NVIDIA Umumkan Teknologi Machine Learning dengan Akselerasi GPU Tesla!

Baru-baru ini Nvidia mengumumkan Graphic Card paling mutakhirnya yaitu GTX Titan Z yang dipatok dengan harga sekitar 30 juta rupiah. Selain itu Nvidia juga mengumumkan banyak teknologi baru seperti Nvidia G-sync, Update driver yang mengangkat peforma hingga 64% lebih baik dan lain-lain. Kali ini Nvidia juga mengumukan teknologi machine learning dengan akselerasi GPU Tesla, bagaimanakah caranya bekerja?

PRESS RELEASE

Adobe, Baidu, Netflix, dan Yandex
adalah nama besar untuk social media dan cloud computing yang menggunakan
akselerator GPU NVIDIA berbasis CUDA untuk menyuguhkan fitur pencarian yang
ajaib, analisa gambar dengan pandai, dan rekomendasi film berdasarkan
pengguna, berbasis sebuah teknologi yang dikenal dengan nama advanced
machine learning atau mesin pembelajaran tingkat lanjut. Machine learning
memang sesuai dengan terjemahannya: Melatih komputer untuk mengajari
dirinya sendiri dengan menyaring data sebagai contoh, belajar untuk
mengindentifikasi atau membedakan seekor rubah dengan menganalisa
gambar-gambar dari hewan tersebut dan hewan-hewan lain yang menyerupainya
seperti anjing, musang, jackal, raccoon, dan hewan sejenis lainnya. Sama
seperti cara manusia mempelajarinya. Algoritma dalam machine learning yang
sangat berguna ini bisa membutuhkan ribuan server berbasis CPU untuk
menganalisa jumlah data yang amat sangat besar. Tentu saja ini sangat
mahal, tidak realistis, dan tidak praktis. Akan tetapi, ini adalah
pekerjaan yang sangat cocok untuk akselerator berbasis GPU Tesla. Tesla
adalah versi ekstra kencang dari chip yang digunakan gamer untuk menghajar
jajaran alien dan sekarang digunakan secara luas untuk menyelesaikan
beragam masalah visual computing secara cepat dan efisien.

*Mempercepat Analisa Gambar Adobe*

Jika Anda bekerja dengan gambar dan video, Anda tentu menggunakan software
Adobe setiap hari. Adobe Creative Cloud saat ini sudah mengaktifkan lebih
dari 1,8 juta pengguna untuk mengakses perangkatnya termasuk aplikasi
yang menggunakan akselerasi GPU seperti Premiere Pro, After Effects, dan
Photoshop di seluruh penjuru dunia. Sekarang tim R&D Adobe sedang
mendorong Creative Cloud agar bisa melakukan lebih banyak lagi, dengan
menggunakan GPU CUDA untuk membantu mereka membangun perangkat pengolah
gambar yang bisa belajar sendiri secara mendalam. (deep learning image
processing tool).

Deep learning atau pembelajaran secara mendalam bisa menjadi hambatan.
Akan tetapi, perangkat Adobe di masa mendatang dapat menggunakn teknologi
ini untuk mendorong beragam kemungkinan kreativitas baru. Sebagai contoh,
aplikasi bisa secara otomatis mengenali sebuah font style dari banyak
gambar untuk membantu pengguna memilih font yang tepat untuk proyek kreatif
mereka. Hal ini bahkan dapat membantu mengidentifikasi sentimen terhadap
gambar dan elemen-elemennya dalam sebuah hasil karya untuk membantu
pengguna dengan cepat menemukan gambar lain yang menyuguhkan rasa yang
serupa atau estetika yang mirip. David Howe, director of Digital Imaging
Engineering di Adobe mengatakan: Perpindahan kami ke Creative Cloud telah
mendorong sebuah era inovasi di segala penjuru Adobe. Machine learning
dengan akselerasi GPU membuka pintu menuju beragam fitur seru dan kemampuan
yang bisa mempercepat proses kreatif dan membuat pekerjaan Anda tampil beda
dari yang lainnya.

*Tentang NVIDIA*

Sejak tahun 1993, NVIDIA (NASDAQ: NVDA) telah merintis seni dan ilmu
komputasi visual. teknologi perusahaan yang mengubah dunia layar ke dunia
penemuan interaktif - untuk semua orang dari gamer untuk para ilmuwan dan
konsumen untuk pelanggan perusahaan. informasi lebih lanjut di http / /
nvidianews.nvidia.com dan http://blogs.nvidia.com

Ditulis oleh Gery pada 09 April 2014 15:50



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus