperan sebagai Desmond, seorang bartender dari jaman modern yang dipaksa oleh seorang scientist untuk menggunakan sebuah mesin bernama Animus. Melalui mesin canggih ini, scientist tadi berusaha melihat kembali memori dari nenek moyang Desmond yang merupakan seorang assassin, seorang pemuda bernama Altair yang sangat jago dalam bidang assassination. Ia merupakan seorang agen dari sebuah persaudaraan di kota Masyaf dengan rank tinggi yang dilengkapi dengan persenjataan dan kemampuan yang bermacam-macam. Karena kemampuannya ini, ia pun diutus oleh pemimpin dari persaudaraannya, yaitu Al-Mualim, untuk pergi ke suatu tempat mengambil sebuah artefak penting. Dalam menjalankan misinya ini, ternyata Altair gagal mendapatkan artefak tersebut dan melarikan diri kembali ke kota Masyaf. Mendengar kegagalan Altair, Al-Mualim menjadi murka, dan ia menjadi semakin marah setelah mengetahui bahwa Altair telah melanggar Assassin’s Code yang seharusnya dipatuhi.
Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam Assassin’s Code. Yang pertama adalah jangan membunuh orang yang tidak bersalah, tetapi Altair malah membunuh seorang pria tua di tempat artefak tadi berada. Yang kedua adalah melakukan misi secara tersembunyi, tetapi Altair malah memperlihatkan dirinya kepada para musuh. Yang terakhir adalah untuk tidak membahayakan rekan-rekannya ketika menjalankan misi. Dalam misi terakhir ini, sifat arogan Altair mengakibatkan salah satu temannya terbunuh. Melanggar ketiga Assassin’s Code tadi membuat Altair mendapat hukuman berat, yaitu kehilangan semua senjata dan kemampuannya. Rank Altair juga turun kembali menjadi rank Student. Al-Mualim memberi kesempatan bagi Altair untuk menebus kesalahannya dengan cara menyelesaikan misi penting yang diberikan, yaitu membunuh sembilan orang penting yang mana keberadaan mereka dapat membahayakan penduduk sekitar sekaligus membahayakan persaudaraan itu sendiri. Bagaimanakah perjuangan Altair selanjutnya? Mainkan saja game ini untuk mengetahui sambungan dari ceritanya yang sangat menarik.
Retaining Back Old Possessions
Memulai permainan di kota Masyaf setelah kehilangan senjata dan kemampuan, kamu akan diajari kemampuan stealth dasar, seperti berlari, melompat dan memanjat. Senjatamu satu-satunya saat ini adalah kepalan tinjumu yang tidak begitu mematikan. Untuk mendapatkan senjata dan kemampuan lamamu, kamu harus berjuang menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh Al-Mualim. Untuk setiap satu orang penting yang berhasil kamu bunuh, Al-Mualim akan mengembalikan sebagian senjata dan kemampuanmu.
Persenjataan yang bisa kamu gunakan dalam pertarungan selain kepalan tinju adalah sword, short sword, throwing knife, dan hidden blade. Sword sangat berguna untuk melukai musuh, dan merupakan senjata satu-satunya yang bisa digunakan ketika menunggang kuda. Short sword memiliki damage yang lebih kecil, tetapi kecepatannya serangannya jauh lebih cepat. Throwing knife bisa dilemparkan untuk membunuh musuh seketika. Yang terakhir adalah hidden blade yang tersembunyi di lengan baju Altair, dan bisa digunakan untuk melakukan assassination.
In-Game Menu Looks Different
Ketika sedang bermain sebagai Desmond, kamu akan diperkenalkan pada mesin bernama Animus. Mesin inilah yang nantinya berperan sebagai menu utama dalam game. Melalui mesin ini kamu bisa memilih chapter untuk dimainkan, baik chapter baru maupun chapter yang telah kamu selesaikan sebelumnya. Melalui menu ini pula kamu dapat membuka kembali savegame terakhirmu.