Mengungkap Sisi Keindahan Artwork Game Vanillaware

Buat kalian yang baru memainkan game Dragon's Crown (DC) di PS3 maupun di PSVita, bisa jadi ada yang jatuh cinta pada citarasa seni khas yang ditorehkan George Kamitani di setiap game buatannya. Di tengah ramainya pasar game platformer yang didominasi dengan game yang berbasis visual 3D, Vanillaware berdiri dengan lantang di bawah arahan George Kamitani yang memfokuskan seni visual 2D untuk gamenya. Kalau kalian salah satu penggemar game-game buatan Vanillaware, pastinya udah ngga asing lagi dengan ciri khas yang ditampilkan sebagai konsep gamenya, baik dari ilustrasi karakter, background, sampai nuansa tema yang diambil di setiap game keluarannya.

Mungkin bisa sedikit gue jelaskan tentang Vanillaware & George Kamitani biar kalian bisa sedikit tahu lebih banyak. Dulunya Vanillaware bernama Puraguru yang dibentuk oleh jebolan mantan pegawai Atlus, salah satu diantaranya Oom Kamitani sendiri. Dulunya Oom Kamitani juga sempet bekerja di Square Enix dan Capcom sampai akhirnya memutuskan untuk fokus bekerja untuk Vanillaware hingga sekarang. Gue sangat salut dengan prinsip Oom Kamitani yang lebih milih buat fokus bikin game dengan artwork 2D yang udah ngga diragukan lagi kualitasnya.

PRINCESS CROWN


01_Princess Crown -  gameplay

Kalau lo dulu sempet punya Sega Saturn, mungkin salah satu diantara kalian pernah nemu game berjudul Princess Crown. Game ini juga digarap oleh sebagian mantan staff Atlus yang saat ini bekerja di Vanillaware. Seperti Odin Sphere, Princess Crown punya konsep penceritaan yang sama. Bermula dari kisah dongeng dari sebuah buku, nantinya gamer bakalan bisa memainkan cerita dari masing-masing buku yang akan terbuka setelah menamatkan cerita demi cerita yang saling berkesinambungan. Tahun 2005 Princess Crown akhirnya diport buat platform PSP. Meski banyak yang protes karena cuma mendapat lazy-port tapi cukup lumayanlah seengganya Princess Crown bisa dimainin sambil bepergian.


GRIMGRIMOIRE


04_GrimGrimoire - gameplay

Perjalanan artwork Vanillaware ngga cuma berhenti di Princess Crown. Para seniman Vanillaware balik berunjuk gigi di platform PS2 dengan game mereka yang berjudul GrimGrimoire. Biarpun punya setting latar waktu yang mirip, gameplay GrimGrimoire mengusung genre yang berbeda dibanding pendahulunya. Alih-alih game action RPG, GrimGrimoire lebih memilih genre RTS. Di game ini penggunaan magic system mulai dikenalkan dimana elemen-elemen magis mulai berlaku disini. Sebagai murid sekolah sihir kalian kudu pinter menyusun strategi buat ngelawan musuh yang punya elemen magis yang berbeda.


ODIN SPHERE


07_Odin Sphere - gameplay

Ngga lama setelah GrimGrimoire rilis, artwork Vanillaware kembali hadir buat penggemar dengan game Odin Sphere di platform PS2. Di game Odin Sphere, Vanillaware terlihat balik ke basic game action RPG yang gameplaynya memang jauh lebih seru. Ngga cuman itu, Odin Sphere punya peningkatan yang lumayan pesat di sisi artwork dibanding game-game buatan Vanillaware sebelumnya. Kalau kalian perhatikan di Odin Sphere lebih banyak elemen-elemen luminous object alias benda berpendar. Ditambah mulai dikenalkannya elemen kristal Psypher yang bisa berpendar karena diterangi oleh Phozon, semacam cahaya energi yang keluar dari musuh yang berhasil dikalahkan. Menurut gue Odin Sphere merupakan game buatan Vanillaware yang punya twist alur cerita yang epic. Setiap fragmen cerita yang terlihat samar-samar di awal bakal bikin gamer ngga nyangka di akhir cerita. Buat kalian yang punya PS3 bisa beli Odin Sphere & GrimGrimoire via PS Store US buat sedikit bernostalgia.




MURAMASA: THE DEMON BLADE


10_Muramasa Rebirth - gameplay

Mayoritas game buatan Vanillaware emang ngga jauh dari tema setting jaman kolosal. Ngga cuman sering mengambil tema jaman medieval Eropa (Princess Crown, GrimGrimoire, Odin Sphere, Grand Knights History, Dragon's Crown) tapi juga setting jaman kuno Jepang, salah satunya Muramasa: The Demon Blade. Awalnya game ini ini dirilis untuk platform Wii tapi akhir Juni lalu akhirnya diport untuk platform PS Vita dengan judul Muramasa Rebirth. Kalau dilihat dari artworknya, nuansanya ngga jauh beda dengan Odin Sphere. Banyak permainan warna yang mencolok & menyala terang tapi tetap serasi satu sama lain. Ditambah dengan background yang cenderung gelap, efek warna-warni jadi bisa lebih menonjol.


GRAND KNIGHTS HISTORY


13_Grand Knights History - gameplay

Dari sekian banyak game RPG buatan Vanillaware, Grand Knights History (PSP) jadi salah satu game mereka yang punya battle system yang paling beda. Paling cocok buat yang masih belum move-on suka game dengan battle system turn based. Untuk nuansa gamenya sendiri ngga jauh beda dari Odin Sphere baik dari setting waktu, tempat, sampai jenis kelas masing-masing karakter. Di game ini lo juga bakal bisa ketemu naga yang artworknya sangat menggambarkan kalau itu bikinan Vanillaware. Gue jamin kalau lo udah pernah ngerasain main Odin Sphere, Grand Knights History, & Dragon's Crown, kalau suatu saat ada teaser game RPG platformer yang nunjukin artwork naga yang khas mirip di game Vanillaware, lo bakal langsung yakin kalau teaser game itu emang bikinan mereka.


DRAGON"S CROWN


16_Dragon's Crown - gameplay

Nama Vanillaware kembali booming setelah mereka ngerilis IP terbaru mereka yang ngga lain adalah Dragon's Crown. Mulai bermunculan fans-fans baru artwork game buatan Vanillaware di forum-forum PS3. Dragon's Crown serasa jadi angin segar buat fans lamanya. Selain menawarkan cerita baru, konsep permainan yang cenderung lebih berat ke fitur online multiplayernya ini bisa dibilang cukup menarik. Tapi buat mereka yang udah kenal lama artwork Vanillaware pasti sempet kaget begitu ngeliat artwork karakter yang cukup menyembul mencolok proporsi badannya di game ini.



Kalau dilihat secara keseluruhan, artwork game Vanillaware memang punya ciri khas yang mencolok dan gampang dikenali.

  • Over-Muscular Character: Kebanyakan karakter pria yang memang digambarkan bertubuh atletis bak binaraga di game buatan Vanillaware memang punya ukuran otot yang kadang kelewat besar. Dada bidang, punggung kekar, tapi ukuran lengan dan betis yang kecil memang udah jadi ciri khas konsep karakter mereka. Dan ternyata di Dragon's Crown, mereka juga menerapkan tipe karakter berotot ini ke karakter wanita...

  • Buxom is better: Banyak karakter wanita yang bisa dibilang cukup ehm... montok di beberapa bagian tubuh di hampir setiap game buatan Vanillaware. But should plumpness (always) be the ultimate form of sexism? I don't think so. Laki-laki ngga setiap saat ngeres cuy! :'))

  • Petite Rules: Kalau ada gamer yang suka karakter (wanita) bertubuh montok, ada juga yang punya fetish buat karakter bertubuh mungil. Dan tipe karakter ini selalu ada di tiap game buatan Vanillaware.

  • Food Porn: Vanillaware punya perlakuan khusus buat ngegambar item makanan di tiap gamenya. Tiap masakan punya unsur bahan yang digambar dengan detil mirip aslinya. Gue jamin kalau artwork masakan mereka dijadikan katalog di sebuah situs restoran, tiap pengunjung yang liat bakal ngecesss dibuatnya :p

  • Ancient, Myth, & Magic: Selalu ada unsur mitos yang berkaitan dengan dunia magis. Setting latar & waktu yang diambil juga ngga jauh dari jaman-jaman kuno abad pertengahan.

  • Scenery Porn: Vanillaware kalau bikin artwork ngga pernah setengah-setengah. Mulai dari konsep karakter sampai background tiap level dibikin sangat berseni. Puas-puasin deh berpetualang di tiap levelnya.

  • That's the Dragon!: Seperti yang gue bilang sebelumnya, Vanillaware juga dikenal dari konsep karakter naga di tiap gamenya. Artworknya & sprite animasi gerakan naganya bener-bener khas. Ngga akan ada yang ngga kenal Vanillaware begitu liat tipikal artwork naga yang begitu eye-candy dari Vanillaware.




So, buat lo yang mulai tergiur artwork khas Vanillaware, atau malah belum punya platform gamenya buruan beli deh. Lo ngga bakal nyesel buat bisa punya pengalaman menggerakkan kumpulan artwork dengan kualitas fenomenal macam ini. Beli konsolnya, beli gamenya, dan selamat datang di klub kerang ajaib :')))

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 16 August 2013 19:00



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus