Keluhkan Biaya Tinggi, Produsen Kembangkan Ultra-Like Notebook



Ultrabook sudah mulai merambah pasar notebook lebih luas lagi, berbagai merk besar telah membuat, memperkenalkan dan memperdagangkannya kepada para konsumen. Tetapi nyatanya para produsen masih memiliki ketidakpuasan terhadap ultrabook yang mereka kembangkan.

Menurut situs Digitimes, rumornya para produsen ultrabook tersebut tidak puas dengan harga jual yang harus dipatok bagi hasil produksi mereka. Ultrabook generasi kedua (next-gen) yang akan hadir pada awal bulan Juni ini saja sudah menyentuh USD $1.000 untuk harga jualnya. Yang mereka keluhkan saat ini adalah tingginya beban ongkos produksi.

Sebuah dilema, dimana ultrabook akan menjadi sebuah produk yang bakal diminati konsumen karena dimensi tipisnya dan bobotnya yang ringan. Tetapi harus dijual dengan harga yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan mundurnya para calon pembeli.

Seperti kata pepatah "ada masalah berarti ada pemecahannya". Nah, solusi yang disiapkan oleh para produsen ultrabook saat ini adalah membuat perangkat baru yang sama dimensi dan bobotnya, dan diberi nama "ultra-like" notebook.

Ultra-like notebook ini dapat diproduksi dengan harga lebih murah dibanding ultrabook, dan diharapkan dapat membantu tingkat penjualan ultrabook dikemudian hari. Kelebihan ultra-like notebook ini adalah pada penggunaan material yang lebih terjangkau harganya. Contohnya pilihan unuk penggunaan processor tidak harus terpaku pada produksi dari Intel saja, para produsen bisa beralih ke processor AMD APU Trinity dan varian dengan TDP lebih rendah yang akan hadir beberapa saat lagi.

Source | Source | Source

Ditulis oleh Gogy M. Sulistio pada 30 April 2012 10:16



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus