Review: Big 2 Bonanza, Game Poker Facebook yang 'Ramah Lingkungan'

Apa gamer pernah bermain game facebook? Atau bahkan sering? Jika gamer mengangguk, kira-kira game apa yang suka gamer mainkan? Apakah game berbau fantasy seperti Ninja Saga? Atau gamer lebih suka game yang bersifat lucu-lucuan seperti Pet Ville atau Car Town. Apapun itu semoga saja gamer bisa senang dengan game yang sedang dimainkan.


Nah, bagi pecinta game berbabis kartu (terutama poker), ada game baru yang berjudul Big 2 Bonanza. Biasanya game-game poker pasti temanya Hold em Poker atau poker yang mengandalkan taruhan, dimana semakin besar taruhan, maka semakin besar juga peluang uang yang didapat. Tapi jika tidak, kerugian besar menimpa gamer. Tapi untuk yang satu ini, poker yang dihadirkan benar-benar standar dan cukup ‘ramah lingkungan’. Berikut ini saya mencoba hadirkan review dari game ini, semoga bermanfaat.


Poker


Gameplay


Game yang dihadirkan Big 2 Bonanza terbilang ‘sederhana, tapi bikin ketagihan’. Jika gamer suka bermain game poker standar bersama teman-teman gamer dengan playing card, maka hal ini pastinya tidak akan asing lagi. Gamer bisa memilih ruangan sesuai keinginan gamer. Gamer bisa memilih ruangan berdasarkan jumlah taruhan dan waktu mengambil keputusan. Jumlah taruhan yang disediakan beragam, mulai dari 10 chip sampai 10,000 chip. Sedangkan untuk waktu gamer bisa memilih dari 10 detik, 15 detik, dan 20 detik. Tapi jika gamer ingin langsung bermain tanpa pilih-pilih, gamer bisa langsung tekan menu ‘Play Now’.


Nantinya dalam game, gamer akan diberikan 13 kartu, gamer harus menyusun kartu tersebut menjadi paket, baik itu 5 kartu (straight, flush, full house) atau 3 kartu (three) maupun 2 kartu (pair). Pemenang ditentukan dengan siapa yang bisa menghabiskan kartu lebih dulu. Urutan hierarki kartu tidak berubah, paling besar berada di jenis spade dan terendah berada pada jenis diamond (hierarkit jenis dan angka pada kartu benar-benar mempengarhi jalannya permainan dan pengambilan keputusan, apakah ikut bermain atau pass).


Permainan yang terjadi memiliki tempo yang relatif cepat tetapi berubah menjadi lambat ketika sedang menunggu lawan untuk mengambil keputusan.


Untitled


Sebagai bantuan, gamer bisa menggunakan tiga kartu ajaib yang bisa digunakan dengan menggunakan 5 Locos (semacam token). Ada tiga pilihan bantuan, yaitu double XP, pelacak poker terbesar (2 spade) dan penghancur kartu. Selain itu juga ada sistem level, semakin gamer sering bermain, maka semakin besar level yang diraih.


 


Graphic


Seperti game-game poker atau game berbasis playing card game lainnya (bukan Yu-Gi-Oh atau semacamnya ya :D) memiliki kualitas grafis yang standar. Tidak ada animasi yang membuat kita terkagum-kagum. Untuk gambar kartunya, dalam game ini gamer tidak akan melihat kartu-kartu bergambar raja, ratu, atau prajurit. Gamer akan melihat gambar-gambar animasi bertema prajurit Cina.


 


Sound


Pada aspek ini, suara yang dihadirkan benar-benar terasa hambar. Kenapa? Karena selama permainan kita hanya bisa mendengarkan sound effect saja, tidak ada background music yang membuat permainan terasa lebih menarik dan tidak hening. Sepertinya akan sangat menarik jika ada background musikc yang dihadirkan oleh game ini.


 


Replayability


Biasanya yang namanya game poker, sebagian besar gamer memiliki prinsip bahwa “Tidak akan keluar room selama chip masih ada, kecuali kalau sudah bosan menang.” Hal ini juga berlaku pada game Big 2 Bonanza. Gamer bisa terus-terusan bermain dan berpotensi tidak akan kekuarangan chip, karena room yang dihadirkan sangat beragam.


 


Overall


Game facebook Big 2 Bonanza bisa dibilang cukup menarik, tapi kurang greget karena tidak ada music yang membuat suasana menjadi menarik. Jika gamer merasa pecinta game poker atau merasa juara poker di kalangan teman-teman gamer. Gamer bisa mencoba game ini, game sederhana yang bisa membuat gamer mantengin komputer lama-lama. Untuk mulai memainkannya, langsung saja buka halaman gamenya di Facebook.


Untitled1



Ditulis oleh San San Sandika pada 30 April 2013 06:57



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus