[EDITORIAL] Yakin Pembajakan "Doraemon Stand by Me" Hancurkan Masa Depan Film Jepang di Indonesia?

Doraemon Stand by Me tayang di Indonesia melalui biskop dan bajakannya langsung beredar beberapa hari kemudian. Berbeda dengan bioskop yang hanya bisa dinikmati di kota tertentu, bajakan bisa dengan mudah dinikmati semua orang dimanapun dia berada. Jadi kalau kamu tinggal di kota yang nggak ada bioskop Blitzmegaplex, Cinemaxx, dan Platinum, satu-satunya cara menikmati Doraemon Stand by Me di kota kamu hanya dengan ambil bajakan.

Tapi apakah pembajakan Doraemon Stand by Me siap menghancurkan masa depan film Jepang di Indonesia? Apakah Doraemon tidak bisa lagi tinggal di sini?



Topik pembajakan memang nggak pernah habis dibahas. Gamexeon punya artikel tentang pembajakan dan diketahui bahwa pembajakan bisa merugikan tapi bisa juga tidak merugikan. Time Warner sebagai pemilik film populer Games of Throne merasa bangga filmnya jadi film bajakan paling populer. "Lebih bagus dari [penghargaan] Emmy", ucap Jeff Bewkes dari Time Warner. Kemudian penelitian dari Ofcom (Regulator Telekomunikasi di Inggris) menunjukkan bahwa pengguna bajakan paling "parah" membeli 300% lebih banyak daripada konsumen "jujur". Penelitian BI Norwegian School of Management terhadap pasar musik juga mencapai kesimpulan yang serupa, pengguna bajakan merupakan konsumen yang paling banyak membeli.



Sekarang masalahnya di Indonesia udah nggak bisa dipungkiri lagi bahwa pembajakan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, pergaulan, dan bahkan mata pencaharian. Fans dengan mudah menemukan bajakan dimanapun dia berada dan bahkan Doraemon Stand by Me menyebar luas melalui pergaulan di media sosial. Bisa dibilang fans di berbagai penjuru Indonesia lebih mudah mengakses bajakan daripada harus pergi ke luar kota untuk berkunjung ke Blitzmegaplex, Cinemaxx, dan Platinum terdekat.

Enrico Fermi sebagai Distributor and Marketing Department Jive Entertainment menjelaskan bahwa pihak Jepang kecewa dengan kasus pembajakan Doraemon Stand by Me di Indonesia. Hal ini berujung pada pertimbangan untuk mencabut hak Indonesia menayangkan The Last – Naruto The Movie dan film live action dari Shingeki no Kyojin (Attack on Titan).



Jadi kalau kamu sudah terlanjur nonton bajakan Doraemon Stand by Me dan nggak suka dengan respon yang diberikan pihak pemegang lisensi Jepang, boleh lah kamu marah dan meluapkan semuanya ke media sosial, forum diskusi, dll. Kamu berhak untuk melakukan semua itu. Tapi sebagai fans, nggak ada salahnya untuk tetap menunjukkan dukungan terhadap Film Jepang di Indonesia dengan kembali menyaksikan Doraemon Stand by Me di Bioskop. Memang ada kalanya nonton di Bioskop itu menyebalkan karena berbagai alasan, tapi kapan lagi bisa menunjukkan dukungan fans ditengah panasnya drama pembajakan Doraemon Stand by Me?

Sekarang masalahnya gimana dengan fans yang tinggal di kota tanpa bioskop Blitzmegaplex, Cinemaxx, dan Platinum? Apakah fans ini tetap dianggap sebagai konsumen yang termasuk dalam target pasar? Padahal tidak ada biskop yang menayangkan Doraemon Stand by Me di kota mereka, hanya ada bajakan. Sayangnya Doraemon Stand by Me versi Blu-ray dan DVD hanya akan terbit di Jepang pada 18 Februari 2015. Belum ada informasi ketersediaan Blu-ray, DVD, Digital Download, maupun Stream resmi bagi fans di Indonesia, dan khususnya bagi fans yang tinggal di kota tanpa bioskop Blitzmegaplex, Cinemaxx, dan Platinum.

Hal ini patut disayangkan meningat para pengguna bajakan bukan berarti tidak akan membeli apapun. Gabe Newell (Bos Valve) dan Jason Holtman (Pimpinan Bisnis Valve) pernah menjelaskan bahwa pengguna bajakan bukanlah musuh, mereka adalah konsumen yang belum terlayani.



Mari tunjukkan antusiasmu terhadap film Jepang di Indonesia, sebarkan artikel ini ke teman-teman, dan ajak para pemegang lisensi serta jaringan Bioskop di Indonesia untuk bergerak menggapai fans-fans yang belum terlayani.

Jangan biarkan Doraemon terus menangis.



Twitter Jive Entertainment: @jivemovies
Twitter Blitzmegaplex: @blitzmegaplex
Twitter Cinemaxx Theater: @cinemaxxtheater


Ditulis oleh Bayu Bramantya pada 23 December 2014 13:26



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus