[Preview] Tom Clancy's Rainbow Six Siege

Aneh rasanya ngomongin soal franchise Rainbow Six tanpa ngebawa sosok Tom Clancy. Berawal dari novel hingga jadi sebuah franchise video game.Mendiang banyakberjasa besar sebagai kreator seri Rainbow Six, ga tekecuali seri terbarunya, yakni Rainbow Six Siege.

Mengingat Rainbow Six Siege bakaldirilis ga lama lagi, mungkin ada baiknya kalau kita bahas dulu tentang siapa sosok Tom Clancy ini. Lahir 12 April 1947 dan meninggal di awal Oktober 2013 lalu, Tom Clancy dikenal luas sebagai seorang authorAmerika yang piawai bikincerita. Beliau gahanya menciptakan novel-novel penting seperti The Hunt For Red October (1984) dan The Sum of All Fears (1991) tapi juga berhasil bikin karakter-karakter fiksi yang dikenang seperti Jack Ryan dan John Clark. Terus gimana ceritanya karya novel Tom Clancy diadaptasi jadi sebuah first-person shooter video game?



Sebenernya bukan hal baru untuk karya-karya novel Tom Clancy dibawa ke medium video game. Selain Rainbow Six, bahkan novel debut Tom Clancy yangberjudulThe Hunt For Red October juga pernahdibikin versi video gamenya. Maka gaheran kalo novel Rainbow Six juga menarik perhatian developer Red Storm Entertainment, yang kelak dikembangin lebih jauh oleh tim Ubisoft. Lewat seri-seri yang terus berlanjut daritahun 1998, tahun 2015 menandai 17 tahun sejak perilisan game pertamanya.



Yang menarik adalah fakta bahwa Rainbow 6: Patriots sempat dianggap akan jadi seri terakhir dari franchise Rainbow. Alasannya ga lainadalah karena meninggalnya Tom Clancy di tahun 2013 sebelum game ini rampung. Meski akhirnya proyek Patriots bataldilanjutin, pihak Ubisoft fokus tetep fokus ngembanginRainbow Six Siege. Dari sini mungkin fans seri Rainbow Sixbisa sedikit berekspektasi lebih kalofranchise ini akan terus lanjut. Lewat salah satu pernyataannya, Ubisoft bilang nama Tom Clancy dalam pembuatan seri-seri game seperti Rainbow akan terus digunakan sebagai sebuah bentuk penghormatan.

Lalu bakal gimana nihRainbow Six Siege nantinya sebagai seri paling baru yang akan dirilis awal Desember ini? Selebihnya akan kita kupas tuntas dalam artikel preview berikut.



Cerita utama dari franchise Rainbow Six emang menitikberatkan pada grup anti teroris bernama Rainbow. Namun di seri terbaru kali ini, akan banyak hal menarik yang diimprovisasi pengembangnya untuk meningkatkan skill gaming para pemain. Soal cerita sendiri, alur ceritayang beredarmasih begitu minim. Rainbow Six Siege berlatar waktu beberapa tahun setelah penonaktifan tim Rainbow. Hingga kemudian tim Rainbow diaktifkan lagi di bawah pimpinan yang bernama Six. Pemain akan berperan sebagai seorang operator anggota tim Rainbow yang akan berhadapan dengan kelompokmusuh bernama White Masks yang terus menebar terordi berbagai belahandunia.



Dalam mode permainan multiplayer Rainbow Six Siege, ada sistem operator yang lebih dimaksimalin untuk mendukung skill gaming pemain. Dengan kuota pemain dibatasi sebanyak 10 orang, kerjasama yang kompakdan strategi untuk menyelesaikan misi jadi kunciutama untuk memenangkan pertempuran. Sistem operator juga bakal berguna banget untuk membaca kemampuan suatu karakter dan melihat kemampuan yang dimilikinya. Di seri ini, satu tim hanya memiliki satu jenis sistem operator. Pemain akan bebas memilih bermain sebagai timanti-teroris atau tim teroris itu sendiri.



Selain memiliki kemiripan dengan seri Battlefield (ajang baku tembak yang intens dan lingkungan yang bisa hancur), mode multiplayer Rainbow Six Siegemenawarkanlayout arena yang lebih menantang. Dengan keadaan ruang yang sempit dan terbatas,permainan akan bertambah intens dan seru. Dengan kondisiseperti itu, maka gamer dituntut untuk lebih jeli dalam mengatur taktik atau menjaga kekompakan timdengan pemain lainnya. Esensi ketegangan dalam suasana perangemang identik dengan permainan FPS, dan Rainbow Six Siege tampaknya menjanjikan premisitu.



Pada bulan September lalu, Ubisoft merilis versi closed beta bagi para gamer yang udah melakukan pre-order Rainbow Six Siege. Selama masa closed beta, terdapat kendala di manabeberapa gamer sempat protes soal server browser Rainbow Six yang dianggap masih belum sepenuhnya maksimal. Terkait hal ini, Ubisoft merilispernyataandi blog resminya tentang error yang dialami pemain ketika mengaturcustom game dalam mode multiplayer:
CUSTOM MATCHES: New Details

  • Will be playable on dedicated servers (in an update shortly after launch), with the following constraints: ◾Match requires 10 players in it

  • The data center that will host the game will be the closest one to the player who created the custom game session.

  • Once the lobby has been created, the server will wait a certain amount of time for it to be filled up to 10 players. If the wait duration goes above a certain limit, the custom game session will be cancelled.

  • Custom games hosted on dedicated servers will not be listed and will be accessed by invitation only, after the lobby is created.

  • Custom matches that aren't held on dedicated servers (LAN or peer-to-peer) will be listed in a server browser.






Dengan kebijakan seperti itu kayanya gabakal terlalu berpengaruh terhadap ratingRainbow Six Siege nantinya. Apalagi udah cukup banyakpenilaian positif sebelum game ini rilis. Bahkan Rainbow Six Siege sendiriudah dapet beberapa nominasi di Game Critic Awards, seperti kategori Best PC Game, Best Action Game, Best of Show, damBest Online Multiplayer Game. Kira-kira bakal segimana keren ya Rainbow Six Siege nantinya? Tunggu aja tanggal1 Desember mendatanguntuk platform PC, PS4, dan Xbox One.

images: ubisoft.com | rainbow6.ubi.com

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 06 November 2015 13:00



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus