[Preview] Bloodstained: Ritual of The Night

Bisa dibilang salah satu game dengan perolehan tersukses lewat crowdfunding di Kickstarter tahun ini adalah Bloodstained: Ritual of the Night. Awalnya sang kreator yang juga bapak seri Castlevania yang legendaris itu----Koji Igarashi cuma nargetin pengumpulandanasebesar $500,000. Tapiternyata hasil yang diperolehmelebihi ekspektasi hingga$5,545,992 cuma dalam semalam! Tentu ini adalah angka fantastis karena gabanyak game yang bisa meraih danasebanyak itu lewat laman Kickstarter. Karena pencapaian yang besar tersebut, boleh lah parabackers dan fans berekspektasi lebih atas hasil akhir Bloodstained: Ritual of the Night. Seperti pengenmengulang popularitas game klasik Castlevania, Bloodstained: Ritual of the Night bisa jadi pelepas rindu mereka akan game bergaya Metroidvania olahan Koji Igarashi.



Mustahil untuk gamelibatkan nama Oom Igarashi sebagai alesan kenapaBloodstained: Ritual of the Night bisa banjir dana sekian banyak. Tangan dingin Igarashi saat menanganiseri Castlevania emang gaperlu diragukanlagi. Ketika Igarashi cabut dari Konami, banyak fans Castlevania yang membujukdoi untukbikin game seseru Castlevania. Dari situlah Bloodstainedterlahir. Animo fans yang menggebu-gebu terlihat dari angka target pengumpulan dana yang fantastis. Inisiatif Oom Igarashi buat bikin kampanyedi Kickstarter patut diacungi jempol.Ini jadi bukti akan kecintaannya pada fans game Castlevania.



Dalam pembuatan game ini, Igarashi bekerja sama dengan Michiru Yamane, partner setianya yang berada di balik tiap soundtrack Castlevania. Dalam pengembangan Bloodstained: Ritual of the Night, Inti Creates bertindak sebagaideveloper denganDeep Silver sebagai publisher-nya. Dalam berbagai wawancara, Oom Igarashi sempat mengeluh akan pengalamannya dalam mengembangkan Bloodstained: Ritual of the Night. Berbagai pitching proyek pengembangan Bloodstained: Ritual of the Nightsempat bolak-balik ditolak oleh investor karena diragukan akan mampu memenuhi selera pasar. Oom Igarashi bilang publisherbesar banyak meragukan game-game buatannya dan lebih memilih game-game dengan ide baru dan visual lebih keren. MelaluiKickstarter, Oom Igarashi pengen membuktikankalau keraguan para publisheritu salah.

Oom Igarashi jugamengungkapkan pendapatnya tentang game mobile yang kini mendominasi pasar. Meski sekarang pasar mobile gaming emang lagi meroket, tapi Oom Igarashi meyakini bahwa pasar gamer yang ditarget emang beda. Dan ini ga akan berpengaruh signifikanterhadap antusiasme gamer terhadapBloodstained: Ritual of the Night.

ALASANBLOODSTAINED: RITUALOF THENIGHT PATUT DITUNGGU




MeskiperilisanBloodstained: Ritual of the Night masih cukup lama, game ini menjanjikan premis yang bisa dibilang lebih umum untuk bisa dinikmati kalangan gamer lebih luas. Meski segmentasinya masih menargetgamer 2D platformer a la Metroidvania, tapi dengan subgenre yang baru Igavania, diharapkan segmentasi fans Bloodstained: Ritual of the Night bisa sedikit meluas.Igavania sendirimemiliki artiaction platformer yang fokus pada permainan eksplorasi bernuansa gothic.

BERKENALAN DENGAN KARAKTERBLOODSTAINED: RITUALOF THENIGHT




Dalam Bloodstained: Ritual of the Night sendiri kita dikenalindengan Miriam, tokoh utama yatim piatu yang berpetualang di sebuah kastil tua untuk melawan monster-monster ganas. Miriam dikutuk oleh sebuah kekuatan kristal misterius. Gahanya berusaha menghentikan kutukan tersebut, Miriam juga mencoba mencari tahu jatidirinya di masa lalu. Selain Miriam, adajuga karakterlain sepertiGebel sebagai tokoh antagonis dan Johannes sebagai teman setia Gebel.



Banyak juga yang beranggapan bahwatokoh Miriam mirip denganShanoa dari Castlevania. Tapi OomIgarashi menyebut keduanya merupakan sosok yangberbeda, baik dari segi kepribadian dan motivasi cerita. Satu-satunya persamaan mereka adalahstatus sebagai karakter protagonis wanita.

Dalam sesi tanya jawab di laman Kickstarter-nya, OomIgarashi mencoba menghindari penerapan cara-cara pengembangan yang sama diCastlevania untuk Bloodstained: Ritual of the Night. Oleh karena itu ada pembaharuan baik dari segi desain visual maupun sistem persenjataannya, meski dari gaya dimensi yang diadopsi sendiri masih ga banyak berubah yakni 2.5D.

Gaya dimensi ini dianggap paling masuk akal dari segi waktu pengembangan, target grafis, dan dana untuk dibangun menggunakanUnreal Engine 4. Di samping Oom Igarashi pengen mengksplorasi dunia 2.5D dengan kombinasi klasik formula Igavania. Yang jelas sihkeputusan ini dijamin ga akan merusakcore gameplay dan tetep mengutamakan masukan dari para fans selama proses pengembangannya. Oom Igarashi optimis bahwa nantinya hasil akhirBloodstained: Ritual of the Night akan punya karakteristik khas dan sukses seperti game Guilty Gear dan Strider yang juga mengusung 2.5D.



Kita tunggu aja apakah Bloodstained: Ritual of the Night akan rilis sesuai ekspektasi terbaik Oom Igarashi, atau justru sebaliknya?Bloodstained: Ritual of the Night direncanakan akan rilispada bulan Maret 2017 untuk platform PC, PS4, dan Xbox One.

images : bloodstained.wikia.com | eurogamer.net | gamespot.com

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 06 October 2015 13:00



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus