Salahnya pendidikan Indo ya kayak gini...penjurusan berdasarkan nilai dan bukan bakat. Artinya pendidikan di Indo itu hanya memajukan anak yang "pintar" dan melupakan yang "tidak pintar"...walaupun...yang tidak pintar ada kemungkinan besar dia punya bakat di bidang lain yang tidak mebutuhkan eksata seperti puisi atau melukis misalnya

. Hasilnya, bakatnya tidak terpupuk, masa depannya juga nggak jelas. Kalau di negara maju termasuk TW sini, nggak ada istilah IPA-IPS-Bahasa-dst, semua anak dimajukan berdasarkan bakat yang dimiliki...salah satunya dengan ekstrakurikuler yang emang sangat beragam jenis beda dengan di Indo yang seupil...bahkan penjurusan sudah dimulai di SMP. Kalau sering nonton anime atau JDrama/KDrama/TDrama setting SMP-SMA, pasti nggak pernah nemu istilah IPS dan IPA

.
Sad but True, kalau bisa mendingan IPA deh... Gwe dulu gagal masuk IPA hanya karena Fisika gwe dapat 5, padahal Biologi dan Matematika sudah masuk nilai minimal. Bagi yang sudah terlanjur IPS, cari bakat/kesenangan ente dan pupuk sendiri bakat tersebut. Paling tidak ente punya keunggulan yang bisa dibanggakan

.
Anak IPA bukan berarti pasti jago di segala hal lho?? Contohnya ya gwe sendiri S2 ini, hampir 90% temen-temen gwe di sini anak IPA dan lulusan universitas terkenal seperti UGM, ITB, dan UI dengan degree mulai dari Mechanical Engineering sampai Disain Komunikasi Visual...tapi masa algoritma aja nggak ngerti??

. Yahhh...tidak semua anak IPA pinter kok...IPA maupun IPS...temukan apa yang anda senangi dan tekuni

.