Sejumlah peta juga menyediakan shortcuts atau jalan pintas. Apabila kamu telah mengetahui di mana jalan pintas tersebut berada, maka kamu bisa sering-sering menggunakannya karena musuh-musuh pada tingkat professional dan elite juga akan sering menggunakannya. Apabila menabrak obstacle hingga pesawat berbalik arah atau tersangkut, kamu hanya perlu menekan tombol Y untuk me-reset posisi pesawat kembali ke jalur utama.
Left analog stick digunakan untuk mengontrol manuver pesawat. Pesawat bisa digerakkan ke atas dan ke bawah, sesuai dengan daratan yang dimunculkan. Apabila jalurnya meninggi, maka kamu harus menggerakkan LS ke bawah supaya pesawat bergerak naik. Penggunaan LS ini perlu dikuasai karena pesawat akan sering melakukan terjun bebas dari tebing tinggi ke tanah yang berada jauh di bawahnya, atau bahkan ke arah sungai. Apabila kamu tidak menahan LS ke atas pada saat terjun bebas, maka pesawat akan menabrak tanah dengan keras dan bisa langsung hancur apabila bodinya lemah. Pesawat juga bisa masuk ke dalam air dan melambat apabila terjatuh ke sungai. Jadi, fungsi LS perlu kamu kuasai.
Teknik dasar yang perlu dikuasai adalah Strafing dan Brake Boosting. Menghadapi tikungan tajam, kamu diharuskan menggunakan teknik strafing menggunakan tombol LT atau RT. Teknik ini memperbolehkan pesawat untuk membelok dengan lebih efektif. Teknik lainnya disebut Barrel Roll yang bisa digunakan untuk menghindari tembakan musuh, yaitu dengan cara menekan RT atau LT dua kali untuk melakukan gerakan berputar 360 derajat. Berbeda dengan brake boosting, yang bisa dilakukan dengan menekan dan menahan tombol A dan X untuk memperlambat pesawat sekaligus mengisi boost meter, kemudian melepaskan tombol X untuk mengaktifkan boost yang telah terisi. Teknik ini sangat bermanfaat ketika kamu menghadapi tikungan tajam dan terlambat untuk membelokkan pesawat. Perlu diperhatikan bahwa menahan A dan X terlalu lama juga bisa menyebabkan overheat untuk beberapa saat.
Di sepanjang jalur balapan, kamu akan melihat banyak sekali weapon pads. Melintasi obyek tersebut akan memberikan persenjataan secara acak bagi pesawatmu. Terdapat berbagai macam persenjataan, mulai dari yang mempengaruhi speed dan armor, hingga yang digunakan untuk menjatuhkan pesawat lawan. Apabila kamu telah mendapat satu macam senjata, maka kamu tidak bisa lagi mengambil senjata baru hingga senjata yang lama telah kamu gunakan atau kamu buang. Model tembakan ada dua macam, yang biasa dilakukan dengan menekan LB atau RB.
Persenjataan yang digunakan untuk menjatuhkan pesawat lawan adalah Magnet, Rocket, Force Blast dan EMP (Electromagnetic Pulse). Magnet dapat ditembakkan ke depan (RB) ataupun ke belakang (LB) dan akan secara otomatis mencari musuh terdekat dan menempel di bodi pesawat tersebut. Setelah beberapa saat, magnet ini akan meledak. Kamu juga akan mendapat persenjataan yang disebut Cluster Magnet, yaitu kumpulan beberapa magnet yang ditembakkan sekaligus. Teknik brake boost dan barrel roll dapat melepaskan magnet kembali ke tanah. Perlu diingat, magnet yang jatuh ke tanah bisa saja menempel di bodi pesawatmu sendiri apabila kamu melintas di dekatnya.
Untuk rocket, bisa digunakan RB untuk menembak ke depan. Apabila kamu menekan LB, maka roket ini akan digunakan sebagai mesin jet tambahan bagi pesawat sehingga pesawat akan meluncur lebih cepat untuk beberapa detik. Force blast mampu menghempaskan pesawat musuh yang menyentuhnya, dan juga bisa digunakan seperti roket apabila menekan LB. Bedanya, force blast memberikan kecepatan lebih tinggi tetapi waktunya lebih singkat. Sedangkan EMP hanya memiliki satu macam tembakan saja, yaitu meng-nonaktifkan pesawat musuh yang berada di dekatmu serta semua persenjataan elektromagnetik mereka.
Selain persenjataan di atas, masih ada lagi yang disebut Time Dilator (digunakan untuk memperlambat waktu sehingga pesawatmu bergerak paling cepat), Force Field (mampu melindungi pesawatmu dari segala macam serangan), Smoke Bomb (untuk mengacaukan pandangan musuh) dan Cable. Cable merupakan senjata unik yang dapat digunakan dalam berbagai macam cara. Penggunaan cable selalu berupa menembakkan kedua ujungnya satu per satu. Contohnya, kamu bisa menembakkan ujung yang satu ke pesawat musuh, kemudian ujung lainnya ke tanah sehingga pesawat musuh tertarik ke tanah. Kamu juga bisa menempelkan kedua ujungnya ke bodi dua pesawat yang berbeda sehingga keduanya saling tarik-menarik satu sama lain.