Bos Nintendo Satoru Iwata Meninggal, PlayStation & Xbox Turut Berduka

Dunia video game kehilangan sosok yang sangat spesial. Kita semua kehilangan Satoru Iwata yang meningal pada usia 55 tahun karena kanker saluran empedu. Sebuah kanker langka yang sulit ditangani dan biasanya mulai muncul pada usia 65 tahun.

Iwata-san dikenal sebagai sosok Bos Nintendo yang memiliki karakter unik. Bukan hanya unik melalui acara "Nintendo Direct" dan berbagai boneka lucu yang digunakan untuk menjalin komunikasi dengan gamer, tetapi juga dengan caranya memimpin Nintendo mencapai kesukses tertinggi melalui Wii dan memimpin ditengah guncangan Wii U yang kurang sukses di mata Investor. Iwata-san dengan berani mengakui kesalahannya, memotong gajinya sendiri, dan menolak untuk memecat pegawai.



"Saya rasa para pekerja yang selalu takut dan khawatir dirinya akan dipecat tidak akan bisa mengembangkan game yang dapat mengesankan orang di seluruh dunia," ucap Satory Iwata.

Perhatiannya pada industri game dan gamer sempat tertuang pada acara GDC 2005. Beliau mengatakan bahwa "di kartu nama saya tertulis saya adalah bos perusahan. Di dalam pikiran saya, saya adalah seorang developer game. Tapi di hati saya, saya adalah gamer."

Kini rasa duka dan ucapan-ucapan penuh perhatian membanjiri media sosial dan membawa "Satoru Iwata" sebagai trending topic di Indonesia. Sony dan Microsoft juga ikut mengutarakan rasa belasungkawa.

Shuhei Yoshida (Bos Sony PlayStation)

"Pak Iwata telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan industri game, kami berdoa agar jiwanya beristirahat dengan tenang".


Phil Spencer (Bos Microsoft Xbox)

"Hari penuh duka bagi keluarga Iwata-san, sahabat, dan gamer dimanapun juga. Semangat, kreatifitas, dan kepemimpinannya telah meningkatkan industri kami".

Selamat tinggal Iwata-san, terimakasih telah menyajikan berbagai video game yang menjadi inspirasi dan impian bagi banyak orang. Terimakasih telah memperluas jangkauan video game tidak hanya ke anak-anak, tetapi juga orang dewasa dan bahkan kakek-nenek. Semoga kreatifitas dan impianmu dapat terus menjadi pilar masa depan Nintendo.

Sumber: Nintendo | Polygon |Ars Technica | Macmillan Cancer Support | Cancer Care Indonesia

Ditulis oleh Bayu Bramantya pada 13 July 2015 14:05



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus