hmmm gw jadi inget waktu gw bagi rapot kenaikan kelas ( pas kelas 1 SMU ) jujur aja neh... nilai2 gw itu sama sekali ga mencukupi untuk masuk IPA maupun IPS ... percaya ga percaya , yang "bener-bener bagus" itu cuman pelajaran
bahasa inggris ,komputer dan elektronika
doang,,,
sisanya rata2 nilai IPA dan IPS gw 6 semua!

even gw lulus kelas 1 SMU tapi ga lulus utk masuk jurusan. Dan mau ga mau dengan sangat terpaksa dan dipaksain gw harus memilih antara 2 jurusan itu.....alhasil,,, gw disuruh nyokap masuk IPS....... padahal gw ga mau sama sekali.. dan begitu juga IPA... ohh..seandainya ada penjurusan Komputer di SMU! gw embat langsung....
@Gifos
Quote:
|
Salahnya pendidikan Indo ya kayak gini...penjurusan berdasarkan nilai dan bukan bakat. Artinya pendidikan di Indo itu hanya memajukan anak yang "pintar" dan melupakan yang "tidak pintar"...walaupun...yang tidak pintar ada kemungkinan besar dia punya bakat di bidang lain yang tidak mebutuhkan eksata seperti puisi atau melukis misalnya . Hasilnya, bakatnya tidak terpupuk, masa depannya juga nggak jelas. Kalau di negara maju termasuk TW sini, nggak ada istilah IPA-IPS-Bahasa-dst, semua anak dimajukan berdasarkan bakat yang dimiliki...salah satunya dengan ekstrakurikuler yang emang sangat beragam jenis beda dengan di Indo yang seupil...bahkan penjurusan sudah dimulai di SMP. Kalau sering nonton anime atau JDrama/KDrama/TDrama setting SMP-SMA, pasti nggak pernah nemu istilah IPS dan IPA
|
gw setuju banget

di negara ini "selalu" mengutamakan status jurusan IPA , IPS dan Bahasa,,,,, dan EKskul kayanya kurang diperhatiin banget... di negara ini