Easy Controls
Kontrol dalam game telah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk dikuasai. Tombol A digunakan untuk berinteraksi serta berganti karakter. Tombol Y untuk menyalakan dan mematikan flashlight. LT dan RT masing-masing untuk menembakkan primary weapon dan secondary weapon. Kontrolnya tidaklah membingungkan dan cukup mudah untuk dikuasai. Apabila kamu lupa tentang kontrol ataupun kemampuan salah satu karakter, kamu bisa melihat info tentang karakter tersebut dengan cara memilih karakter yang bersangkutan dan menekan tombol ‘Back’. Akan ditampilkan menu yang mencantumkan penggunaan kemampuan karakter tersebut serta kontrol untuk karakter itu sendiri.
Juga tidak lupa disediakan tombol B untuk melakukan melee attack. Apabila musuh sudah berada tepat di depanmu, kamu bisa menggunakan serangan ini. Karakter-karakter tertentu memiliki melee attack yang cukup kuat, seperti Delgado dan Church.
Game ini menggunakan sistem checkpoint, sehingga kamu tidak perlu melakukan saving selama bermain. Tidak ada menu save dalam game, melainkan game akan melakukan autosave ketika kamu mencapai checkpoint, atau berhasil menyelesaikan satu chapter. Berhasil mencapai checkpoint berikutnya kemudian mendapatkan game over, maka kamu akan mengulang dari checkpoint terakhir tadi. Biasanya checkpoint akan muncul setelah kamu berhasil menghabisi segerombolan musuh yang cukup banyak.
Kamu bisa memilih tingkat kesulitan yang ingin digunakan, apakah itu Easy, Normal atau Hard. Tentu saja semakin tinggi tingkat kesulitan ini, maka musuh akan menjadi semakin tangguh. Pertempuran yang pada tingkat easy sudah terasa sengit akan menjadi semakin menantang apabila level dinaikkan.
Pada adegan-adegan tertentu, kamu akan diharuskan untuk menekan tombol-tombol yang muncul di layar dengan cepat dan tepat. Biasanya adegan-adegan seperti ini akan menampilkan animasi yang tidak biasa dan terlihat keren.
Kontrol ketika sedang bertempur akan menjadi lebih mudah lagi apabila kamu mengaktifkan fitur aim assist. Dengan bantuan fitur ini, kamu akan lebih mudah menembak tepat sasaran, khususnya ketika membidik musuh yang bergerak.
It Feels Realistic
Tingkat realitas game ini terasa cukup baik, terutama dalam hal kamera. Pandangan first-person yang disajikan terasa sangat nyata, terutama ketika karaktermu sedang melakukan aksi-aksi seperti menaiki tangga, memanjat tembok, berlari dengan panik, dan lain-lain. Guncangan kamera first-person yang akan kamu rasakan sangat sesuai dengan pandangan mata asli.
Mencari tempat untuk berlindung merupakan keharusan ketika aksi tembak-menembak sedang berlangsung. Tetapi, bersembunyi di balik kotak kayu bukanlah ide yang bagus. Hal disebabkan karena kotak kayu ini bisa dihancurkan oleh peluru maupun melee attack. Apabila ada peluru yang mengenai kotak kayu ini, maka kotak akan berlubang, dan lama-kelamaan akan hancur.
Ketidakhadiran amunisi yang tergeletak di tanah begitu saja untuk kamu ambil membuat game menjadi semakin realistis. Tidak ada lagi amunisi yang tersebar di sepanjang permainan untuk kamu ambil satu per satu. Untuk mengatasi persoalan amunisi, Cole merupakan yang bertanggung jawab soal supply amunisi. Apabila kamu berhasil mencapai checkpoint berikutnya, maka Cole akan dengan segera mengisi kembali persediaan amunisi tiap karakter hingga penuh dengan menggunakan komputer kecil miliknya. Apabila ada salah satu rekan yang kehabisan amunisi di tengah-tengah pertempuran, Cole akan menyediakan amunisi tambahan kepada karakter tadi, tetapi jumlahnya hanya sedikit. Terlalu cepat membuang amunisi akan membuat Cole tidak bisa membantumu menghabisi musuh, melainkan sibuk mengisi peluru rekan-rekannya.
Di sepanjang permainan, kamu akan berhadapan dengan banyak sekali musuh, dan musuh-musuh ini juga cukup bervariasi. Semakin jauh kamu bermain, maka musuh-musuh yang akan muncul juga bertambah macamnya. Akan kamu jumpai musuh-musuh baru dengan persenjataan yang berbeda pula. Boss fight juga terasa seru dalam game ini. Bisa dibilang bahwa combat yang seru merupakan unsur gameplay utama dalam Jericho.