Sisi finansial juga lebih baik. Kamu bisa melihat peningkatan penjualan merchandise seiring dengan masuknya nama-nama besar. Kamu juga bisa menentukan bonus untuk akhir musim jika menjadi juara liga domestik, juara Liga Champions, dan lain sebagainya.
Fisik pemain juga realistis. Terlalu banyak bermain setengah babak atau jarang dimainkan, akan membuat staminanya tidak bisa mencapai 100%. Pemain yang baru cedera, maksimal hanya bisa mencapai 80%-an, setelah main beberapa pertandingan baru bisa mencapai 90%, dan kemudian 100%. Pemain yang dipanggil timnas juga akan membutuhkan waktu recovery. Misalnya, Tevez dipanggil Argentina tanggal 13, maka tanggal 14, akan ada status yang menyatakan Tevez sedang dalam perjalanan pulang ke Inggris, jadi tanggal 15 baru staminanya pulih. Perjalanan pulang pergi antar negara sekarang juga memakan stamina, tambahan yang impresif.
Untuk AI Manajer lainnya, mungkin bisa dibilang peningkatan yang paling signifikan. Kamu akan merasakan sulitnya berhadapan dengan tim asuhan Sven Goran Ericson, saat kamu mengganti strategi, pelatih yang pintar juga akan menyesuaikan, sedangkan pelatih tolol akan bersiteguh pada garis kekalahannya.
Pergantian pemain pada saat pertandingan sekarang lebih sulit, karena berlangsung real time, pertandingan akan terus berlangsung sehingga kamu harus segera bertindak. Team talks akan lebih berpengaruh, analisa komentator untuk pre-match dan post-match lebih baik dari sebelumnya, walaupun masih belum bisa dibilang sempurna. Setidaknya, pada pertandingan Arsenal vs Chelsea, komentrator bisa mengatakan, ”Lampard sangat kreatif, perlu diwaspadai, sedangkan Fabregas juga umpannya berbahaya, jadi saya memprediksikan hasil imbang”. Ternyata setelah pertandingan, Chelsea menang 3-0, maka komentrator akan bilang, ”Sulit dipercaya, permainan Chelsea hari ini luar biasa, di luar dugaan”.
Dan, dalam game ini, ada kalanya pihak manajemen klub mengadakan ”Fan Days”, di mana event ini bertujuan untuk meningkatkan popularitas tim di mata pendukungnya. Hal ini akan meningkatkan jumlah pengunjung di kemudian hari. Penilaian staff terhadap potensi pemain juga lebih baik, demikian pula dengan sistem award, pemilihan pemain terbaik tiap bulan dan the best eleven pada akhir kompetisi lebih masuk akal dan lebih menunjukkan kerealistisan dibanding sebelumnya. Overall, game ini sebagian besar menyempurnakan Football Manager 2007, tetapi tidak terlalu banyak inovasi baru.
More Media Talk, Nicer Interaction!
Yang paling terasa mungkin adalah realisme dari media dan interaksi antar pemain. Kamu akan mendapati media yang lebih realistis, dan katakanlah, lebih pandai serta tahu diri. Kalau pada Football Manager 2007, kamu memasukkan Adriano ke dalam shortlist, maka media akan bilang “Apakah Anda mengincar Adriano?”, kalau Anda menjawab “No comment”, maka wartawan bisa datang besok, lusa, atau kapan pun, berulang-ulang. Tentu hal itu membuatmu sangat sebal dengan wartawan goblok tersebut, seandainya saja ada opsi untuk memenjarakan si wartawan karena mengganggu ketentraman. Nah, tahun ini, wartawan sudah lebih pintar. Kalau kamu mengatakan tidak tertarik, atau menolak berkomentar, dia tidak akan bertanya lagi.
Media juga memberitakan banyak hal baru. Misalnya kamu adalah bos Milan, dan baru saja menjual Gilardino ke Chelsea. Maka saat pertandingan Liga Champions yang mempertemukan Milan dan Chelsea, wartawan akan berkomentar ”Anda pasti sudah tahu Gilardino, menurut Anda, bagaimana kira-kira penampilannya malam ini, apakah ada strategi khusus?” Hal-hal seperti ini akan menambah realisme permainan.
Demikian pula dengan kepribadian pemain, akan lebih terasa pengaruhnya pada interaksi. Misalnya, seorang pemain pekerja keras seperti Wayne Rooney, setelah tampil baik dalam beberapa pertandingan, kamu memutuskan untuk memujinya, justru Rooney akan merasa kecewa. Dia merasa masih baru berbuat sedikit koq sudah dipuji. Berbeda dengan pemain yang ambisius, semakin sering dipuji akan semakin senang pula hatinya.